
Sepanjang jalan, Vano dan Xia tidak mengeluarkan sepatah katapun, Xia berjalan sedikit jauh dibelakang Vano, mereka berjalan menuju lift, melewati koridor dan akhirnya sampai di depan pintu ruangan Quirin, pintu ruangan pun dibuka oleh Vano
Kelima orang yang berada didalam ruangan secara serentak melihat ke arah Vano, ia dengan cepat berjalan memasuki ruangan tanpa menunggu Xia, dan membiarkan pintu ruangan hampir tertutup
Biasanya, Vano akan melayani orang yang ia kenal dengan membuka dan menutup kembali pintu ruangan, namun kali ini berbeda,
Karena hal itu, Zee, Quirin, Arnius, Gavin, dan Staren merasa aneh, mereka mengira Vano tidak menemukan keberadaan Xia
Setelah 10 detik, Xia tiba-tiba menerobos masuk dengan suara pintu yang dibanting, para bodyguard yang sedang menatap ke arah Vano terkejut, mereka merinding ketika melihat wajah kedua makhluk yang ada didepan mereka saat itu
"Masalah apa lagi sekarang?" tanya Gavin dengan suara pelan, saat berdiri diantara kedua temannya
"Mana ku tau, sepertinya langit akan runtuh" ucap Staren dengan berbisik
"Hey Staren, jangan terlalu berlebihan, bukankah sekarang itu sudah menjadi hal yang biasa?, sebentar lagi juga baikan, lihat saja" ucap Arnius dengan suara pelan
Melihat kedua makhluk itu, Zee hanya diam sambil melipat kedua tangannya, sedangkan Quirin, terus melirik ke arah Vano lalu ke arah sahabatnya secara bergantian
Vano kemudian berdiri berdekatan dengan ketiga temannya, sambil menatap lurus ke depan dengan wajah yang tidak sedap di pandang
Sedangkan Xia yang merasa sangat kesal, langsung berjalan menuju lemari baju Quirin untuk mengemasi barang sahabatnya itu, sambil beberapa kali memegangi pergelangan tangannya yang terlihat agak memerah
"Xia, ada apa dengan wajahmu?" tanya Quirin heran
"Tidak ada apa-apa" ucap Xia mencoba terlihat santai, ia bergegas mencari koper, lalu memasukkan baju-baju dan peralatan Quirin kedalamnya
__ADS_1
"Aku sudah selesai membereskannya" ucap Xia, ia terus berkutat dengan koper lalu berjalan sambil mendorong koper besar itu kearah tempat tidur Quirin
"Kita berangkat sekarang" ucap Zee datar dan langsung mengangkat tubuh Quirin ala bride style hingga sukses membuat Quirin terkejut
"Hey, turunkan aku sekarang juga... aku bisa menggunakan kursi roda, kau tidak perlu mengangkatku seperti ini" ucap Quirin dengan memukul-mukul dada Zee
"Diamlah, kau akan jatuh nanti, apa kau ingin di operasi lagi?, ingin menambah biaya perawatan?, heh, tentu saja akan dicatat ke dalam hu..." ucap Zee dengan santai, sebelum menyelesaikan kalimatnya, Quirin bergegas menutup mulut Zee dengan satu tangannya, karena tangan satunya melingkar di bahu Zee
"Shhttt, apa kau perlu mengucapkannya?, jangan membuat orang lain tau tentang hal itu, dan berhentilah mengancamku!" bisik Quirin tepat di telinga Zee dengan nada sedikit kesal
"Heh" smirk Zee lalu berjalan kearah pintu
Xia yang melihat hal itu jadi lupa dengan kekesalannya, ia menaikkan dahinya, tanpa sadar ia juga membuka mulutnya dengan lebar kemudian bergegas menutupnya dengan tangan, ia tidak menyangka Quirin akan di angkat seperti putri disney oleh Zee yang selama ini di kenalnya memiliki sifat dingin dan cuek
Zee pun keluar ruangan dengan membawa Quirin di lengannya, mendengar suara pintu terbuka, Xia yang masih tercengang tersentak dan mengikuti langkah Zee dengan menyeret sebuah koper besar di belakangnya
Tentu saja karena mereka tidak pernah melihat tuan muda mereka mendekati wanita, apalagi menggendongnya seperti itu, sangat mustahil
"Sepertinya aku salah melihat, kenapa akhir-akhir ini mataku sedikit bermasalah?" ucap Arnius sambil mengucek matanya
"Kalau matamu bermasalah, artinya mataku juga begitu" ucap Gavin sambil menoyor kepala Arnius yang sedang menganga ketika melihat Zee yang sudah berjalan di depan
Xia yang melihat mereka, tidak memperdulikannya dan tetap berjalan di belakang Zee
"Kita ikutin saja tuan muda" ucap Vano yang menetralkan keterkejutannya dan berjalan cepat mengikuti langkah Zee dan Xia, diikuti Arnius, Gavin dan Staren
__ADS_1
Quirin yang merasa di tatap oleh semua orang yang mereka lewati, membenamkan kepalanya di dada bidang Zee karena malu
Zee sedikit terkejut dengan tindakan Quirin, namun kemudian ia tersenyum tipis "Jangan menggodaku di saat seperti ini" bisik Zee
"Siapa yang mau menggodamu, kau tidak melihat tatapan mereka?, seolah aku ini santapan yang sangat empuk" ucap Quirin yang kembali memukul dada Zee
"Biarkan saja mereka, apa kau tau?, saat ini kau terlihat sangat manis" ucap Zee dengan suara pelan menjahili Quirin
"Kau tunggu saja, kata manis itu tidak akan keluar dari mulutmu lagi!" ucap Quirin kes dengan sedikit mencubit dada Zee, dan membuat Zee tersenyum tipis
"Hey, bisakah kalian mengobrolnya setelah sampai di rumah?, jangan di jalan seperti ini, lihat tatapan tajam mereka itu, aku merasa sangat risih" ucap Xia sambil melihat ke kanan dan ke kiri, karena tanpa sengaja mendengar semua percakapan mereka
Bersambung.....
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