
"Jika aku sudah memulai maka aku tidak akan membatalkannya Beymi, kau harus menanggung atas semua perbuatan mu" ucap Quirin dengan mengambil pisau yang tergantung di dinding.
Awalnya, benda-benda yang terpajang di dinding, hanya untuk menakut-nakuti musuh saja, tapi sekarang benda itu mungkin akan berguna selama Quirin masih di sisi Zee.
"Aku berencana hanya memajang mereka, tapi sekarang tidak lagi, ternyata mereka semua berguna setelah bertemu dengan mu" ucap Zee tersenyum tipis.
Quirin yang mendengar itu melirik kearah Zee "kau menghinaku?" tanya Quirin dengan nada datar.
"Terserah apa yang kau pikirkan" gumam Zee santai sambil melipat kedua tangannya.
Staren, Arnius dan Vano bahkan menahan nafas mendengar tuan muda mereka menjawab pertanyaan Quirin sesantai itu.
Sedangkan Jeslyn melotot dengan sempurna ketika melihat sebuah pisau di tangan Quirin "apa yang ingin kau lakukan dengan benda itu?, lepaskan aku!" teriak Jeslyn dengan memberontak hingga tangannya memerah karena tergesek oleh tali.
Beymi sangat terkejut mendengar kata pisau
"nona!, aku bersalah padamu, maafkan aku, tolong maafkan aku" teriak Beymi di ujung sana.
Jeslyn yang mendengar perkataan sang ibu, langsung menyalahkannya begitu saja "Ibu!, semua ini salahmu!, lalu kenapa kau melibatkan ku?!" teriak Jeslyn dengan meneteskan air matanya.
Quirin tidak menyangka bahwa anaknya sendiri telah melempar semua kesalahan itu pada Beymi "haha ... ini tontonan yang menarik, padahal ibumu mengambil duit yang sangat banyak dari seseorang untuk membayar biaya rumah sakit mu dan sekolah mu, dan sekarang kau menyalahkannya?, bukankah kau anak yang baik?, apa ini didikan yang kau ajarkan pada putrimu Beymi?," tanya Quirin pada Jeslyn dan Beymi secara bersamaan.
Jeslyn terlihat kes mendengar perkataan Quirin "aku tidak pernah meminta uang padanya!" bantah Jeslyn dengan suara keras.
"Kau sudah dengar Beymi?, anak yang kau sayangi kini telah menyalahkan mu, bukankah hidupmu sungguh malang bahkan nasibmu lebih buruk dariku" ucap Quirin sambil mendekatkan ponselnya ke mulutnya.
__ADS_1
Suara Beymi tak terdengar lagi, mereka hanya mendengar suara benturan berulang kali, Quirin pun mengecek ponselnya, ternyata panggilannya masih tersambung tapi Beymi justru tidak menjawab pertanyaannya.
Quirin membuka telapak tangannya "pinjamkan aku ponselmu" ucap Quirin pada Zee.
Quirin membuka cctv rumah sakit di ponsel Zee, lalu Quirin mencari di seluruh ruangan, ternyata Beymi tengah di serang oleh beberapa orang.
Karena postingan Quirin mengakibatkan orang yang melihat Beymi pasti akan merasa sangat marah padanya dan akan segera mencabik-cabik wajah tidak tau malu itu.
Jeslyn melihat kearah layar, ia sangat merasa bersalah pada ibunya.
"Ini belum ada apa-apanya Beymi, kau harus membayar semua dosa mu padaku" ucap Quirin didepan ponselnya.
Jeslyn bisa melihat Beymi tengah meringkuk sambil meneteskan air mata "Ibu!" teriak Jeslyn.
Beymi yang mendengar itu tersentak kaget, ia mengambil ponsel yang sedikit jauh darinya. "bagaimana kau tau bahwa aku sedang meringkuk?" tanya Beymi. dengan mengangkat ponselnya dengan perlahan.
Pengeroyokan itu membuat tangan Beymi terasa sangat sakit sehingga tidak mampu memegang ponsel nya.
"Ibu!, dia melihatmu melalui cctv rumah sakit!" teriak Jeslyn
Beymi tersentak kaget, ia pun berusaha bangkit lalu menoleh kesana kemari untuk mencari cctv, dan ternyata benar, di salah satu sudut dinding parkiran rumah sakit terdapat satu cctv yang mengarah padanya.
"Kau mempunyai kemampuan itu nona?" tanya
Beymi tidak percaya.
__ADS_1
Bagaimana tidak terkejut?, Beymi sangat mengetahui bahwa Quirin adalah anak yang lugu dan polos, jadi tidak mungkin memiliki waktu untuk belajar mengenai itu.
"Kau terkejut?, tidak perlu seperti itu, dulu aku hanya iseng bermain laptop, lalu tanpa terduga otakku justru bisa bekerja sama dan jadi lah seperti sekarang ini" gumam Quirin sambil menepuk dahinya dengan satu jari.
Arnius dan Staren yang mendengar itu melototkan matanya. Sedangkan Vano dan Zee hanya bisa menahan tawa mereka, keduanya tampak mulai sudah terbiasa dengan ocehan yang dikeluarkan oleh Quirin.
"Hanya iseng bermain?, apa orang hebat semuanya seperti nona?" bisik Staren pada Arnius.
"Diam lah. aku tidak ingin membuat kesalahan apapun, saat ini nona benar-benar menyeramkan" balas Arnius sambil berdiri tegak.
"Apa kau blm melihat postingan yang aku sebarkan?," tanya Quirin sambil tersenyum
Sebenarnya, Beymi tidak mengetahui alasan kenapa dirinya diseret beramai-rami
Beymi yang mendengar itu, langsung mencari pencarian terpanas, rumor yang sudah di buatnya kini hilang bagai di telan bumi, sekarang pencarian itu digantikan dengan kisah Beymi sendiri.
Kejahatan yng selama ini ditutupnya dengan rapat kini terbongkar ke publik, para netizen terus menghujat Beymi dan sedangkan Beymi yang melihat komentar itu langsung melempar ponselnya nya dengan jauh.
Mengingat orang-orang yang mengeroyok Beymi merasa marah melihat postingan yang sedang trending itu, salah seorang pengunjung sempat melihat Beymi dirumah sakit, ia langsung bertanya pada staf rumah sakit dan bergegas mencari ruangan yang di kunjungi oleh Beymi.
"Pantas saja aku diseret dengan kasar dan dipukuli terus menerus" gumam Beymi termenung.
Sedangkan saat itu, Staren membawa tubuh Jeslyn keluar dari rumah sakit, mereka melihat Beymi yang sudah meringkuk karena di pukuli oleh pengunjung rumah sakit. namun Quirin bahkan acuh tak acuh dan tidak memperdulikannya.
Bersambung ...
__ADS_1