Another Person Life

Another Person Life
Teman yang Dapat Diandalkan


__ADS_3

Vano dengan cepat membawa Xia menjauh dari mereka, kemudian mendudukkan Xia di bangku taman, Vano berjongkok lalu ia pun sibuk mengecek kaki dan tangan Xia


Setelah memastikan tidak terjadi Apapun "Apa matamu bermasalah?, bagaimana bisa kau menabraknya udang kecil?" tanya Vano dengan wajah datar, yang sudah berdiri dan duduk di samping Xia


"Kalau aku katakan itu ku sengaja, apa yang akan kau lakukan?" tanya Xia santai sambil melihat tangannya


"Tentu saja, aku akan menyeretmu ke hadapannya untuk minta maaf" ucap Vano dingin menatap lurus kedepan, lalu melihat Xia dan memegang tangan Xia kembali


"Menyeretku?, apa hanya itu yang bisa kau lakukan?, huh!" ucap Xia kesal sambil menepis tangan Vano yang masih memegang tangannya


"Semua hal di dunia ini, pasti ada sebab akibatnya, kau juga melakukan hal itu karena mempunyai sebab kan?" tanya Vano ketika menatap Xia


"Emm... tentu saja, sebenarnya dia mencari masalah duluan dengan Quirin, jadi... aku hanya ingin memberi pelajaran kecil untuknya" jawab Xia menundukkan kepala


"Apa yang sudah dilakukannya pada nona?" tanya Vano heran


"Aku juga tidak tau, beberapa saat yang lalu dia membawa makanan untuk Quirin, tapi tiba-tiba Quirin memintaku untuk membuang makanan itu, karena sayang... aku berinisiatif untuk memakannya sendiri, tapi sebelum aku memakannya... Quirin melarangku dengan mengucapkan kata-kata yang lumayan kasar, tentu saja ketika mendengar ucapannya itu membuatku curiga, jadi aku hanya menuruti permintaannya untuk segera membuang makanan itu" ucap Xia santai, ia menatap Vano yang sedang mendengarkan ceritanya sambil terus mencari luka di sekitar tangan Xia


"Setelah itu, aku turun ke bawah untuk mengambilkan makanan yang baru, tapi malah bertemu dengan maid itu, dia menanyakan tentang makanannya dengan wajah yang sangat senang, dan tanpa segan menawarkan diri untuk mengantarkan makanan itu lagi pada Quirin" ujar Xia panjang lebar


#Flashback on


Xia menolak pintu kamar Quirin yang sedikit terbuka dengan lengannya "Quirin, aku membawakan makanan yang baru untukmu" ucap Xia yang masuk ke dalam kamar dan menaruh makanan yang ia bawa sendiri diatas meja yang berada di samping tempat tidur Quirin


"Xia, apa tadi kau tidak melihat seseorang?" tanya Quirin melihat kearah Xia


"Hem?, saat aku sampai di depan pintu kamarmu, sama sekali tidak ada siapapun, tapi kenapa pintu kamarmu terbuka?, aku jelas sudah menutupnya dengan rapat sebelum pergi, apa kau tadi keluar kamar?" ucap Xia yang sedikit kebingungan


"Berarti benar" gumam Quirin


"Hey sobat, apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku?, katakan sekarang juga!" selidik Xia menyipitkan matanya melihat Quirin


"Huft, baiklah... aku rasa maid itu mengintip dari sana saat kau pergi" ucap Quirin singkat


"Ah, aku juga sempat bertemu dengannya, dia menawarkan diri untuk membawakan makananmu lagi dengan wajah senang, tapi tenang... aku langsung menolaknya, heheh" ucap Xia dengan bangga


"Sepertinya dia ingin membuatku merasa tidak betah berada di sini, hehh" ucap Quirin dengan tersenyum smirk


"Senyum itu lagi" batin Xia yang melihat perubahan ekspresi Quirin


"Sudahlah, mulai sekarang... aku akan membantumu dan membuatnya dalam kesulitan selama kita berada di sini, bagaimana?, kau setuju kan cantik?" ucap Xia sambil mencolek dagu Quirin, ia tersenyum jahil sambil menaikkan kedua alisnya beberapa kali

__ADS_1


"Ck, berhenti mencolekku! kau ini..." ucap Quirin sedikit kesal


"Heheh... cepat katakan, apa kau setuju?" tanya Xia menunggu persetujuan sahabatnya itu


"Ya... aku sangat menantikannya, tapi kakiku belum sepenuhnya pulih" ucap Quirin yang merubah ekspresinya menjadi sedih


"Astaga, ini anak... kenapa mudah sekali merubah ekspresi wajahnya?, sepertinya dia patut mendapatkan piala Oscar" batin Xia tersenyum namun seperti mengejek


"Baiklah, kalau begitu sudah diputuskan... tugasku saat ini adalah menggantikanmu memberinya kesulitan kecil secara perlahan, sementara tugasmu... segera pulihkan dirimu dan berikan dia kesulitan terbesar" ucap Xia dengan senyum bangga pada diri sendiri


