Another Person Life

Another Person Life
Vilyan Bar, Pertemuan


__ADS_3

Sebagai orang yang sudah banyak mencabut nyawa manusia yang berdosa padanya. Quirin juga seorang manusia yang butuh istirahat.


Bahkan Zee sendiri khawatir dengan psikologis Quirin. Bagaimana tidak?, dia seorang wanita tapi sudah banyak membunuh orang. bahkan Zee sendiri tidak menyangka bahwa Quirin bisa menyiksa orang sampai se mengerikan itu.


"Aku benar-benar mengkhawatirkannya, jadi sebaik nya aku akan menuruti segala permintaannya" batin Zee sambil menatap punggung kecil itu.


Xura yang sudah menjadi Quirin bahkan ingin menenangkan diri nya sesaat, setelah lama membalaskan dendam itu, ia bahkan tidak pernah sekali pun bisa beristirahat dengan tenang.


Dulu, saat dia memejamkan mata, maka saat itu juga Quiran keluar dalam mimpi nya, mereka selalu berinteraksi melalui mimpi.


Bahkan Quirin juga sesekali bertemu dengan seorang wanita selain Quiran, ia terus berterimakasih pada Quirin dan hal itu membuat Quirin sedikit kepikiran.


"Benar, siapa wanita itu, dia tidak menunjukkan wajahnya, tapi rambut pendek, serta kulit putih dan kaki yang jenjang membuatku berpikir bahwa dia adalah wanita yang sangat cantik" batin Quirin.


"Ayo, aku akan menunjukkan jalan, kita harus beristirahat sejenak" ucap Zee yang langsung memegang tangan Quirin dan menggandengnya.


Xeno yang melihat itu memutar bola matanya dengan malas "Zee sepertinya sudah nyaman padanya, sehingga aku bisa melihat dia sudah dua kali memegang tangan Quirin" batin Xeno yang berjalan di belakang sendirian.


Seluruh pegawai rumah sakit dan pasien menatap ke arah mereka, ke duanya jika berjalan memang sangat serasi.


"Bisakah kalian berjalan lebih cepat?, aku tidak suka menjadi pusat perhatian" ucap Xeno yang berada di belakang kedua orang itu.


Zee dan Quirin yang mendengar keluhan itu hanya bisa tertawa kecil, mereka juga mempercepat langkah mereka dan ketika sudah berada di luar, keduanya langsung masuk kedalam mobil dan diikuti oleh Xeno.


Tapi kali ini, yang membawa mobil adalah Zee. mereka bertukar posisi dan membuat Xeno terlihat senang.


"Akhirnya aku bisa beristirahat" batin Xeno sambil memejamkan matanya.


"Zee" panggil Quirin.


Quirin ingin mengatakan sesuatu tapi Zee langsung menghentikannya.


"Nanti saja bicaranya, dia tidak pernah tidur dengan nyenyak, beri dia waktu untuk istirahat" ucap Zee sambil memberikan kode melalui mata nya.

__ADS_1


Quirin mengikuti arah mata itu, ia juga bisa melihat bahwa Xeno tengah tertidur pulas. Dirinya juga masih memiliki hati nurani dan Quirin langsung mengangguk.


Ketika mereka telah sampai, ternyata Zee membawa Quirin ke sebuah pantai.


"Sepertinya aku pernah mengalami ini" batin Quirin.


"Ayo kita keluar dan biarkan dia beristirahat" ucap Zee sambil keluar dari mobil dan di ikuti oleh Quirin.


"Kita akan pergi ke sana" ucap Zee sambil menunjuk ke arah sebuah bar yang letaknya di atas batu karang.


Vilyan Bar adalah tempat nongkrong yang wajib dikunjungi saat berada di singapura. Bar ini terletak di atas batu karang setinggi 14 meter dari laut. Akses menuju Vilyan Bar adalah dengan menggunakan lift khusus.


Quirin yang melihat dari bawah begitu sangat terpana, karena saat dirinya menjadi Xura, ia hanya tau bekerja dan bekerja.


Bahkan saat Kai menawarkan untuk mengajaknya berkencan ke Vilyan Bar, Xura menolah dengan alasan pekerjaan kantor menumpuk.


