Another Person Life

Another Person Life
Sadarnya Quirin


__ADS_3

Sedangkan Feryun sudah menjadi kepala keluarga, kini ia pun mulai menghapus nama V dari daftar orang terkaya yang tersembunyi, dan memilin menggantinya dengan nama Vermilion.


Seluruh dunia bahkan terkejut dengan penghapusan nama tersebut, mereka tidak menyangka bahwa keluarga itu memiliki keturunan yang cukup cekatan.


Feryun tetap berada di Singapura dan tinggal di mansion dimana tempat mereka seharusnya, sedangkan Kiryu mulai mengurus anak perusahan yang pernah bangkrut


Jika memiliki waktu luang, Feryun memilih untuk menjaga Quirin di rumah sakit, terkadang Feryun, Alpha dan Zee sering bersamaan melihat keadaan Quirin.


Mereka mengobrol dan berbincang, tapi Zee tetap membatasi diri dari keduanya, dan keduanya pun tidak memaksa Zee untuk bergabung dengan mereka.


Didalam kamar Quirin, Alpha tengah memegang tangannya "sudah setengah tahun berlalu, apa kau tidak bosan hanya berbaring di tempat ini saja?, apa kau tidak merindukan kami?, ketika kau sadar, aku berjanji akan membawa kemana pun yang kau ingin kan" gumam Alpha sambil menitikkan air matanya.


Tiba-tiba saja, mata indah itu terbuka secara perlahan dan Alpha merasakan pergerakan dari tangan Quirin.


Alpha sangat terkejut dan ia pun dengan cepat berlari untuk memanggil dokter, saat membuka pintu Alpha dikejutkan dengan Al yang baru saja ingin masuk kedalam ruangan.


"Dokter, dia sudah sadar" ucap Alpha sambil tersenyum.


Al sungguh sangat terkejut, ia pun berlari dan melihat dengan matanya secara langsung, dan benar saja, Quirin bahkan sudah membuka matanya dengan lebar.


Alpha mengikuti langkah Al, dan ia melihat Al tengah memeriksa keadaan Quirin, Al pun mulai tersenyum dan menghela nafas lega "dia sudah baik-baik saja, yang perlu kau lakukan hanya memberinya semangat dan jangan lupa untuk memberinya makanan yang bernutrisi" ucap Al sambil menepuk pundak Alpha.


Alpha tersenyum dan ia pun tidak lupa untuk mengucapkan terimakasih pada Al.


Alpha sungguh sangat terharu, ia bahkan sampai tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi "Terimakasih, terimakasih karena selama ini dokter sudah bersedia merawatnya" ucap Alpha dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi.


"Walaupun kalian tidak bisa bersama seperti dulu, tapi ini sudah tugasku untuk merawat pasien yang sedang sakit, aku mengingat perkataan Xura bahwa aku tidak boleh melanggar prinsip dan sumpah yang sudah ku miliki" ucap Al sambil menepuk pundak Alpha sekali lagi.

__ADS_1


Lalu Al mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Zee yang sedang berada di Inggris.


Panggilan itu langsung tersambung dan Al langsung mengatakan ke inti pembicaraan "Dia sudah sadar, pergilah ... " perkataan Al menggantung karena panggilan itu langsung tertutup begitu saja.


"Sudahlah ... aku bahkan sudah kebal dengan sikapnya yang semakin kejam itu" gumam Alpha sambil meninggalkan Alpha dan Quirin berdua di ruangan itu.


Quirin melirik kearah Alpha, ia melihat wajah itu terlihat sangat kelelahan "Alpha" sapa Quirin dengan wajah pucat nya.


"Apa kau tau bahwa aku sangat menghawatirkan mu, kenapa kau baru membuka matamu sekarang?" ucap Alpha sambil memegang tangan Quirin lalu bertekuk lutut dan menyembunyikan wajahnya.


"Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?" tanya Quirin yang sedikit penasaran.


"Setengah tahun" jawab Alpha tanpa berniat mengangkat wajahnya.


Quirin begitu sangat terkejut, lalu Quirin mencoba mengangkat tangan kirinya secara perlahan, Quirin melihat bahwa tangannya telah di perban dan disana terlihat bahwa jari kelingking Quirin sudah tidak ada.


"Benar" ucap Alpha yang mulai mendongakkan wajahnya sambil melihat kearah Quirin.


Quirin melihat wajah Alpha tampak merasa sangat bersalah padanya "Ada apa dengan wajahmu?, aku sungguh tidak apa-apa, saat peluru itu mengenai ku, aku bahkan sudah yakin bahwa jari ini akan hancur." jawab Quirin sambil tersenyum.


Alpha berpikir untuk tidak melanjutkan membahas hal sensitif itu, ia pun berpikir dan seketika memiliki ide "Apa kau haus?, atau lapar?" tanya Alpha yang mencoba mengalihkan pembicaraannya.


"Keduanya" jawab Quirin.


Alpha langsung bergerak ke arah meja Yanga dan di ruangan itu, disana terdapat makanan dan minuman yang sangat bergizi, seperti susu, buah dan roti.


Sedangkan di Inggris, mereka semua di hebohkan dengan sadarnya Quirin.

__ADS_1


Zee langsung menyiapkan keberangkatannya dengan menggunakan jet pribadi. Xeno, Vano, Arnius, Staren dan Gavin juga ikut pergi bersama Zee.


Xeno juga tidak lupa untuk menghubungi Rea, dan keluarga Vermilion di Inggris juga langsung terbang ke Singapura dengan jet pribadi, bahkan Xia di undang oleh Rea untuk ikut bersama mereka ke Singapura.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka bergegas pergi ke rumah sakit, karena tidak ingin terlalu mencolok, Zee dan Vano pergi secara terpisah.


Saat Quirin ingin beristirahat kembali, tiba-riba saja pintu terbuka dengan kasar, lalu Zee masuk dan menatap Quirin dengan dingin.


"Apa kau tau dimana letak mansion pribadi milik Xura?" tanya Zee yang langsung ke inti pembicaraan.


Quirin yang mendengar itu merasa sangat terkejut, ia bahkan binggung kenapa Zee bertanya padanya, bukankah mereka sedang bersama xura?, yang pasti itulah yang ada di dalam kepala Quirin.


Ia pun memberanikan diri untuk bertanya "Ada apa dengannya?" tanya Quirin yang sedikit penasaran.


"Bisakah kau langsung menjawab pertanyaaan yang baru saja aku ajukan?" tanya Zee dengan datar.


Alpha sedikit panik melihat Zee yang begitu menyeramkan, sebagai pebisnis, ia juga mendengar betapa kejamnya sekarang ini, perubahan Zee bahkan membuat seluruh dunia tercengang.


"Tuan, bisakah sedikit perlahan mengajukan pertanyaan pada Quirin?, dia baru saja siuman beberapa jam yang lalu, dan dia masih belum mengetahui situasi saat ini" ucap Al yang berusaha membuat Zee mengerti.


Zee menghela nafas pelan, ia pun memilih duduk di sofa dan menunggu Quirin sedikit lebih stabil.


Sedangkan Vano dan yang lainnya baru saja masuk, mereka terlihat binggung dengan Zee yang tengah duduk di sofa.


Mereka juga melihat bahwa Quirin tampak baru saja tengah terbangun, dan hal itu sangat mustahil untuk mengajukan beberapa pertanyaan.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2