
"Kenapa kau mempertanyakan hal itu?, kau ingin membuatku marah?" tanya Xeno dengan tatapan tajam.
"tidak, aku hanya bertanya, kau terus mengatakannya keji, lalu kau yang saat itu membunuh orang tua kandungmu bisa ku sebut apa?" tanya Al dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Bukankah kau memiliki alasan tersendiri?, itu artinya jika dia membunuh anggota keluarganya dia pasti memiliki alasan yang kuat, sama seperti mu, jadi berhentilah mengatakan hal yang sangat menjengkelkan itu," ujar Al yang sudah sangat kesal dengan Xeno.
Xeno terdiam membisu, ia sudah tidak berkata apa-apa lagi, perkataan Al membuatnya kembali mengingat kejadian berpuluh-puluh tahun yang lalu.
Kejadian itu bahkan membuat rasa sakit yang sudah tenggelam kini muncul kepermukaan lagi.
#Flashback On
Disebuah hutan, ada seorang anak kecil berumur 8 tahun sedang menebang pohon, dengan tangan kecil itu dirinya memegang kapak yang berat dan sesekali mengayunkan nya pada dahan pohon itu.
setelah beberapa jam telah berlalu, tanpa kenal lelah dia bahkan terus mengayunkan tangannya, walau tangan kecil itu terasa sakit, tapi dirinya tidak memperdulikan hal itu.
Akhirnya, pohon yang menjulang tinggi itu rubuh dan membuat sang anak kecil itu berlari sedikit jauh.
Anak itu pun langsung memotong bagian pohon menjadi beberapa bagian, ia juga membersihkan dahan pohon itu.
Tidak terasa, malam mulai menghampirinya, ia yang tidak sadar akan hal itu terkejut dengan tidak adanya cahaya.
"Tidak terasa, aku berada di hutan sepanjang hari" gumam anak itu.
Anak itu mengangkut semua dahan pohon dan berjalan menyusuri rumput yang menjulang tinggi, dengan di temani cahaya rembulan, anak itu berlari dengan cepat.
Setelah sampai dirumah, kedua orang tuanya menunggu sang putra "kenapa kau sangat terlambat Xeno?" tanya Mowin yang tidak lain adalah ayah Xeno.
__ADS_1
"A-aku ... " jawab Xeno gugup sambil menunduk didepan pintu rumahnya.
Bianca yang berada di samping Mowin memicingkan matanya, amarahnya sudah tak terbendung lagi, ia sangat kesal melihat anak yang ada di hadapannya itu "aku sudah sangat kelaparan, gara-gara kau aku membeli makanan dari luar, kau pikir kami memiliki uang banyak?!" teriak Bianca dengan wajah marah.
"Malam ini kau harus tidur diluar, aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!" teriak Bianca dengan marah sambil membanting pintu dengan kuat.
Xeno sudah tidak bisa membendung air matanya, walau kedua orang tuanya berlaku sangat kasar, tapi Xeno tetap bersabar dan duduk di depan pintu rumahnya.
Tengah malam tiba, Xeno terduduk didepan rumahnya tanpa mengenakan selimut, ia hanya mengenakan pakaian tipis, baginya malam itu terasa sangat dingin, tapi Xeno tetap berusaha agar matanya mulai terpejam dan tidak merasakan dinginnya malam.
Suara pintu terbuka mulai menganggu telinga Xeno "masuklah Xeno, angin malam tidak baik untuk tubuhmu"
"Nenek?" ucap Xeno terkejut.
"Masuklah, malam ini kau bisa tidur dengan nenek" ucap Nayla sambil tersenyum.
Xeno terus bersabar dan bertahan hanya karena dirinya tidak bisa berbuat apapun, ia sangat merasa kasihan dengan neneknya yang sudah terlalu tua untuk diajak pergi dari rumah itu.
Xeno masuk kedalam dan dia juga masuk kedalam kamar neneknya.
Keesokan paginya, Bianca kembali marah karena tidak mendapati Xeno di luar rumah.
"Xeno!, Xeno!," panggil Bianca dengan berteriak keras.
"Ada apa ma?, kenapa berteriak?" ucap Kelly yang baru saja bangun sambil menguap.
Dia menoleh kebelakang dan mendapati Kelly, ia menatap Kelly dengan tatapan manis "dimana Xeno?, mama menguncinya diluar tapi mama tidak menemukannya di sana" ucap Bianca dengan suara nyaring.
__ADS_1
Xeno yang berada di kamar Nayla membuka matanya, ia mendengar suara keributan yang dilakukan oleh Bianca, melihat neneknya masih tidur dan tak ingin mengganggu, Xeno turun dari tempat tidurnya dan melangkah keluar kamar.
Bianca melihat kearah pintu yang baru saja terbuka, mata yang awalnya menatap Kelly dengan senyuman kini mulai menatap Xeno dengan tajam.
"Siapa yang menyuruhmu masuk kedalam rumah?!" teriak Bianca menuju kearah Xeno.
Bianca melihat kearah dalam, dia mendapati sang ibu sedang tertidur "jangan katakan dia yang membawamu kedalam?" gumam Bianca dengan geram.
Xeno hanya diam dengan kepala menunduk dan tubuh yang bergetar.
"Kenapa diam saja?!" teriak Bianca dengan berteriak keras.
Nayla yang tertidur merasa terusik dengan teriakan Bianca, ia melihat Xeno dimarahi oleh Bianca didepan kamarnya.
"Apa yang kau lakukan Bianca?, kenapa kau memarahi Xeno?" ucap Nayla yang baru saja turun dari tempat tidurnya dan berjalan kearah Xeno.
"Aku tidak punya urusan dengan ibu, jangan sekali-kali ibu mengurusi urusanku" ucap Bianca menatap kearah Nayla dengan tajam.
"Dia itu anakmu!, kenapa kau melakukan Kelly dan Xeno dengan cara berbeda" balas Nayla dengan membiarkan Xeno bersembunyi di belakangnya.
"Dia itu laki-laki, jadi dia harus bekerja keras, sedangkan kakaknya perempuan dan tidak punya kewajiban untuk mengurusi keuangan keluarga" teriak Bianca didepan wajah Nayla.
"tapi dia masih kecil, kau tidak memiliki hati nurani!" balas Nayla dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Aku tidak perduli!, dia harus bekerja untuk keluarga ini, aku melahirkannya dengan susah payah dan dia harus membalaskan dengan cara ini!" ucap Bianca sambil meninggalkan nenek dan cucunya itu.
Sedangkan Kelly hanya menatap kedua orang itu dengan malas lalu mengikuti langkah Bianca.
__ADS_1
Bersambung ...