Another Person Life

Another Person Life
Permintaan Maaf Jeslyn


__ADS_3

Jeslyn terus menangis, wajahnya kini pucat karena kehilangan banyak darah.


Quirin bahkan tidak memperdulikannya, baginya sekarang adalah membunuh Jeslyn pembalasan yang setimpal atas apa yang sudah di lakukan oleh Beymi pada ibunya.


"Kau sangat bodoh Quirin, pembunuh ibu mu itu telah hidup dengan mewah, tapi kau sama sekali tidak mengetahuinya, entah reaksi apa yang harus aku berikan padamu." umpat Quirin dengan kesal.


"Kau harus membayar mahal atas perbuatan ibumu pada keluargaku" gumam Quirin sambil menggoreskan pisau itu terus menerus ke tubuh Jeslyn.


"Arghhhh"


"Ibu" rintih Jeslyn


Jeslyn sama sekali tidak bisa bergerak, ikatan yang ada di tangan dan kakinya sangatlah kuat.


"Apa yang sudah ibuku lakukan pada keluargamu?" tanya Jeslyn dengan wajah yang sudah tertunduk.


"Setiap pagi dia memasukkan obat kedalam minuman ibuku. karena perbuatannya itu ibuku bahkan tidak bisa mati dengan tenang" ucap Quirin dengan mengeram marah.


"Di-dia yang membunuh?" tanya Jeslyn terkejut.


Pasalnya Jeslyn tidak mengetahui apapun tentang itu, ia yang saat itu sedang sakit hanya mengetahui bahwa ibunya telah mendapat pekerjaan baru yang sangat layak di keluarga Alister.


#Flashback On


Saat itu Beymi pulang dengan membawa sejumlah uang, "nak, ibu sudah punya uang untuk membiayai pengobatan mu" ucap Beymi tengah berbicara pada Jeslyn yang tengah terbaring di kasur.


Saat itu Jeslyn berumur 8 tahun, dengan cepat Beymi membawa Jeslyn kerumah sakit, dan sampai beberapa bulan telah berlalu.


Ketika Jeslyn sembuh, ia bahkan merasa gaji sang ibu masih belum mencukupi kebutuhan nya, Ia pun langsung memarahi Beymi karena hanya membawa uang yang sangat sedikit.


Hari-Hari terus berjalan dengan di awali pertengkaran ibu dan anak, Beymi cukup leleh mendengarkan keluh sang anak.

__ADS_1


Jeslyn berdiri di hadapan ibunya yang sedang duduk di sofa "Ibu!, kenapa ibu hanya membawa usang segini?" tanya Jeslyn dengan marah.


"Dari awal gaji ibu memang hanya itu Jeslyn" ucap Beymi dengan nada rendah.


"Aku tidak mau tau, pokoknya ibu harus mendapatkan uang yang banyak untukku" teriak Jeslyn dengan marah dan membanting pintu kamarnya dengan sangat kuat.


Ia yang masih berusia 8 tahun mampu memikirkan soal uang, karena dirinya sangat lelah hidup dengan berkecukupan.


Beberapa hari kemudian, Beymi masuk kerumah dengan senyum mengembang di bibirnya "Jeslyn!" teriak Beymi


Jeslyn yang berada di kamar langsung keluar menuju asal suara "ada apa ibu?" tanya Jeslyn dengan malas.


"ibu ingin memberikan ini ..." ucap Beymi sambil memberikan segepok uang di tangan Jeslyn.


Jeslyn terkejut melihat uang itu, matanya kini langsung berbinar dan senyuman itu ikut mengembang seperti Beymi.


"Terimakasih ibu" ucap Jeslyn sambil memeluk Beymi.


Sejak saat itu, keuangan Beymi tidak pernah kurang melainkan melebihi kata cukup.


Karena terus beranjak dewasa, Jeslyn merasa bosan berada di rumah, ia pun melamar pekerjaan di sebuah cafe untuk mengisi kekosongan nya saja.


#Flashback Off


Jeslyn yang mengingat itu merasa sedikit bersalah, karena ulahnya sang ibu berbuat nekat.


Jeslyn pun terkejut dan menengadahkan kepalanya, dari awal ia terus bertanya-tanya alasan Quirin menyiksanya, ternyata perkataan Quirin mampu menjawab seluruh pertanyaan yang ada di kepala Jeslyn.


"Beymi sangat pintar menutup mulutnya dengan sangat rapat, jadi tidak heran jika kau tidak mengetahuinya. Tapi, bukankah kau terus memarahi Beymi karena kekurangan uang?, karena itulah dia menerima suap dari seseorang yang menyuruhnya untuk membunuh ibuku. Yang artinya kau juga ikut andil dalam pembunuhan ini"


"Ternyata asalan itu yang membuatku berada dalam situasi ini" gumam Jeslyn sambil menatap Quirin dengan mata bersalah.

__ADS_1


Quirin terlihat kesal ketika melihat tatapan Jeslyn yang tertuju padanya "kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Quirin dengan memancarkan aura dingin.


"Aku ingin meminta maaf padamu, karena aku ... " ucap Jeslyn dengan kembali menunduk.


perkataan itu terpotong oleh Quirin "haa ... kau meminta maaf setelah mendapatkan kehidupan mewah ini?, kau pikir aku akan memaafkan mu begitu saja?" tanya Quirin dengan datar.


"Maafkan aku" ucap Jeslyn sambil menangis.


"Aku tidak membutuhkan permohonan maaf mu, lagi pula kejadian itu sudah sangat lama. aku melakukan ini padamu semata-mata karena aku ingin memberi tau ibu mu seperti apa rasa sakit yang telah dia berikan padaku" ucap Quirin dengan tatapan tajam.


Quirin mencengkram dagu Jeslyn dengan sangat kuat sehingga membuat wajah itu terangkat.


Quirin bisa melihat mata Jeslyn terlihat sangat indah, namun Quirin langsung menusuknya dengan pisau.


"Arghhhhhhh"


Jeslyn sudah merasakan sakit di seluruh tubuhnya, sayatan yang di berikan Quirin begitu sangat menyakitkan dan sekarang, Jeslyn harus merasakan rasa sakit itu di bagian mata.


Walau dalam keadaan yang sangat malang, tapi Jeslyn tetap menatap wajah Quirin dengan rasa bersalah, ia bahkan terus mengucapkan kata maaf di iringi dengan teriakannya.


"Maafkan aku" ucap Jeslyn dengan satu mata yang masih terbuka.


Quirin yang mendengar perkataan Jeslyn justru menekan pisau yang masih bertengger di mata Jeslyn.


"Arrgghhhh, Maafkan aku" Jeslyn berteriak dengan meneteskan air mata darah.


"Sudah aku katakan, aku tidak butuh kata maaf" ucap Quirin dengan mata yang juga memerah dan langsung mencabut pisau itu dari mata Jeslyn.


Darah yang keluar dari mata Jeslyn, kini mengenai wajah Quirin dan siapa sangka setelah mencabut pisau itu kini air mata Quirin tumpah begitu saja hingga ia seperti menangis darah.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan kalian."

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2