Another Person Life

Another Person Life
Daging Manusia


__ADS_3

"Artinya, yang memegang takdir kita tidak memiliki maksud yang jahat" ucap Arniva lagi.


"Aku setuju bibi, tapi apa kau pikir aku tidak lelah menjalani semua ini?, apa dia sengaja ingin membuatku sebagai mesin pembunuh?, karena semua yang ku lakukan hanya membunuh dan membunuh bibi" ucap Quirin lagi.


"A-apa?, apa maksudmu?" tanya Arniva binggung.


Arniva sangat mengenal Xura, sejak dulu, ia hanya membangkrutkan perusahaan, tapi tidak sampai membunuh orang-orang itu.


"Ya, sebelum aku kembali ke sini, tangan ini sudah membalas dendam Quirin, bahkan aku juga membunuh Ibu tiri dan anak haram itu, bahkan aku membiarkan Grizo meminum teh beracun yang di berikan istrinya itu". jelas Quirin.


Arniva terkejut mendengar perkataan Quirin, ia sangat mengerti arti perkataan itu, karena orang seperti mereka sangat mengerti arti dari kata balas dendam.


"Untuk Grizo, awal nya aku tidak pernah bertemu dengan nya, setiap kali aku ingin bertemu, Arcy selalu melarang ku dan saat dirinya tiada, aku juga tidak memunculkan diri di hadapan Grizo karena aku ingin menghormati keputusan Arcy. Aku bahkan terkejut ketika tau bahwa Grizo menikah lagi ... "


"Padahal, dulu aku menitipkan Quirin pada wanita itu, saat di depan ku, dia tersenyum manis dan tampak lugu, sehingga perbuatannya itu membuatku percaya, karena itu lah aku mengira dia menerima Quirin dan aku langsung merasa cukup tenang ketika meninggalkan Quirin di rumah itu ... "


"Ketika aku ingin berbicara mengenai taman pada nya, tiba-tiba saja tenggorokan ku sakit, jadi aku tidak memberitahukan hal itu pada nya, aku pun langsung mematikan seluruh cctv yang ada di taman lalu menutup seluruh lukisan Arcy dengan kain, dan aku langsung menutup akses jalan ke taman itu."


"Apa jangan-jangan, itu ulah nya juga?" tanya Arniva yang sudah bercerita panjang lebar.


"Sepertinya kita harus menguak rahasia ini bibi, aku sudah cukup lelah membunuh manusia, tapi sebelum mencari tau tentang itu, aku harus membunuh Cassi terlebih dahulu" ucap Quirin dengan menggeretakkan gigi nya.


"Maafkan aku, jika bukan karena ku, hidup Quirin pasti tidak akan menderita" ucap Arniva dengan menunduk dan memejamkan matanya.


"Jangan meminta maaf pada ku bibi, Quirin yang asli tengah terbaring lemah di rumah sakit, lebih baik kau berkunjung dan meminta maaf padanya secara langsung" ucap Quirin sambil berdiri.


Seorang wanita tengah berdiri di ujung tangga, ia mendengar seluruh perbincangan mereka. Wajahnya terlihat memerah "kenapa kau tidak memberitahuku?" tanya wanita itu yang tak lain adalah Yvon.


"Bukankah aku sudah mengirimi email, tapi kau berkata aku adalah penipu, aku tidak ada waktu untuk berdebat dengan mu, karena pertarungan dengan Cassi jauh lebih penting" ucap Quirin sambil melangkahkan kaki nya keluar dari rumah itu.


"Sialan, sikap itu menunjukkan bahwa dia benar-benar Xura" ucap Yvon sambil berdecak kesal.


Zee dan Alpha juga berdiri dan mengikuti langkah kaki Quirin. "Kau berasal dari keluar mana?" tanya Quirin walau tak menoleh.


"Ophelia" jawab Zee singkat, dirinya sudah tidak bisa menyembunyikan identitas asli itu lagi.

__ADS_1


Alpha yang mendengar itu merasa sangat terkejut, kedua orang yang ada di hadapan nya mempunyai identitas yang tidak biasa. Bahkan Quirin asli juga memiliki identitas yang luar biasa.


"Aku sekarang semakin kecil di hadapan Quirin asli" batin Alpha


Quirin yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas, sekarang semua nya masuk akal, pantas saja Zee bisa mengetahui segala nya, ternyata identitasnya juga sangat mengerikan.


...****************...


