Another Person Life

Another Person Life
Keluarga yang di Takuti Oleh Dunia


__ADS_3

"Haha ... aku pikir kau akan menerima tantangan ku, mengingat bahwa kau adalah tuan muda Ophelia yang sengaja menyembunyikan diri dari dunia" ucap Rea dengan suara kecil namun mampu di dengar Oleh Zee.


Zee tampak terkejut, tidak sembarang orang bisa mengetahui identitas tersembunyi itu.


Zee menoleh kearah Rea dan menatapnya dengan tajam "siapa kau?" tanya Zee dengan dingin.


"Bukan kah kau bisa mencarinya sendiri?," ucap


Rea dengan santai


"Identitas itu tidak pernah bocor ke publik, jadi kenapa kau bisa mengetahuinya?" tanya Zee lagi.


"Aku sudah katakan bahwa kau tidak bisa menilai orang dari luarnya saja, bahkan jika kau meminta seluruh dunia ini sebagai membayar hutang kak Quirin, kami juga sangat mampu memberikannya padamu" ucap Rea dengan santai.


Zee mengingat bahwa yang bisa memberikan apapun secara cuma - cuma hanya keluarga tertentu saja.


"Jangan-jangan .... " ucap Zee yang terpotong oleh perkataan Rea.


Ketika Zee berbicara, Rea menyeringai dan langsung membalas perkataan Zee "Jadi ... jangan macam-macam pada kak Quirin, kau sudah tau siapa kami, jika saja kau menyakiti kak Quirin, kau yang sebagai tuan muda Ophelia juga tidak akan bisa menemukannya" ucap Rea dengan menatap tajam Zee.


Setelah Rea memberi peringatan pada Zee, ia langsung keluar dari kamar itu dengan langkah lebar.


Zee yang terduduk di samping tempat tidur Quirin kini tengah memegang kepalanya.


"Pantas saja dia mengajukan taruhan padaku. Sial!, kenapa Quirin bisa berasal dari keluarga itu?, ini benar - benar sudah di luar dari kendali ku" gumam Zee sambil memijit pelipisnya.


Zee tampak gusar, selama ini tidak ada yang bisa menggerakkan hatinya, tapi ketika muncul sosok wanita yang bisa membuat dirinya tersenyum, ternyata wanita itu justru berasal dari keluarga yang di takuti oleh dunia.


"Yang benar saja?, bagaimana aku bisa menghadapi keluarga itu?," gumam Zee yang terus memijit pelipisnya.


Baru kali ini Zee merasakan ketakutan, biasanya ia adalah orang yang mendominasi, dan ia berpikir tidak ada yang bisa mengalahkannya, karena keluarga yang ditakuti di seluruh dunia tidak pernah muncul di permukaan.


Mereka bergerak secara diam-diam, bahkan keluarga itu tidak pernah memunculkan dirinya ke publik, sehingga orang - orang kalangan atas bisa leluasa bergerak tanpa takut apapun.


Rumor mengatakan bahwa keluarga itu jelek dan kerdil, sehingga membuat mereka tidak pernah memunculkan diri kehadapan publik.

__ADS_1


Setelah salah satu perusahan media menyebarkan rumor itu, dalam waktu semalam, perusahan itu tampak rata dengan tanah. Bahkan polisi menemukan sebuah huruf yang melambangkan bahwa keluarga itulah yang telah melakukannya.


Perusahan itu pun menjadi perbincangan publik, sejak saat itu, keluarga itu selalu menjadi perbincangan para kalangan atas dan mereka pun tidak pernah mau bergosip yang tidak-tidak mengenai keluarga itu. karena mereka semua takut jika keluarga itu menyerang keluarga mereka habis tak bersisa.


Mengingat kejadian itu, pikiran Zee mengarah pada Rea "Aku pernah menyelidiki keluarga itu, tapi aku tidak pernah bisa menemukan mereka, Dan ternyata selama ini keluarga itu berada di Eropa dan mereka justru sangat dekat denganku."


"Sepertinya kali ini aku harus berhati-hati, karena bisa saja mereka akan membawa pergi Quirin dari sisiku" gumam Zee yang menghela nafas pelan.


Dia dalam kamar itu, Zee terus menatap Quirin yang tengah tertidur.


