Another Person Life

Another Person Life
Hancurnya Lura


__ADS_3

"dia sangat kaya" batin lura sambil melihat-lihat mobil itu


Max melihat Lura sedang mengamati mobilnya "apa kau suka?" tanya Max sambil menyetir mobil


"Sangat suka" ucap Lura sambil tersenyum manis


"Kau bisa menaiki mobilku setiap hari" ucap Max sambil tersenyum


"Benarkah?" tanya Lura dengan mata berbinar


Max menganggukkan kepalanya, setelah beberapa menit berlalu, mereka telah sampai disebuah restoran mewah


"Wah, aku belum pernah datang ketempat ini" ucap Lura sambil mengamati restoran itu


"Baguslah, aku sangat senang melihat kau tersenyum bahagia seperti itu" ucap Max sambil melihat kearah Lura


Lura yang mendengar itu tertunduk malu "dia pria yang bisa menyenangkan hatiku" batin lura


Teman-teman Lura baru saja tiba, mereka menganga lebar melihat Max membawa mereka kesebuah restoran mewah.


Restoran ini hanya memberikan izin kepada para kalangan atas, masing-masing orang harus memiliki kartu khusus, jika tidak mempunyai kartu itu jelas tidak di perbolehkan masuk


"Wah, Lura cukup beruntung bisa disukai oleh pemuda kaya seperti max" ujar teman Lura dengan memuji


"Benar, aku sangat iri padanya" ujar teman lainnya


Lura yang mendengar ucapan itu tersenyum manis "Haha .... aku pasti bisa mengikat para pria seperti mereka" batin Lura dengan bangga


"Ayo kita masuk" ucap Max sambil mengambil tangan Lura untuk menggandengnya, serta kedua temannya mengikuti langkah kaki mereka.


Keempatnya berjalan memasuki restoran, namun seorang pelayan menghentikan langkah mereka "Maaf tuan dan nona-nona, tolong tunjukkan kartu kalian" ucap pelayan itu dengan sopan

__ADS_1


Max langsung mengeluarkan kartu khusus yang di milikinya "Ini, apa sekarang kami bisa masuk?" tanya Max sambil tersenyum


Setelah melihat kartu yang di tunjukkan oleh Max, wajah pelayan itu tersenyum canggung, ia tidak pernah melihat kartu berwarna gold namun ia sangat tau pemilik kartu itu "silahkan masuk tuan mu ..." ucap pelayan itu namun langsung di potong oleh Max


"Terimakasih" ucap Max langsung masuk kedalam ruangan


Mereka memasuki ruangan privasi yang sangat megah, ditengah-tengahnya terdapat meja bundar, ketika mereka duduk, suasana hening mengelilingi mereka dan hanya dalam beberapa menit satu persatu makanan mulai dihidangkan "Kalian duduklah dan makan sepuasnya" ucap Max sambil tersenyum


Lura ingin mengambil sesuatu untuk di minum, namun yang ia lihat hanya terdapat botol anggur "Apa tidak ada satu gelas air?" tanya Lura pada Max


"Tidak ada, disini hanya terdapat wine dan beberapa anggur, kau tidak perlu khawatir karena anggur ini tidak mengandung alkohol" ucap Max


Lura merasa lega setelah mendengarnya, saat ingin meraih botol anggur itu, tiba-tiba tangan Max telah mencapainya lebih dulu "aku akan menuangkannya untuk gadis cantik sepertimu" ucap Max sambil menggoda Lura


Sedangkan sang teman hanya bisa merasakan iri dengan Lura, mereka tidak menyangka Lura bisa mendapatkan pemuda tampan serta kaya.


"Lihatlah, teman-temanku melihat kita" ucap Lura dengan malu-malu


Lura langsung meminumnya hingga habis, sedangkan sang teman di tuangkan langsung oleh pelayan, mereka jug meneguk minuman itu hingga habis tak bersisa


Saat membuka mata Lura merasa tubuhnya seperti hancur "Ada apa dengan tubuhku?, semuanya terasa sangat sakit" gumam Lura


Setelah sepenuhnya sadar, luar merasa terkejut melihat ia berada diruang yang sangat luas "Dimana aku?" gumam Lura


Lura mencoba membangunkan tubuhnya, ketika ia menyibakkan selimut matanya terbelalak lebar,


Lura melihat tubuh polosnya tanpa sehelai benang sudah berlumuran cairan kental dimana-mana.


Arrrggggghhh


"Apa yang terjadi" teriak Lura sambil menutupi telinganya, ia mulai meneteskan air mata

__ADS_1


"Apa ini, bagaimana bisa?, siapa yang melakukannya padaku?" gumam Lura sambil menangis sejadi-jadinya


Lura menangis sambil membersihkan cairan kental itu dari tubuhnya, ia membersihkan cairan itu menggunakan selimut yang ada ditangannya, Lura menggosokkannya dengan sangat kuat hingga membuat kulitnya memerah


"Ayah, Ibu, aku sudah hancur, apa yang harus aku lakukan" ucap Lura disela tangisnya


Setelah menggosok keseluruh tubuh, Lura berlari kedalam toilet, ia melihat bercak-bercak merah diseluruh tubuhnya, itu bukanlah hasil dari perbuatannya, melainkan perbuatan orang lain.


"Aku tidak boleh memberitahukan kejadian ini kepada ayah dan ibu, jika tidak, maka aku akan di usir dari keluarga Alister" gumam Lura yang masih menangis


#Flashback Off


Di tempat lain


Seorang pemuda duduk dikursi kebesarannya "kau sangat tau aku tidak suka berurusan dengan wanita, tapi kau mendorongku untuk melakukan hal yang ku benci, lihat saja, aku akan membalasmu" ucap Max dengan geram sambil memutar pelan kursi kebesarannya


Bersambung ...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate

__ADS_1


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2