Another Person Life

Another Person Life
Apa Peran Kita Terbalik?


__ADS_3

Andrea mendengar suara langkah kaki, ia pun langsung bergerak menoleh ke belakang.


"Mau kemana kamu?" tanya Andrea dengan memicingkan matanya.


Seketika saja langkah Feryun terhenti, ia menoleh dan melihat ke arah Andrea "Bukan urusan nenek" jawab Feryun sambil melanjutkan langkah nya keluar dari mansion.


Kiryu yang berada di belakang Feryun membungkukkan tubuhnya pada Andrea lalu melanjutkan langkah nya.


Andrea yang mendengar itu merasa sangat kesal "Dia!." geram Andrea.


"Kenapa aku memiliki anak dan cucu yang suka membantah perkataanku?" lanjut Andrea dengan wajah kesal nya.


Andrea berpikir, jika ia melepaskan kedua cucu nya itu, maka tidak ada yang bisa meneruskan kekayaan nya, karena itulah Andrea selalu bersabar dengan tingkah Feryun dan Rea.


...****************...


"Sial!, karena wanita itu mobil kesayanganku rusak!" teriak Cassi dengan melempar semua barang yang ada di mansion nya.


"Bisa kah kau tenang?, kau sudah menghancurkan Bangka barang di rumah ini" ucap Kai yang sudah pusing melihat kelakuan Cassi.


Jika wanita itu kesal, pasti ada saja barang yang akan hancur.


Cassi langsung menatap Kai, ia tidak suka Ki mengatakannya seperti itu. "Menyebalkan!" teriak Cassi dengan keras.


Cassi pergi dari hadapan Kai, ia pun memasuki kamar Xura "semua ini telah menjadi milikku!" ucap Cassi sambil tersenyum smirk.


Tiba-tiba saja, ponsel Cassi berdering.


"Bagaimana?, apa pekerjaan yang aku berikan telah kau lakukan?" tanya orang yang ada di seberang telefon.


Cassi yang mendengar itu langsung tersenyum senang "haha ... Tentu saja, dia mungkin sedang berada di rumah sakit" ucap Cassi dengan tersenyum smirk.


"Bagus, aku tidak ingin wanita itu mendekati Alpha, karena bagaimana pun Alpha akan tetap menjadi milik ku." ucap orang itu sambil mematikan sambungan itu.

__ADS_1


Cassi melihat ponselnya, ia pun langsung tersenyum smirk "Haha ... kau sangat tidak beruntung Xura, awalnya aku benar-benar sangat membencimu, dan aku pikir aku tidak bisa melakukan apapun. Tapi, ternyata tuhan sedang berpihak padaku. Dia datang dan menawarkan hal yang sangat menggiurkan. tentu saja aku tidak dapat menyia-nyiakan kesempatan itu." ucap Cassi sambil tersenyum smirk.


#Flashback on


Di acara pesta itu, Cassi terlihat sangat kesal, ia pun terus menggerutu karena melihat Xura di lindungi oleh Alpha.


"Sialan, bagaimana bisa bersama tuan Alpha, dia orang yang sangat penting untuk perusahaan, tidak mungkin aku menyinggung nya" gumam Cassi.


Tiba-tiba saja, seorang wanita terus melihat Cassi tengah menggerutu, "Kau sangat membenci nya?" tanya wanita itu.


Cassi menoleh dan terlihat seorang wanita tengah berpakaian modis namun wanita itu justru tengah memunggungi nya "Tentu, aku bahkan sangat membenci nya" ucap Cassi dengan menggeretakkan gigi nya lalu membelakangi gadis itu.


"Baiklah, aku bisa membantu mu .... tapi dengan satu syarat, kau harus membunuh wanita itu, dan aku akan membantu mu di perusahaan." ucap wanita itu sambil menggoyangkan gelas yang ada di tangan nya.


