
"Bibi harap kamu mengerti kenapa Rea bersikap itu padamu," ucap Amber sambil tersenyum dan meninggalkan Quirin di dalam kamarnya.
Sedikit demi sedikit Quirin mulai menyadari bahwa dirinya yang sekarang bukanlah dirinya dulu lagi.
"Apa karena aku sangat menginginkan kehidupan Xura, sehingga membuatku berubah menjadi seperti ini?," gumam Quirin sambil termenung.
Quirin tersenyum dan mulai memakan makanannya, setelah makanan itu habis, ia merilekskan diri dan berfikir untuk merubah dirinya kembali seperti dulu.
Dan pertama-tama yang harus di lakukannya adalah menghubungi Alpha.
[Aku sekarang berada di Inggris, kau bisa menyusul ku kapan pun kau mau].
Quirin bahkan ingin memulai seperti awal lagi, baginya meminta maaf melalui ponsel sangat lah tidak tulus, jadi ia mengirim pesan pada Alpha dan jika Alpha benar-benar mendatanginya maka ia akan meminta maaf dengan tulus.
Keesokan paginya, mereka kembali sarapan bersama, tapi mereka tidak melihat Quirin, dan mereka terkejut ketika Quirin menyanyikan makanan di atas meja.
"Selamat pagi," ucap Quirin sambil tersenyum.
Awalnya Rea begitu terkejut melihat Quirin menyajikan makanan di atas meja, tapi Rea tampak tidak memperdulikannya, ia masih terlihat kesal dengan sikap Quirin.
Sedangkan Jay dan Amber merasa bangga melihat Quirin mau berubah sedikit demi sedikit.
Mereka makan bersama, tapi tidak ada yang berani memulai percakapan, dan sesekali Quirin melirik kearah Rea.
Sedangkan Rea tampak acuh tak acuh, setelah selesai makan ia langsung pergi keluar mansion untuk pergi ke perusahaan.
Quirin yang melihat sikap Rea mulai menghela nafas pelan, lalu Amber dan Jay langsung menghampiri Quirin, "Berusahalah, adikmu memang memiliki sifat keras kepala," ucap Amber dan Jay.
Keduanya bisa mengetahui bahwa Quirin ingin dapat pengakuan dari Rea, karena bagaimanapun juga, Quirin merasa telah bersalah pada Rea.
"Terimakasih paman, bibi," ucap Quirin sambil tersenyum dan berusaha menyemangati dirinya.
__ADS_1
Susah beberapa hari berlalu, Quirin membuktikan bahwa dirinya telah berubah, ia pun melakukan apapun yang bisa di lakukannya, ia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak menginginkan harta siapapun dan bisa mengandalkan dirinya sendiri untuk menjadi kaya.
Rea yang melihat perubahan sang kakak mulai tersenyum.
Pagi hari, setelah menyajikan makanan di atas meja, Rea melihat Quirin tampak kelelahan, "Duduk lah kak, kita akan makan bersama dan mulai sekarang aku akan mengajarimu sesuatu," ucap Rea dengan lembut.
Quirin terkejut mendengar suara Rea yang begitu lembut padanya, biasanya adiknya itu bersikap cuek dan berwajah datar.
Sekarang Quirin tampak tersenyum dan duduk di kursinya, sedangkan Jay dan Amber juga merasa lega, karena anaknya mulai luluh dengan usaha Quirin, dan kini mereka semua memakan makanannya dengan lahap.
Setelah menyantap makanan mereka, Rea mengeluarkan sebuah botol, ia pun memberikan sebuah botol pada Quirin, "Kakak harus meminum vitamin ini, karena mulai sekarang aku akan mengajarkan kakak tentang perusahan," ucap Rea sambil melihat kearah Quirin.
Quirin mengangguk dan menerima botol Vitamin itu.
Walau Quirin memilki ingatan Xura, tapi ia tidak bisa menganggap remeh tentang perusahan, ia pun bersedia menerima pengajaran dari Rea.
