
Zee terkejut melihat bentuk tubuh Xeno yang semakin kurus, beberapa bulan belakangan ini, ia berpikir bahwa tidak pernah membiarkan Xeno dan yang lainnya beristirahat.
Tiba-tiba Zee teringat dengan perkataan Xura yang mengatakan bahwa kemungkinan perlahan-lahan mereka semua akan meninggalkan mu.
Zee memegang kepalanya dan jatuh terduduk di atas sofa "Apa yang sudah aku lakukan?, kenapa aku membuat mereka menjadi seperti ini?" gumam Zee yang sudah menyadari kesalahan nya.
Xeno sedikit panik melihat Zee yang tidak seperti biasanya "ada apa?, apa kau baik-baik saja?, aku akan memanggil Al kemari" ucap Xeno yang terlihat benar-benar panik.
Xeno dengan segera mengeluarkan ponselnya dan seketika saja tangannya terhenti ketika mendengar perkataan Zee "Tidak, aku tidak apa-apa. bukan kau yang seharusnya membutuhkan perawatan?" ucap Zee sambil menatap Xeno.
Sedangkan Xeno bahkan tampak sangat terkejut dan ia yang masih menatap layar ponsel, kini menoleh kearah Zee.
"A-apa yang kau katakan?," tanya Xeno yang merasa tidak percaya dengan perkataan Zee.
Zee tidak menjawab pertanyaan Xeno, ia pun langsung mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor Al.
Setelah panggilan itu tersambung, Zee langsung berbicara ke inti pembicaraan "Tolong datang ke mansion" ucap Zee dan langsung mematikan sambungan ponsel tersebut.
Zee langsung memasukkan ponsel Riu kedalam sakunya, "Dengar Xeno, aku ingin meminta maaf pada kalian semua, karena obsesiku, kalian jadi terlihat semakin kurus, selama ini aku hanya fokus pada pekerjaan dan pencarian Xura, tapi aku justru melupakan bahwa kalian juga butuh istirahat yang cukup, aku sungguh minta maaf" ucap Zee sambil menunduk kan wajahnya.
__ADS_1
Xeno terkejut melihat Zee meminta maaf padanya, biasanya pria itu bertindak sendiri dan tidak memperdulikan orang lain, tapi kini Xeno telah mendengar perkataan menyesal itu dari mulut yang sangat dingin itu.
Xeno tersenyum dan ia mendekati Zee, "kau tidak perlu meminta maaf, karena kami semua akan terus mengikuti mu selamanya" ucap Xeno sambil menepuk pundak Zee.
Zee tampak begitu terharu dengan perkataan Xeno, kini ia mulai sudah memikirkan semuanya dengan matang "Apa sekarang kita bisa memulai dari awal lagi?" tanya Zee sambil mendongakkan wajahnya.
Xeno tampak mengernyitkan dahinya, ia sedikit heran dengan perkataan Zee tapi Xeno pun langsung menyetujui perkataannya itu.
Setelah itu, Zee memerintahkan seluruh bawahannya untuk berhenti mencari Xura, mereka semua yang mendengar perintah itu merasa sangat terkejut.
Bahkan mereka mengira bahwa Zee telah menyerah dan melupakan Xura. Sedangkan Zee tidak memberikan penjelasan apapun dan malah memerintahkan mereka untuk liburan.
Setelah itu, Zee langsung memasuki kamarnya "Aku tidak akan mencari mu lagi, aku tau bahwa kau orang yang tidak suka di paksa, maka aku akan tetap menunggu mu disini" ucap Zee sambil melihat kearah Cctv rumahnya.
Di mansion lainnya, Xura mendengar bahwa Zee orang yang begitu sangat kejam, dan ketika mendengar itu, Xura bahkan ingin bergerak keluar untuk menghentikan Zee.
"Sialan!, bagaimana dia bisa berubah seperti Quiran?," gumam Xura sambil memakai pakaian dan menempelkan earphone bluetooth di telinganya.
Lalu saat dirinya ingin keluar dari mansion, ia mendengar bahwa Zee berada di depan mansion nya.
__ADS_1
"Apa?, bagaimana dia mengetahuinya?" gumam Xura yang berada di mansion di atas bukit pedesaan.
Mansion Xura di lengkapi dengan alat-alat yang canggih, walau jarak pagar dan mansion sangat jauh, tapi Xura membuat sebuah alat suara yang bisa mendengar suara orang yang ada di depan pagar mansion.
Jika di depan mansion ada seseorang, maka suara orang itu akan terdengar sampai ke telinga Xura, dan jika Xura tidak mengenalnya maka ia akan langsung memerintahkan para penjaga untuk mengusirnya.
Xura memasang alat itu untuk berjaga-jaga, karena dulu, didepan mansion nya banyak orang yang selalu menyamar menjadi dirinya, dan hal itu membuat para penjaga terlihat kebingungan.
Xura menyembunyikan dirinya di balik dinding itu, ia terlihat menyandarkan tubuhnya dan menatap keatas.
Ia juga mendengar semua apa yang dikatakan oleh Zee dan yang lainnya, lalu Xura langsung memerintahkan para penjaga untuk pergi dari mansion nya.
Sedangkan Xura, terus memantau Zee dengan wajah yang terlihat sangat sedih "apa kau tidak bisa melupakanku saja?," gumam Xura sambil terus menatap Zee.
Namun siapa sangka, ketika Zee sudah kembali ke mansion, ia justru berpikir untuk memulainya dari awal lagi.
Xura yang mendengar itu merasa sangat terkejut, ia pun mulai tersenyum tipis karena Zee telah memperhatikan para bawahannya.
Tapi kalimat terakhir yng di lontar Zee mampu membuat Xura terpaku "aku ingin lihat, sampai kapan kau akan menungguku" ucap Xura dengan datar.
__ADS_1
Bersambung ...