Cassi terkejut lalu ia menoleh kembali "membunuh?, kau yakin?, dia pasti akan di lindungi oleh tuan Alpha, jika dia mengetahui aku yang menyakiti Xura, maka aku akan terkena masalah, dan perusahaan ku juga akan di ambang kehancuran" ucap Cassi


Wanita itu terlihat kesal karena Cassi berpikir bahwa ia tengah di permainkan oleh dirinya "Kau tenang saja, karena aku bisa membantu 0mu, tapi syarat ku berlaku ketika kau sudah mengerjakan tugas mu" ucap wanita itu.


#Flashback Off


"Siapa wanita itu?, kenapa dia terlihat sangat membenci Xura?, apa karena dia menyukai tuan Alpha?, sepertinya benar" gumam Cassi.


Cassi duduk sambil merenung, sekarang di pikirannya adalah wanita yng telah menabrak mobil nya.


"Pria tampan itu harus menjadi milik ku, dia juga terlihat sangat kaya, wanita bar bar sepertinya tidak boleh mendapatkan pria tampan seperti itu" gumam Cassi sambil menggeretakkan gigi nya.


...****************...


Sedangkan Alpha terus berfikir kenapa Cassi tidak takut pada nya, padahal jelas-jelas dulu Cassi meminta pertolongan nya, tapi sekarang Cassi bahkan tampak tak perduli dan telah mengusiknya.


"Kau berpikir akan lolos begitu saja?, tentu saj tidak, aku akan menghancurkan mu dan juga orang yang ada di belakang mu. Jika tidak ada dia, aku yakin kau tidak akan seberani ini padaku" gumam Alpha sambil berjalan keluar ruangan.


"Theo!" panggil Alpha.

__ADS_1


"Tuan Alpha!" sapa seorang wanita.


Alpha terkejut dan ia pun mengerti heran "Kau?!"


"Ada perlu apa kau ke sini?" tanya Alpha heran, pasalnya ia tidak pernah memberitahukan dimana dirinya berada, tapi kenapa wanita itu tau tentang dirinya.


Wanita itu melirik kearah Theo, lalu Alpha juga melirik kearah nya.


Alpha menatap tajam kearah Theo, Theo pun terkejut, ia langsung mengalihkan wajahnya ke sembarang arah.


"Bagaimana keadaannya?," tanya wanita itu memasang wajah khawatir.


Alpha menghela nafas kasar, ia pun langsung memutar bola matanya dengan malas "dia tidak apa-apa" jawab Alpha.


Theo melirik ke arah wanita itu, ia melihat wajah wanita itu terlihat sangat kesal "ada apa dengan wajah mu, Vini?" tanya Theo sambil mengernyitkan dahi nya.


Vini tersentak kaget dan langsung tersenyum "tidak apa-apa, aku hanya kasihan melihat nya. oh ya, apa wanita itu yang pernah kau tolong?" tanya Vini dengan penasaran.


Theo dan Alpha melirik satu sama lain, "tidak!, wanita itu sudah meninggal, dia hanya rekan kerja yang baru saja kembali" ucap Alpha sedikit berbohong.


Walau saat itu Alpha meminta pertolongan Vini untuk mencari rekaman saat Cassi membunuh Xura, tapi Alpha tidak ingin Vini mengetahui seluruh rahasia Xura.


"Tapi aku tidak pernah melihat wajah nya" ucap Vini sambil mengintip wajah Xura dari kaca pintu.


Alpha mengerutkan dahi nya, ia berpikir, kenapa setiap ada wanita yang mendekati Alpha, maka Vini seakan begitu ingin tahu tentang wanita itu. Hal itulah yang membuat Alpha tidak ingin dengan Vini, tapi saat itu, alpha sangat membutuhkan bantuannya, jadi ia dengan sangat terpaksa menghubungi Vini untuk mencari tau tentang kejadian itu.


"Apa peran kita terbalik?, dan haruskah aku melaporkan semua kegiatanku pada mu?" tanya Alpha menatap Vini dengan tajam.


Vini yang mendengar perkataan itu sangat terkejut, ia menoleh kearah Alpha "A-aku minta maaf, aku hanya ingin bertanya saja" ucap Vini dengan gugup.


"Berhenti mencampuri urusan ku, jika kau tidak ingin bekerja pada ku, maka katakan saja, aku dengan senang hati akan mencari pengganti" ucap Alpha dengan dingin.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2