Setelah berhari-hari, Rea memasukkan Quirin kedalam perusahan Vermilion, "kak, sebelumnya aku minta maaf pada kakak, tapi sebagai langkah awal perjalanan kakak, aku ingin kakak menjadi karyawan di perusahaan ini dan belajar semuanya, apa kakak tidak masalah dengan itu?," tanya Rea dengan pelan karena bagaimana pun Quirin tetap lebih tua darinya dan ia harus sopan pada kakaknya.
Rea terkejut mendengar jawaban Quirin, mereka pun pergi ke perusahaan bersama, tapi Quirin meminta Rea menurunkannya di tepi jalan.
"Hentikan saja mobilnya di sini," ucap Quirin pada Rea.
Rea terkejut mendengar perkataan Quirin, dan ia pun menghentikan mobilnya, "tapi kak, perusahan lumayan jauh dari sini," ucap Rea sambil melihat kearah Quirin.
"Tidak apa-apa, aku ingin mereka tidak mengenaliku, dengan begitu aku bisa belajar dengan mudah," ucap Quirin lalu turun dari mobilnya.
Rea semakin kagum dengan kakaknya itu, ternyata kali ini kakaknya benar-benar bersungguh-sungguh.
...****************...
Di rumah sakit, Zee kini telah sadar, ketika membuka matanya ia terlihat terkejut karena melihat Xura berada di sampingnya.
__ADS_1
"Xura," ucap Zee sambil mengedipkan matanya berulang kali karena ia berpikir bahwa itu hanyalah halusinasi.
Xura yang memejamkan mata kini terkejut mendengar suara Zee, ia melototkan matanya dan langsung berlari kearah pintu.
Ia membuka pintu dengan kuat sehingga membuat Alica, Vano, Arnius, Staren dan Gavin terkejut, "Vano, tolong panggil Al," ucap Xura dengan panik.
Vano mengangguk dan dengan cepat menghubungi Al, seketika saja Al datang dengan terburu-buru.
Mereka semua masuk dan melihat Zee telah membuka matanya, sedangkan Zee justru terkejut melihat wajah mereka yang terlihat begitu panik.
"Aku baik-baik saja, tidak perlu memperlihatkan wajah jelek kalian," ucap Zee sambil memegang wajahnya dengan satu tangan.
Xura yang mendengar itu merasa kesal, ia pun langsung mencubit tangan Zee sehingga membuat pasien itu berteriak, "dasar pria bodoh, bisa-bisanya kau menyakiti dirimu sendiri," ucap Xura dengan mengeram marah.
Arrgghh
"Bisakah kau pelan sedikit, aku ini pasien yang tengah di rawat," ucap Zee dengan menatap tajam kearah Xura.
Bukan hanya Xura saja yang terlihat kesal, ternyata semua orang yang ada di sana justru terlihat kesal pada Zee.
Sedangkan Al hanya berfokus memeriksa kesehatan Zee, "Berterimakasih lah pada Max dan Alica, jika tidak ada mereka, aku yakin kau akan mati di bawah wanita itu," ucap Al sambil melihat kearah Zee.
"Terimakasih telah membantuku," ucap Zee sambil menatap Alica.
Alica terkejut mendengar tuannya kini mengucapkan kata terimakasih, karena biasanya ia hanya mengucapkan tolong dan tidak ada yang lain, ini pertama kalinya Alica bisa mendengar kata yang begitu langka itu, "Sama-sama tuan," ucap Alica sambil tersenyum tulus dan sedikit membungkukkan tubuhnya.
Kini suasana begitu hening, dan Xura pun menghela nafas dalam-dalam, "aku ingin meminta maaf pada kalian semua, tolong maafkan aku," ucap Xura sambil membungkuk kan sedikit tubuhnya.
Semua orang menganggukkan kepala mereka dan juga mereka tersenyum tulus, "Kami memaafkan nona," ucap Alica mewakili mereka yang ada di ruangan itu.
Bersambung ...
__ADS_1