
Kai yang mendengar itu langsung menoleh kearah Xura, ia terlihat sangat binggung dengan perkataan wanita didepannya ini
Melihat reaksi keduanya, Xura merasa sedikit takut "habislah aku" batin Xura, saat mengatakan itu Xura tidak memikirkan apapun, tapi setelah mengucapkannya, ia sedikit merasa menyesal.
Tapi, setelah berpikir cukup lama, ia tetap harus berani menghadapi Cassi, karena cepat atau lambat ia akan menghadapi situasi seperti ini.
"Selama ini aku belum berbuat apapun, sekarang aku harus melangkah maju, karena Xura asli juga berjuang membalas perbuatan orang yang sudah menindasku" pikir Xura
Cassi mengernyit binggung "apa maksudmu?" tanya Cassi heran
"Bukan apa-apa, aku hanya mengatakan jika aku sangat mengenal keluargamu, itu saja" ucap Xura santai sambil menatap mereka dengan remeh
Cassi yang mendengar ucapan santai dari Xura benar-benar sangat kesal "aku bahkan tidak mengenalmu, bagaimana kau bisa mengenal kami?" tanya Cassi dengan jelas
"Kau memang tidak mengenalku, tapi aku mengenal kakak mu yang bernama Vixura Auristella Xavier" ucap Xura sambil membungkuk ketika berbicara didepan wajah Cassi, karena Tinggi badan Cassi dan Xura sangat jauh berbeda.
Cassi yang mendengar itu langsung membulatkan matanya
Kai juga ikut membulatkan matanya, selama yang ia tau, Xura sangat suka bekerja dan Xura tidak memiliki seorang teman "kau mengenal Xura?" tanya Kai dengan tatapan tidak biasa
Xura tidak menjawab pertanyaan Kai, ia hanya menatap remeh keduanya "aku bahkan mengetahui semua perbuatan kalian" gumam Xura dengan pelan
Cassi seperti mendengar gumaman Xura "A-apa maksudmu?" tanya Cassi berkeringat dingin dengan ekspresi yang tidak biasa
"Aku hanya mengatakan jika aku mengenal kalian, karena Xura selalu bercerita padaku, ia mengatakan jika adiknya sangatlah baik dan mempunyai pacar yang sangat menyayanginya, tapi aku tidak menyangka setelah kepergiannya kalian telah banyak berubah, bahkan kau sudah berpacaran dengan mantan kakakmu itu, apa kau tidak punya urat malu?" ucap Xura panjang lebar sambil menggelengkan kepalanya
Cassi sangat kesal mendengar semua perkataan Xura "Itu bukanlah urusanmu, kau hanya teman kakak tapi bukan temanku" ucap Cassi dengan sombong sambil menggandeng tangan Kai dan melangkah keluar cafe
"Aku akan membuat kalian membayar semuanya" gumam Xura sambil menatap punggung Cassi
Yvon menoleh setelah mendengar sebuah teriakan, ia langsung berpindah meja agar bisa mendengar lebih jelas apa yang dikatakan oleh Cassi.
Setelah Cassi pergi, Yvon menghampiri Xura dan menepuk punggungnya dengan pelan "aku mendengar semua apa yang dia katakan, lalu apa langkah selanjutnya?" tanya Yvon dari belakang
Karena tidak mendapat jawaban dari Xura, ia melangkah kedepan dan melihat Xura termenung "apa kau baik-baik saja?, lebih baik kita duduk saja dulu" ucap Yvon sambil memegang tangan Xura dan menggiringnya untuk duduk
"Kita harus menyerang saham perusahan Xavier" ucap Xura secara tiba-tiba.
