
"Disini sangat sepi, aku harus meminta pertolongan pada siapa?" gumam Clamy sambil melihat kekiri dan kedepan
Ia benar-benar tidak tau harus berbuat apa, karena mobil yang di sewa telah hancur dan juga tidak terlihat sama sekali pengendara yang lewat.
"Apa aku akan mati disini?" gumam Clamy dengan menunduk
Dari kejauhan Quirin melihat dari kaca, ia melihat Clamy terduduk dijalanan dengan wajah pucat pasi.
"Ini baru permulaan, luka itu akan bertambah seiring berjalannya waktu" gumam Quirin tersenyum smirk
Tidak berapa lama sebuah mobil lewat, Clamy mendadak menghentikan mobil itu, ia ingin bergerak tapi seluruh tubuhnya terasa sangat sakit, Clamy mencoba menjerit sekuat tenaga.
Hasilnya, sang pemilik mobil mendengarkan jeritan itu dan menghentikan mobilnya tepat di pinggir jalan.
Sang pemilik mobil turun dan berlari menghampiri Clamy "Tolong, tolong" rintih Clamy
Sang pemilik mobil terkejut "Apa yang terjadi?" tanya seseorang itu prihatin sambil membopong tubuh Clamy
"Aku ditabrak seseorang, sekarang seluruh tubuhku sakit, antarkan aku kerumah sakit" ucap Clamy disisa-sisa kesadarannya
Setelah Clamy pingsan, seseorang itu tersenyum smirk, ia mengangkat tubuh Clamy lalu memasukkannya kedalam mobil
"Kau sudah membuatnya terbaring dirumah sakit, sedangkan kau hanya mengalami tabrakan yang seperti ini, sungguh tidak adil, jika tidak ada nona maka aku yang akan membereskan mu, sekarang aku harus membawamu sesuai dengan perintah nona" ucap seseorang itu sambil menghela nafas kasar
Orang itu membawa Clamy kerumah sakit dan meminta seorang dokter kenalannya untuk merawat dan menjaga Clamy dengan sebaik-baiknya.
Setelah tugasnya selesai, orang itu menghubungi seseorang "Nona, aku sudah membawanya kerumah sakit, jika nona membutuhkan bantuan, aku selalu siap membantu nona, apalagi ini menyangkut tentang Xia" ucap orang itu sambil mematikan ponselnya dan berlalu pergi meninggalkan rumah sakit
__ADS_1
Sedangkan Quirin yang mendapat kabar itu tersenyum puas "Tidak salah aku melibatkan dia, aku tau kau menyukai Xia, tapi kau tidak pernah menyadari perasaanmu, aku sungguh heran, bagaimana bisa tuan dan bawahannya sama-sama mempunyai sifat dingin, apa karena mereka sudah terlalu lama bersama?" gumam Quirin sambil menyetir mobilnya
Sebelum meninggalkan lokasi kejadian, Quirin menghubungi Xeno untuk memerintahkan Vano datang kelokasi.
Vano yang mendengar perintah itu langsung bergegas pergi menuju lokasi, setelah sampai disana ia terlihat kecewa dengan permainan Quirin, karena ia melihat Clamy hanya mengalami luka-luka ringan disertai beberapa pecahan kaca mobil yang menempel dikulit, sangat berbeda jauh dengan apa yang dia perbuat pada Xia
Tapi Vano yakin jika permainan itu belum usai, Vano juga tidak lupa meminta nomor Quirin hingga ia bisa menghubungi Quirin sendiri tanpa ada perantara.
Quirin kembali kerumah dengan membawa pulang mobil yang sudah rusak, setelah sampai didepan gerbang rumah, para penjaga yang melihat itu menganga dengan lebar "Apa yang terjadi dengan nona?, bagaimana mobilnya bisa rusak seperti itu" batin penjaga sambil menggelengkan kepalanya
Quirin menurunkan kaca mobilnya lalu berbicara "Buka" ucap Quirin dengan datar
Penjaga yang termenung langsung tersentak kaget, mereka hanya mengangguk dan dengan cepat membuka pintu pagar
Quirin masuk dan memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah, sang ayah dan ibu tiri secara kebetulan juga ingin keluar untuk menghadiri sebuah pesta, namun mata mereka bukan terfokus pada Quirin melainkan pada mobil yang terparkir didepan.
Sedangkan Calis yang melihat mobil itu tersenyum "Jika dilihat dari kerusakan mobil, sepertinya dia mengalami luka-luka" batin Calis
Quirin masih didalam mobil, ia melihat dari dalam bahwa Calis sedang tersenyum lebar, sedangkan sang ayah membuat raut wajah khawatir
Melihat itu ia sangat malas untuk keluar dari mobil karena sang ayah pasti akan mencercanya dengan berbagai pertanyaan.
Namun ia juga berfikir pasti tidak akan bisa menghindari pertanyaan sang ayah, Quirin menghembuskan nafasnya lalu keluar dari mobil dengan wajah datar
Sang ayah melihat Quirin keluar, ia langsung menghampiri Quirin "bagaimana keadaanmu?, dimana kejadiannya?, apa kecelakaannya sangat parah?" tanya Grizo dengan khawatir, ia menatap Quirin dari ujung kepala hingga ujung kaki
Quirin melirik sang ayah "Tidak perlu mengurusiku, anggap saja aku tidak ada persis seperti dulu" ucap Quirin sambil melewati keduanya
__ADS_1
Calis terlihat sangat kecewa setelah melihat tidak ada tanda-tanda Quirin terluka "Dia sangat beruntung, tapi bagaiman mungkin dia tidak memiliki luka?" batin Calis dengan heran
Grizo diam mematung "Apa seperti ini rasanya tidak dipedulikan?" batin Grizo, ia baru merasakan apa yang telah dirasakan oleh Quirin selama beberapa tahun yang lalu
"Apa yang telah kulakukan padanya selama ini?" gumam Grizo sambil menunduk
Calis yang melihat Grizo tertunduk langsung menepuk pundaknya dengan pelan "Sudahlah yah, dia masih muda, hal yang wajar jika dia tidak ingin kita mengurusinya lagi" ucap Calis mencoba menenangkan Grizo
"Tidak ingin mengurusinya?, itu artinya dia sangat marah padaku hingga tidak membiarkanku mengetahui semua masalahnya" batin Grizo
Bersambung ...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1