#Flashback Off


"Jadi hanya karena hal sepele itu saja?, hhaaa...udang kecil, kau ini selalu membuat orang lain khawatir" ucap Vano melirik Xia dengan menyentil kening Xia


"Aduhhhh... ada apa denganmu?, apa aku salah?, maid itu pantas mendapatkannya!, dia bukan orang yang baik, menurutku hal ini tidak sesederhana itu, dan juga... aku tidak menyuruhmu mengkhawatirkanku!" ucap Xia dengan membalas lirikan Vano sambil mengusap-usap keningnya yang sedikit merah


"Oke oke, tapi sebaiknya, kau jangan terlalu ikut campur mengenai hal itu" ucap Vano tenang


"Apa maksudmu?, kau ingin aku hanya berdiri menyaksikan semua yang dia perbuat terhadap sahabatku?" tanya Xia kesal


"Bukan... aku hanya tidak ingin, nantinya hal buruk terjadi padamu" ucap Vano mencoba tenang


"Sshttt, apa kau ingin dia mendengar ucapanmu?" tanya Vano refleks mendekap mulut Xia dengan tangan kanan dan memegang bagian belakang kepala Xia dengan tangan kirinya


"Lepaskan!, kau sama menyebalkannya seperti dia, apa aku harus memberimu pelajaran juga?, kau fikir aku takut padanya?, tidak akan, hehh... dia itu hanya seorang pesuruh! biarkan dia mendenga....." ucap Xia dengan keras, namun malah Vano memotong ucapannya


"Ck, selalu saja seperti ini" ucap Vano yang mulai kesal dengan ucapan Xia, lalu beranjak pergi meninggalkan Xia


"Kenapa dia tidak mengerti kekhawatiranku terhadapnya?, apa dia benar-benar bodoh?" batin Vano kesal


"Hey, kenapa kau malah pergi?, tidak sopan!, aku masih bicara!, dasar pria tua berwajah datar!" ucap Xia emosi dengan suara keras agar terdengar oleh Vano


"Aahhh sudahlah... setidaknya aku sukses memberikan maid itu pelajaran, hahaha" ucap Xia lagi dengan penuh tawa karena merasa senang


Zee yang sedari tadi berada di ruang kerjanya, berjalan keluar dan pergi menuju balkon, ia berdiri dengan memasukan tangan kanannya ke salah satu saku celana sambil melihat-lihat pemandangan


Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Zee sayup-sayup mendengar suara keras seseorang, ia mencari asal suara, ketika melihat kebawah, ia mendapati Xia yang tertawa gembira setelah menyelesaikan tugasnya


"Sepertinya kau teman yang bisa di andalkan, betapa beruntungnya dia mempunyai teman sepertimu" batin Zee tersenyum tipis


"Hehh, Benar-benar keputusan yang tepat, karena aku tidak perlu turun tangan" gumam Zee yang melihat Xia dengan sangat senang

__ADS_1


Di sisi lain, saat maid itu ingin mengambil alat pembersih canggih, ia di hadang oleh Xeno dengan suara bentakan


"Kau dilarang menggunakan alat itu!, cepat bersihkan dengan kain!" ucap Xeno menatap tajam maid


"Ta....tapi tuan Xeno" ucap maid itu gugup ingin membantah


"Ooo, jadi sekarang kau berani membantah?" tanya Xeno dengan meninggikan suaranya kembali dan mendekat kearah maid yang sudah sangat gemetar ketakutan dan mulai menangis sesegukan


Xeno tidak memperdulikannya dan tetap memasang wajah datar nan dingin itu serta terus menatapnya dengan tatapan tajam


"Ti...tidak tuan Xeno" maid itu segera pergi mengambil kain, lalu kembali dengan cepat untuk membersihkan kaca dan tumpahan kopi itu


"Lap sampai bersih!, tidak boleh ada sedikit pun noda, saat aku kembali dan mendapati masih ada noda yang tertinggal, aku tidak akan segan-segan memberimu hukuman! Cam kan itu!" ucap Xeno dingin dan segera meninggalkan para maid yang menonton


"Maaf, kau yang berulah, jadi aku tidak bisa membantumu" ucap maid lain


"Nona Xia yang duluan menabrakku" ucap maid itu menangis sesegukan dengan tangan yang terus menggosok lantai


"Apapun alasanmu... pasti kau sudah membuat kesalahan lain, kalau tidak... mana mungkin tuan Xeno marah besar seperti itu" ucap maid lain curiga dengan gelagat maid di depannya


"Huft... jangan sampai mereka tau bahwa aku berinisiatif mengantarkan sebuah kopi untuk tuan muda" batin maid itu


"Entahlah, aku tidak tau kenapa tuan Xeno tega memperlakukanku seperti ini" ucapnya bersikap polos dengan menampilkan wajah sedihnya


Bersambung....


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2