
"Tidak, sebenarnya dia dokter dirumah sakit tempat temanku dirawat" ucap Xia gugup dnegan sedikit menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal
"Ehm... sudahlah, jangan bahas ini, ayo kembali bekerja, para pelanggan semakin ramai" ucap Xia berusaha mengalihkan
Disisi Quirin
"Hem...., kita lihat siapa yang menindas siapa!" gumam Quirin tersenyum tipis
Quirin berjalan mendekati pintu gerbang "buka pintunya" ucap Quirin datar sambil melirik para penjaga
"Tidak bisa nona... nona harus menunggu persetujuan tuan" ucap penjaga dengan gugup
"Haa.... apa kau tidak mengenaliku?, berani sekali kau melarang ku memasuki rumahku sendiri" ucap Quirin menatap penjaga dengan tajam
"Maaf nona, saya mengenali nona tapi ini perintah dari tuan, saya hanya menjalankan tugas" ucap penjaga itu dengan bersikeras
Quirin berjalan mendekati para penjaga itu, lalu ia membisikkan sesuatu yang membuat salah satu penjaga merinding.
"Aku tau yang menyuruhmu adalah wanita itu, aku ini tidak seperti dulu, jadi jangan memancing kesabaranmu" bisik Quirin tersenyum tipis, ia menatap dengan sorot mata yang tajam aura yang di keluarkan sangat menakutkan
Para penjaga merinding mendengar bisikan Quirin, bahkan mereka merasakan aura yang di keluarkan Quirin "Nona mengetahuinya, aku harus bagaimana?, jika dilihat, sepertinya nona sudah banyak berubah, bukan nona yang penakut seperti dulu" batin penjaga sambil melihat kearah Quirin
"Baik...baik nona, silahkan masuk" ucap penjaga sambil membuka pintu gerbang
"Huh, dasar menyebalkan" ucap Quirin lalu meninggalkan para penjaga
"Para monster!, Aku datang!" teriak Quirin dengan senang lari berlari kecil kedepan pintu kediaman Alister
"Siapa yang berteriak di lingkungan rumah kita?, apa para penjaga tidak melarangnya masuk?" ucap Calis kesal, ia bangkit dari duduknya dan membuka pintu rumah
Lura dan Grizo mengikuti Calis yang berjalan keluar "Ada apa?" tanya Grizo heran
Setelah membuka pintu rumah Calis begitu terkejut melihat Quirin berdiri didepan pintu dengan melipat kedua tangannya dan memakai baju yang sangat mahal.
"Quirin" ucap Calis terkejut
"Seperti dejavu, saat di restoran kau juga terkejut dengan meneriaki namaku, persis seperti yang kau lakukan sekarang" ucap Quirin tersenyum smirk sambil memegang dagunya
__ADS_1
"Aduh, dimana sopan santunku, aku lupa menyapa" ucap Quirin sambil memegang dahinya
Quirin mendekatkan wajahnya pada Calis "Hai, Monster!" bisik Quirin sambil menekankan kata monster pada Calis
Calis yang awalnya terkejut mematung kini sudah berkeringat dingin, telinganya terasa panas bahkan tubuhnya bergetar seperti terkena sengatan listrik.
"Kau gemetar?, dulu kau sangat pandai bersandiwara, sekarang mari kita bertukar posisi" bisik Quirin tersenyum smirk
Setelah mengucapkan itu Quirin melihat Grizo dan lura muncul dibelakang Calis "Hai ayah" ucap Quirin tersenyum ceria sambil berlari memeluk sang Ayah
Lura berdiam disamping sang ayah, ia menatap Quirin dari ujung rambut sampai ujung kaki hingga kepalanya ikut bergerak.
"Dia memakai baju yang sangat mahal, dari mana dia mendapatkan uang?, apa tuan muda yang memberikan baju itu padanya?" batin Lura yang sangat iri sambil mengepalkan kedua tangannya
Quirin melewati Calis begitu saja, saat memeluk Grizo Quirin juga mendorong tubuh Lura untuk menjauh dari sang ayah, Quirin juga melihat Lura dengan sorot mata yang tajam.