Sedangkan di luar, Rea sudah turun dan melihat seseorang tengah masuk kedalam rumah.


Lalu tiba-tiba saja, seseorang masuk dengan langkah lunglai. Ia pun terjatuh sehingga membuat orang-orang itu terkejut dan menoleh kearahnya.


Brukkk


Suara itu bahkan begitu sangat keras, Rea yang pertama melihatnya langsung berlari menuruni anak tangga dan menghampirinya.


Rea pun mengecek tubuh Grizo dan benar saja, pria tua itu terjatuh karena pingsan.


"Hei!, sampai kapan kalian akan menonton?, bantu aku mengangkat tubuhnya" teriak Rea kesal.


Sedangkan Al yang sangat kelelahan dan tertidur justru begitu terkejut mendengar jeritan Rea.


Mereka semua menghampiri Rea dan membantu membawa tubuh Grizo ke sofa.


Al langsung memeriksa tubuh Grizo "nona, bisa kah kamu membantuku membuat satu gelas teh hijau?" ucap Al sambil menoleh kearah Rea.


Rea pun mengangguk dan langsung berlari ke dapur, sedangkan Al hanya bisa menunggu Rea selesai membuat teh hijau itu.


Di dalam kamar, Quirin membuka matanya, ia melihat Zee tengah memandanginya "bagaimana dengan mereka?" tanya Quirin sedikit penasaran.


"Tidak ada yang hidup, kecuali ayahmu" ucap Grizo dengan santai.


"Lupakan saja pria bodoh itu, kita harus bersiap untuk berangkat ke asia" ucap Quirin sambil berdiri dan meraih lemari lalu mengambil koper dan mengemas pakaiannya.

__ADS_1


Zee tidak mengehentikan Quirin, ia hanya bisa menghela nafas pelan, "kau tidak penasaran dengan hasil karya Quiran?."


"Tidak!, aku bisa mual melihat maha karyanya" tolak Quirin sambil menggelengkan kepalanya berulang kali.


Quirin telah selesai mengemas barangnya, ia keluar kamar dan Zee mengikuti langkahnya dari belakang.


Dari atas, Quirin bisa melihat bahwa Grizo tengah terbaring dan di kelilingi oleh orang-orang itu.


Quirin membuang wajahnya dan berjalan ke luar rumah dengan berbekal sebuah koper di tangannya.


"Quirin" panggil Grizo dengan suara lemah.


Quirin yang mendengar itu langsung menghentikan langkah kakinya, ia tidak menoleh dan juga tidak menjawab.


Grizo yang setengah sadar bisa melihat Quirin dari atas, ia duduk dan melihat putrinya sedang membawa koper.


"Kamu kenapa membawa koper?" tanya Grizo dengan suara pelan.


"Tidak ada urusannya dengan mu, bukankah kau sudah tidak mengganggap ku sebagai putri mu lagi?" tanya Quirin tanpa menoleh kebelakang.


Sedangkan Esme memiliki ide licik, ia yang tidak tau mengenai identitas Quirin dan segala permasalahan yang ada justru ingin mempermalukan Quirin.


"Bagaimana bisa nona seperti itu?, dia itu ayahmu nona" ucap Esme dengan sedikit meninggikan suaranya.


Semua orang yang ada di sana menatap Esme dengan mata melotot. mereka yang sedang mengelilingi Grizo kini melangkah menjauh dari Esme.


Alica dan Esme tampak terkejut, bahkan mereka terlihat binggung melihat semua orang berdiri menjauh dari mereka.


Sedangkan Rea yang melihat Alica masih berdiri di dekat Esme, kini menarik wanita itu menjauh darinya.


"Alica, ayo kita kesana" ajak Rea sambil tersenyum.


Kini mereka semua berdiri di belakang sofa yang di dekat dinding. Sedangkan Grizo di tempatkan di sofa satunya lagi.


Esme yang terlihat binggung kini mengeluarkan suaranya "Hei ada apa?" tanya Esme terlihat binggung.

__ADS_1


Semua orang yang ada disana tidak ada yang menawan pertanyaan Esme, sedangkan Grizo lebih memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan itu juga, ia tengah sibuk menatap nanar putrinya itu.


Bersambung ...


__ADS_2