
Ketika mendengar ucapan Xeno, wanita itu langsung menoleh ke arah Xeno dengan menengadahkan kepalanya "Maafkan saya pak" ucap wanita itu sambil menatap Xeno
"Bukan itu jawaban yang aku inginkan" ucap Xeno tanpa melihat wanita itu, dan tetap berjalan sejajar di sebelah Zee
"Maaf, saya adalah wakil asisten bapak" ucap wanita itu lagi dengan menunduk sambil mengumpat di dalam hati
"Huh... karena dia, berkali-kali aku gagal mendekati bos, kenapa dia selalu berusaha menghalangiku?, Ck, padahal tadi tinggal sedikit lagi, aku hampir menyentuh bos" batin wanita itu
"Kau harus ingat dengan posisimu, jangan coba-coba mendekatinya, katakan sekarang, apa tujuanmu mendekati Tuan muda?" ucap Xeno dengan nada bicara yang dingin membuat wanita di sampingnya gemetar
"Ti... tidak pak, bapak salah paham" ucap wanita itu gugup
"Saat kau di terima bekerja di perusahaan ini, kau menyanggupi semua persyaratan dan langsung menandatangani surat kontrak kerja, apa kau lupa?, di sana tertulis dengan jelas menggunakan tinta tebal "Diutamakan profesional dalam bekerja, dan Dilarang mendekati tuan muda untuk kepentingan pribadi!"" tanya Xeno lagi
"Ti...dak pak, saya mengingatnya" ucap wanita itu gemetar dan menunduk malu, karena Xeno berbicara dengan nada sedikit lebih keras sehingga dapat di dengar oleh orang-orang yang mereka lewati
"Bagus" ucap Xeno tegas sambil memencet tombol lift
"Mulai sekarang, ketahuilah batasanmu!" sambung Xeno, ia berdiri dengan posisi melipat kedua tangan sambil menunggu lift terbuka, ketika pintu lift sepenuhnya terbuka, ia berjalan memasuki lift dengan Zee
Namun, wanita itu tidak beranjak dari tempatnya, ia berdiri di depan lift lalu membungkuk, dikarenakan lift tersebut memang dibuat khusus untuk Zee dan Xeno
"Maafkan saya pak" ucap wanita itu sambil membungkuk sedikit memberikan hormat
__ADS_1
Dari awal, Zee tampak tidak perduli sedikitpun dengan percakapan antara Xeno dan wanita itu, ia hanya berjalan lurus sambil terus menatap kedepan tanpa menoleh kiri dan kanan dengan auranya yang mendominasi, sampai mereka memasuki lift
Lift pun tertutup dan menuju lantai 4 tempat ruangan para penanam saham berkumpul
Setelah sampai Zee memasuki ruangan diikuti oleh Xeno, semua mata tertuju kearah Zee, seperti biasa, Zee terlihat sangat tampan dengan kemeja biru dan setelan jas berwarna abu-abu tanpa dasi yang terpasang rapi di tubuhnya
Para pemegang saham dan anak gadis mereka juga ikut terkagum, mereka sangat terpesona dengan ketampanan yang di miliki oleh Zee
Zee melewati mereka semua, berjalan dengan aura yang berkharisma, dan ia menatap lurus kedepan tanpa menoleh
"Pa, dia sangat tampan" bisik salah satu anak gadis dari para pemegang saham sambil memijit lengan papanya karena kegirangan
"Diamlah, jangan mempermalukan papa" bisik sang papa
"Ayah, pokoknya aku harus menjadi istrinya dan hanya satu-satunya" bisik sang anak yang lain
Ada 3 pemegang saham yang hadir, mereka bertiga membawa anak gadis mereka
Namun, hanya satu pria tua yang duduk berjarak 5 cm dengan anak gadisnya yang tidak berbisik, keduanya hanya melihat Zee sekilas dan merasa terpesona, namun mereka langsung merubah ekspresinya menjadi biasa
Xeno melihat gerak gerik kedua pemegang saham, seketika ia menjadi jijik, namun mata Xeno terhenti pada pria tua dan anak gadisnya yang tidak tergiur oleh ketampanan Zee
"Kalau diperhatikan, mereka memang berbeda, tapi aku ingin lihat, apa mereka pura-pura untuk mendapat nilai plus?" batin Xeno
__ADS_1
Zee berjalan ke arah kursi dan langsung duduk diatas kursi kebesarannya, ia meletakkan kedua tangannya diatas meja meeting dengan posisi tangan kiri dilipat dan tangan kanan dibiarkan bebas begerak, sehingga ia beberapa kali membuat ketukan menggunakan jarinya
Zee juga duduk dengan menyilangkan kakinya, semua gerakan yang dilakukan Zee tidak luput dari tatapan gadis-gadis itu. Mereka ingin menjerit saat melihat hal itu, namun mereka tahan
"Ada apa?, mengapa para pemegang saham membuat pertemuan seperti ini?" ucap Zee dingin hingga membuat mereka merinding
Seketika suasana di dalam ruangan terasa cukup tegang, namun salah satu wanita mencoba memberanikan diri berbicara "Maaf tuan muda, sebenarnya saya dan papa tidak tahu apa-apa, kami juga ingin bertanya, kenapa kami... para gadis di kumpulkan di sini?" ucap salah satu wanita yang sedikit bergetar
"Yang aku tau, pertemuan ini menyangkut pekerjaan, tapi setelah dilihat lagi, sepertinya aku salah, bukan seperti itu pak...?" ucap Zee yang melirik kearah pria tua yang terlihat sedikit gemuk
Bersambung....
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