Another Person Life

Another Person Life
Kematian Nevy


__ADS_3

"Hemm... sekarang bagian mana lagi yang harus aku elus?" tanya Quirin, ia berpikir keras dengan menepuk pelan dagu menggunakan ibu jarinya sambil melihat keatas kemudian kekanan dan kekiri


Ketika Quirin mengucapkan kata "mengelus", Nevy membelalakkan matanya, perkataan itu bahkan tidak pernah di bayangkan olehnya


"Nona, ku mohon jangan lagi" ucap Nevy yang sudah tidak berdaya, ia berusaha membalikkan badannya dengan terlentang, kedua tangan yang sudah tidak berfungsi itu dan juga tenaga yang terkuras habis, tidak bisa membantunya melarikan diri


"Iya iya sabar, aku sedang memikirkan bagian mana yang akan mendapat giliran selanjutnya" ucap Quirin dengan santainya, ia pun melihat-lihat tubuh Nevy berkali-kali


Tiba-tiba Quirin mengayunkan kembali benda itu sekuat tenaga, benda itu mengarah tepat di dada Nevy dan menyebabkan semua tulangnya hancur, darahnya sedikit demi sedikit mengalir, karena ia menyemburkan darah dari mulutnya berkali-kali


Nevy melihat ke arah Quirin dengan tatapan penuh penyesalan, pada akhirnya perlahan matanya mulai tertutup dan ia pun menghembuskan nafas terakhir


"Cih, sangat cerewet" ucap Quirin dengan santai, ia melempar besi itu kesembarang arah, lalu dengan cepat menghapus darah yang mulai lengket di wajahnya


Quirin berjalan keluar dengan santainya, pakaiannya dipenuhi noda darah, bahkan di sekujur tubuhnya


Zee, Xeno dan Vano baru saja sampai didepan rumah itu, mereka terkejut saat melihat pintu yang seharusnya berwarna coklat kini berubah menjadi merah, karena mempunyai rasa penasaran yang tinggi, mereka ingin melangkah masuk kedalam rumah itu


Saat masih beberapa langkah, Mereka dikejutkan dengan Quirin yang baru saja keluar dari sana, mereka berhenti melangkah dan membelalakkan matanya saat melihat penampilan Quirin yang sangat mengerikan


"Ada apa?" tanya Quirin saat melihat ketiga orang yang ada di hadapannya menatapnya dengan mata terbuka sempurna

__ADS_1


"Seharusnya kami yang bertanya nona, ada apa dengan nona?, kenapa penampilan nona seperti itu?" tanya Vano dengan sedikit gugup, karena melihat penampilan Quirin, penampilan itu sama seperti kedua orang yang berada di sampingnya saat menyiksa seseorang


"Hanya permainan kecil" ucap Quirin santai, Quirin berjalan melewati mereka bertiga, tiba-tiba Quirin terjatuh tepat di samping Zee, membuat Zee refleks langsung menangkap Quirin


"Coba kau lihat... apa yang terjadi" ucap Zee pergi meninggalkan tempat itu dengan membawa Quirin ala bride style


Xeno dan Vano bergegas kedalam, mereka benar-benar terkejut dengan mayat yang tergeletak di depan mereka dengan tangan serta dada yang hancur, dan banyaknya darah yang menggenang di mana-mana


"Astaga, nona sama mengerikannya dengan Bos dan Tuan muda" batin Vano


"Hmmm... ternyata nona sangat cocok dengan tuan muda" ucap Xeno ternyum tipis


"Bersihkan tempat ini, dan lenyap kan tubuhnya" ucap Xeno lalu pergi meninggalkan Vano sendiri di sana yang sudah merasa sedikit merinding


Faktanya, pada saat melakukan misi, ia hanya menembak dan menusuk saja, tapi sekarang? yang dilihatnya sangat berbeda dari apa yang ia lakukan, hal itu membuatnya merasa ngeri dan sekarang ia tidak punya niat untuk mengganggu nonanya di masa depan


Vano memiliki 1 botol zat berbahaya di dalam sakunya, ia menyimpannya untuk berjaga-jaga jika mendapatkan misi dadakan, zat yang di maksud berupa super asam yang bisa melelehkan tubuh serta tulang seseorang


Vano segera melumuri tubuh itu dengan cairan tersebut, setelah tubuh itu meleleh, ia menelepon 3 bawahannya yang somplak, ya... siapa lagi kalau bukan Arnius, Staren, dan Gavin


"Drtttt drtttt" bunyi ponsel Staren

__ADS_1


Saat Staren mengangkat ponselnya, orang yang menelpon mengucapkan 1 kalimat tanpa basa basi


"Segera ke bagian samping masion yang gelap" ucap Vano di seberang sana dan langsung mematikan sambungan teleponnya


Staren, Arnius dan Gavin memang selalu bersama, jadi mereka akan sangat heboh jika Vano menelepon mereka, arti dari telepon bos mereka itu sudah pasti ada misi penting yang harus mereka lakukan


Sebenarnya bagi mereka pekerjaan itu cukup menyenangkan, karena mereka bertiga sangat tergila-gila dengan hal yang ada kaitannya dengan bunuh membunuh


Bersambung...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment

__ADS_1


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2