Ternyata pemandangan yang di suguhkan dapat memanjakan mata, "Apa mereka berdua ke sini?, dulu aku menolak ajakan Kai. Dan tentu saja dia akan pergi ke tempat ini bersama Cassi" batin Quirin sambil menengadahkan kepalanya.


Suara deburan ombak yang menerpa batu karang akan terdengar saat pengunjung berada di Vilyan Bar. Akan tetapi, suara tersebut hanya terdengar samar-samar karena bar ini memutarkan musik ala night club dengan volume yang cukup keras.


"Ini sangat mengesankan" gumam Quirin.


"Sangat bagus jika kau suka, sekarang kita harus menaiki lift, pemandangan di atas jauh lebih cantik" ucap Zee sambil menggandeng tangan Quirin.


Setelah keduanya sampai di atas, ternyata benar saja, pemandangan di atas jauh lebih indah dari pada saat melihat pemandangan dari bawah.


Saat Quirin dan Zee tengah bergandengan tangan sambil melihat kearah laut.


Seseorang tengah memperhatikan keduanya, ia terlihat kesal karena seorang pria tampan sudah memiliki pasangan.


Orang itu menatap ke arah Zee dengan tatapan menggoda, ia sudah melihat wajah Zee dari depan dan kini ia hanya melihat punggung Zee dan Quirin saja.


"Bagaimana mungkin pria setampan itu justru di dapatkan oleh seorang wanita yang jelek?, aku tidak boleh kalah darinya" gumam orang itu sambil berjalan mendekati Zee dan Quirin.

__ADS_1


"Hai" sapa orang itu sambil tersenyum.


Zee yang sangat fokus justru tersentak kaget, lalu ia menoleh ke arah kanan, di sampingnya terlihat seorang wanita yang tengah tersenyum padanya.


Quirin yang tidak mendengar sapaan itu menoleh kearah Zee, ia sedikit heran kena Zee melihat ke samping. ketika kepala Quirin mundur kebelakang, mata itu kini terbelalak lebar.


Quirin melihat wanita itu tengah menatap Zee dengan tatapan lapar.


"Sialan!, kenapa manusia itu berada disini!" batin Quirin yang sudah mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.


Zee bisa merasakan genggaman tangan Quirin yang begitu kuat, ia menoleh kearah Quirin dan terlihat wanita itu tengah menggeretakkan giginya.


"Kau mengenalnya?" bisik Zee pada Quirin.


"Dia Cassi" jawab Quirin dengan cepat namun masih dalam keadaan berbisik.


Zee terkejut, ternyata wanita yang baru saja mereka ceritakan tengah berada di hadapan keduanya.


"Apa kau mengabaikan ku?" tanya Cassi sambil tersenyum.


Zee tidak menjawab pertanyaan Cassi, ia sangat sibuk melihat lurus kedepan.


"Hei nona, Kau tidak melihat ini?, apa mata mu itu buta?" ucap Quirin dengan wajah datar dan menunjukkan tangannya tengah menggandeng tangan Zee.


Saat Quirin dan Zee datang, Cassi tidak melihat wajah Quirin dengan jelas, ia justru terus memandang kearah Zee, tapi Cassi justru bisa menyimpulkan bahwa Quirin adalah wanita jelek.


Saat Quirin menunjukkan wajahnya, Cassi tampak terkejut dan kedua bola matanya itu hampir keluar dari tempatnya.


"Ternyata dia sangat cantik, pantas saja pria ini menyukainya" batin Cassi yang sedikit malu dan ia pun langsung menatap kearah lain.


Tapi, bukan Cassi namanya jika langsung mundur begitu saja, ia justru tidak ingin mundur, ia tidak mau kalah dari wanita yang ada di hadapannya ini, "Aku melihatnya, dan aku juga hanya menyapa saja" ucap Cassi sambil melihat kearah Zee.


"Walau dia cantik, tapi aku yakin bahwa aku bisa menarik perhatian pria tampan ini" batin Cassi.

__ADS_1


Quirin menatap Cassi dengan tajam "Kau wanita yang sangat tidak tau malu, ternyata dulu kau menggoda Kai dengan cara seperti ini, mungkin saja kau juga sudah menyerahkan tubuhmu itu" batin Quirin dengan menggeretakkan giginya.


Bersambung ...


__ADS_2