__ADS_1
Yvon membelalakkan matanya "apa kau gila?, semua itu adalah kerja kerasmu, tidak mungkin kau membuatnya jatuh begitu saja, aku tidak setuju!" ucap Yvon sambil menatap Xura
"Aku akui, dulu aku sengaja membuat perusahaan itu bangkrut karena mengira kau benar-benar telah tiada dan aku juga tidak setuju jika Cassi yang memimpin perusahaan, tapi sekarang perusahaan itu sedang berkembang dan sekarang kau berada dihadapanku"
"Ada apa denganmu?, dulu kau sangat tidak suka jika kerja kerasmu menjadi sia-sia, tapi sekarang dengan mudahnya kau mengatakan ingin menyerang perusahaan Xavier?, aku sangat tidak mengerti jalan pikiranmu itu, kau telah banyak berubah" ucap Yvon sambil memegang pelipisnya
"Benar yang dikatakan Yvon, aku tidak mungkin menyerang perusahaan itu, dari sifat Xura asli tidak mungkin dia menyia-nyiakan kerja kerasnya" batin Xura
"Aku hanya bercanda, tidak perlu seserius itu, sekarang mari kita pulang, pakaianku kotor dan juga aku sudah sangat lelah" ucap Xura sambil berdiri dan meninggalkan Yvon begitu saja
#Flashback off
Alpha mendengarkan semua cerita Xura "setelah bertemu dengannya, apa kau baik-baik saja?" tanya Alpha
"Aku baik-baik saja, dia bahkan tidak mengenaliku, tapi saat aku berhadapan dengannya, aku seperti ingin membunuhnya" ucap Xura sambil menunduk
"Sepertinya itu hal yang wajar, karena itu reaksi dari tubuhmu dan juga wajahmu sudah jauh berbeda" ucap Alpha sambil tersenyum
Keduanya tampak diam "Emm ... apa hanya ini saja?, atau ada hal lainnya yang ingin kau bicarakan?" tanya Alpha mencoba membuka suara agar tidak terlalu canggung
"Ada hal lainnya" ucap Xura
"Tenang saja dia tidak akan menyadarinya, karena perubahanmu terlalu banyak, aku menyarankan jika dihadapnnya kau bersikaplah seperti dirimu yang dulu" ucap Alpha
"Kenapa?" tanya Xura menatap Alpha dengan heran
"Apaa kamu lupa?, wajah yang kamu gunakan bukanlah wajah Xura" ucap Alpha lagi, ia menjelaskan dengan sangat sabar
Xura menepuk keningnya dengan pelan "baiklah, aku hanya ingin mengatakan itu saja padamu, aku permisi" ucap Xura menunduk malu sambil berbalik pergi
"Huh, beruntung dia cepat mengerti" ucap alpha sambil memegang dahinya
"Sekarang aku harus bergerak cepat, urusan perusahaan sudah beres dan waktunya untuk bermain" ucap Alpha tersenyum licik
Anak buah Theo mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Carlos, tanpa aba-aba dari Theo mereka tidak berani bertindak
Theo melihat jika anak buahnya sudah mengepung Carlos, ia dengan cepat menghubungi mereka, setelah semuanya tersambung, Theo memberikan perintah "laksanakan" ucap Theo
__ADS_1
Anak buah Theo menghimpitkan mobil mereka pada mobil Carlos
Brukkkk
Brukkkk
Suara itu berasal dari arah kanan dan kiri, Carlos yang berada didalam mobil sangatlah terkejut, hingga membuat keduanya terpelanting kekanan dan kiri.
"Ada apa ini?, siapa mereka?" tanya Carlos panik sambil melihat kedua mobil yang menghimpit mobilnya
"Aku juga tidak tau" ucap supir Carlos
Keempat pintu mobil yang di tumpangi Carlos terlihat sudah tidak terbentuk, karena anak buah Theo menghimpitnya dengan sangat keras
"Apa yang kau lakukan, percepat mobilnya agar kita bisa menghindari mereka " teriak Carlos pada sang supir
"Aku sudah berusaha, tapi mobil kita tidak bisa lepas dari mereka" ucap supir Carlos yang sedang berusaha mempercepat mobilnya
"Sial!, siapa mereka, aku tidak pernah menyinggung siapapun" gumam Carlos sambil berfikir
Sedangkan Theo langsung menghantam dari belakang, sehingga membuat dahi Carlos terbentur oleh kursi pengemudi
"Sial!, sial!" gumam Carlos mengeram marah sambil memegang dahinya
Ketiganya mengiring mobil Carlos kesebuah gubuk yang tak berpenghuni
Setelah sampai, anak buah Theo keluar dari mobil dan langsung memecahkan kaca mobil Carlos, mereka membuka pintu dan menyeret Carlos dan juga sang supir
"Siapa kalian?, aku tidak mengenal kalian, untuk apa menangkap ku?" teriak Carlos sambil meronta-ronta
"Hei, kenapa kalian tidak menjawabku?, sebenarnya siapa kalian?" teriak Carlos lagi
Mereka tampak diam dan menyeret Carlos dengan tidak elit, sedangkan sang supir hanya bisa diam dan menyerah dengan keadaannya
Theo masih berada didalam mobil, ia tidak turun sebelum Alpha sampai ditempat mereka.
"Lihatlah, permainan tuan pasti sangat menakjubkan" ucap Theo tersenyum smirk
__ADS_1
Bersambung ...