Cassi mencoba menghubungi ponsel Vini, namun ternyata upayanya terlihat sia-sia "Aku sudah berkali-kali menghubungi wanita itu, kenapa dia tidak mengangkatnya?" gerutu Cassi.


Ia terus mencoba untuk menghubungi Vini, tapi panggilan itu selalu tidak di angkat. dan tiba-tiba saja, ponsel Cassi berdering "syukur lah, aku justru berpikir dia tidak menepati janji nya" gumam Cassi lalu mengangkat panggilan itu.


"Kita akan bertemu di restoran, sampai nanti" ucapnya dari ujung sana.


"Baiklah, kebetulan aku juga memiliki hal yang ingin ku bicarakan" balas Cassi sambil menutup panggilan itu sambil tersenyum.


Sedangkan Kai, berada di dalam kamar, ia selalu merenung dan terus berpikir tentang mantan kekasih nya itu, dan sekarang diri nya harus mendengar ulang nama itu sebagai sahabatnya.


"Apa kalian itu orang yang sama?, tapi sifat kalian terlihat jauh berbeda" gumam Kai.


"Aku sungguh sangat menyesal, jika itu benar-benar kau, maka aku harus mendapatkannya kembali" gumam Kai dengan air mata yang mulai mengalir.


Cassi yang masih berada di kantor langsung pergi menuju restoran yang di rekomendasikan oleh Vini.


"Aku harus mendapatkan suntikan dana, semua ini demi perusahaan Xavier" gumam Cassi.


Setelah sampai di restoran itu, Cassi masuk dan melihat ke kiri dan ke kanan, ia pun tidak melihat seorang wanita yang duduk sendirian.


Tiba-tiba saja, ponsel Cassi berbunyi dan ternyata itu adalah bunyi sebuah pesan masuk.


[Kau melihat pria dan wanita yang duduk di sudut kanan?, pergi lah ke sana]


[Baiklah]


Cassie membalas pesan sambil menunduk, ia terus terfokus pada ponselnya sehingga tidak melihat siapa orang yang ada di meja itu, ia pun terus melangkah dan saat selesai dengan ponselnya, Cassi mulai menengadahkan kepala nya.

__ADS_1


Ketika mata Cassi tertuju pada meja pertemuan mereka, Cassi justru mulai menatap tajam kedua orang itu.


"Kalian?, apa yang kalian lakukan disini?" tanya Cassi dengan wajah yang sudah masam.


"Bukan kah sudah jelas bahwa kau ingin bertemu dengan ku" ucap Quirin sambil tersenyum smirk.


"Aku bukan ingin bertemu dengan mu, lagi pula ini adalah meja yang akan kami gunakan, jadi kau seharusnya pergi dari sini" ucap Cassi sambil menarik kursi itu lalu menduduki nya.


"Ah kau tidak perlu buru-buru, aku sudah memesan sebuah hidangan spesial untukmu" ucap Quirin sambil menepuk tangan nya.


Dan dalam beberapa menit saja, satu hidangan istimewa tersaji di hadapan Cassi.


Cassi bahkan langsung melototkan matanya, ia sungguh tidak menduga bahwa wanita yang selalu membuatnya kesal justru menawarkan hidangan yang sangat mahal. Cassi bahkan sangat tergiur dengan hidangan itu.


"Silakan di Nikmati, berterimakasih lah pada pacarku, karena dia yang akan membayar semua hidangan ini" ucap Quirin sambil mengunyah hidangan yang ada di depannya.


Cassi menoleh kearah Zee, ia terlihat malu-malu "terimakasih, tuan" ucap Cassi sambil tersenyum sumringah.


Zee tidak menjawab, ia terus fokus pada hidangan yang ada di depan nya, melihat keacuhan Zee, membuat Cassi semakin kesal.


"Aku akan mendapatkannya" batin Cassi


Cassi yang sudah sangat kelaparan langsung mengambil hidangan itu dan langsung melahap nya.


"Bagaimana rasa nya?" tanya Quirin sambil melirik kearah Cassi.


"Sangat enak" jawab Cassi tanpa menoleh.


"Artinya kau menyukai daging manusia?" tanya Quirin sambil tersenyum smirk.


Cassi yang mendengar itu langsung terbatuk-batuk dan melototkan matanya, ia pun melihat kearah Quirin yang sedang tersenyum pada nya.


Bersambung ...


Maaf baru bisa up, sudah beberapa hari ini karena tubuh kurang fit 🤧

__ADS_1


__ADS_2