Lura begitu terkejut setelah mendapat perlakuan itu dari Quirin "Barusan dia mendorongku?" batin Lura menatap Quirin, ia terkejut melihat sorot mata Quirin yang begitu tajam disertai senyuman smirk
Saat Quirin berlari Calis langsung memutar tubuhnya kebelakang, ia juga melihat perlakuan Quirin pada Lura.
"Cepat sekali perubahan sikapnya, bahkan dia berani memperlakukan Lura seperti itu dihadapanku" batin Calis mengepalkan kedua tangannya, ekspresi Calis masih tidak berubah karena keterkejutannya
Quirin melepas pelukan sang Ayah, ia melihat ayahnya seperti patung lalu berinisiatif menggoyangkan tubuh sang ayah "Ayah, kenapa ayah seperti ini, ayah tidak senang aku pulang? tanya Quirin dengan nada manja
Grizo tersentak kaget dan mulai sadar dari lamunannya "Haa, tidakkk..., ayah senang karena anak kesayangan ayah sudah pulang" ucap Grizo tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Quirin
"Dulu kau menyiksanya, setelah kau merasa kehilangan, baru kau mengakui jika dia kesayanganmu?, benar-benar memuakkan" batin Quirin masih memasang wajah senyum di depan sang ayah
"Ayah apa ada makanan di dapur?, Quirin sangat lapar" ucap Quirin sambil mengelus-ngelus perutnya dengan mengerucutkan bibirnya
"Dia berubah menjadi sangat manja dan banyak bicara, tidak seperti dulu, aku sangat senang melihat perubahannya dan dia telah kembali kerumah ini atas kemauannya sendiri, aku tidak akan menyia-nyiakannya kembali, aku akan menebus semua yang telah hilang" batin Grizo
"Haha.., kita ke dapur sekarang" ucap Grizo sambil tertawa sambil menatap Quirin
"Capat ayah, Quirin sangat lapar" ucap Quirin sambil menarik lengan sang ayah
"Iya, sabar, apa sebegitu laparnya anak ayah ini" ucap Grizo sambil tertawa kecil
__ADS_1
"Kalian jangan berdiri saja, kita ke dapur untuk makan bersama" teriak Quirin mengajak Calis dan lura dengan senyum manis, Quirin mengangkat sebelah tangannya keudara dan mengerakkannya keatas dan kebawah
Calis dan lura sangat terkejut melihat perubahan Quirin, mereka berdua saling memandang satu sama lain "Ibu, apa ibu melihatnya saat dia mendorongku?" tanya Lura pada sang ibu
"Ibu melihatnya" ucap Calis sambil menatap punggung Grizo dan Quirin sampai hilang dari pandangannya
"Kita ke dapur saja dulu, sementara ini jangan membuat masalah, melihat perubahannya yang sekarang, sepertinya dia berencana akan merebut perhatian ayahmu" ucap Calis sambil menatap Lura
"Kau harus bisa mengambil hati ayahmu kembali, kita akan membuatnya di usir seperti dulu" ucap Calis tersenyum smirk
"Baik ibu, aku akan mengikuti semua perkataan ibu" ucap Lura tersenyum senang
Mereka berdua berjalan ke dapur, disana sudah terlihat Quirin dan juga Grizo, Calis melihat wajah Grizo yang berseri-seri dan Quirin menaruh semua makanan yang diinginkan oleh Grizo.
Quirin melihat kearah Calis dan Lura yang masih berdiri di ujung meja, ia tersenyum mengejek melihat keduanya hanya bisa berdiri dan menahan amarah.
"Haha... ingin bersandiwara?, kalian bukan lawan yang sebanding" batin Quirin sambil tersenyum smirk
"Ibu, Lura duduk lah, karena aku baru saja pulang, aku akan menghidangkan semua yang ada disini" ucap Lura sambil berjalan cepat menghampiri Lura dan Calis.
Quirin menggandeng lengan keduanya, ia berada ditengah-tengah Calis dan Lura "Kalian ingin bermain bukan?, maka aku kan menemani kalian" gumam Quirin yang masih didengar Lura dan calis, keduanya membulatkan mata dengan sempurna, mereka merasakan aura yang aneh disekitar mereka
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
__ADS_1
Author sangat berterimakasih 🙏