Another Person Life

Another Person Life
Julukan Itu Hanya Omong Kosong!


__ADS_3

"Nona, berhentilah tersenyum seperti itu, oh ya nona ... aku ingin bertanya, langkah apa yang akan nona ambil selanjutnya?, dengan adanya perawat itu, maka pekerjaan kita akan terhambat" ucap Vano


"Kau memerintahku?" menatap Vano dengan tajam.


"Berhentilah kekanak-kanakan nona, aku sangat berharap nona segera menyelesaikan wanita ini dengan cepat karena jarak dari rumah ini ke kota sangatlah jauh, dan aku harus menjaga Xia yang sedang berada di rumah sakit" ucap Vano dengan kesal.


"Jangan menjadikan Xia sebagai alasan, kau yang sudah menyia-nyiakannya, hukuman yang aku berikan kemarin bahkan tidak cukup melampiaskan amarahku padamu, jadi jangan berharap untuk bertemu Xia dalam beberapa hari ini"


"Hukuman?, kapan nona memberikan hukuman padaku?" tanya Vano penasaran


"Pikirkanlah sendiri, aku malas berbicara dengan orang yang memiliki otak lambat" ucap Quirin sambil meninggalkan Vano sendirian yang sedang berdiri mematung.


Tiba-tiba Vano teringat adegan dimana ia dipukul para penggemar Clamy yang berubah menjadi haters "jangan-jangan?, benar dugaanku, nona menjadikanku tumbal karena dia ingin membalasku, Sialan!, tidak ada yang pernah bersikap seperti ini padaku, bahkan tuan muda Zee tidak melakukan hukumannya melalui orang lain. Tuan muda ... aku berharap nona tidak menjadi nyonya muda Ophelia, jika itu terjadi, maka kami akan menjadi target yang sangat empuk" gumam Vano sambil memukul dahinya dengan kesal.


Vano benar-benar tidak habis pikir dengan Quirin, padahal situasinya mereka saat itu dalam genting, tapi Quirin justru bisa berpikir dengan untuk membalaskan kekesalannya pada Vano.


***


"Haha .... Vano, kali ini kau mendapat akibat dari perbuatanmu sendiri" tawa Xeno menggema di seluruh ruangan.


Sedangkan Zee yang sedang menatap layar tertawa kecil melihat Vano sangat frustasi menghadapi Quirin.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka nona Quirin bisa melakukan itu kepada Vano, baru pertama kali ini aku melihat Vano begitu frustasi mengikuti perintah seseorang selain Zee haha...." Xeno tertawa dengan sangat keras, baginya melihat Vano frustasi adalah hal yang sangat langka.


"Xeno, kau bisa tertawa sekarang, tapi lihat kedepannya, kau akan mengalami hal yang serupa dengan Vano" ucap Zee dengan santai


Selama beberapa hari tidak bertemu, Zee selalu berada di kantor, ia memilih untuk tidak mengganggu pekerjaan Quirin, bahkan setiap kali polisi mendapatkan sebuah petunjuk kecil, Zee dengan mudah menyingkirkan bukti-bukti itu, ia selalu bergerak lebih dulu untuk menghapus semua bukti-bukti yang hampir saja di temukan oleh polisi.


Xeno yang mendengar itu langsung berhenti tertawa, benar saja, ia mengingat jika dirinya pernah mengusik Quirin "matilah aku!" gumam Xeno bergidik ngeri.


Zee melihat ekspresi Xeno, namun ia tidak memperdulikannya "kau banyak berhutang denganku Quirin" gumam Zee dengan tersenyum tipis


#Flashback On


Disaat Zee sedang melakukan pekerjaan, tiba-tiba ia mendapat sebuah pesan text dari Quirin.


[Zee, berikan aku sebuah rumah yang keberadaannya sangat jauh dari pemukiman]


Zee tidak berniat untuk membalas pesan Quirin karena sudah beberapa Quirin tidak berinisiatif untuk menghubunginya. Ketika menghubungi, justru karena hanya meminta sesuatu.


Karena Zee merasa sedikit khawatir, ia meninggalkan pekerjaannya dan mencari keberadaan Quirin di seluruh kota.


Zee mendapati Quirin sedang berada di dalam gedung tempat pemotretan Clamy "ternyata dia sudah bergerak, pantas saja beberapa hari ini dia tidak menghubungiku" gumam Zee sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Zee bahkan melihat Quirin, Vano dan Clamy sedang di keroyok orang-orang, saat itu juga Zee terlihat sangat marah dan hampir meninggalkan meja kerjanya. Tapi ada hal yang membuat Zee terkejut, yaitu ketika melihat Quirin dengan mudahnya keluar dari kerumunan orang dan berdiri di samping mobil, ia bahkan terlihat santai ketika Vano di keroyok orang-orang.


Zee tersenyum tipis lalu langsung membalas pesan Quirin.


[Pergilah lurus mengikuti jalan, disana terdapat sebuah rumah yang sangat cocok untukmu, tapi, kau harus melewati hutan yang lebat dan per bukitan]


Setelah Zee membalas pesan singkat itu, Zee bahkan tidak mendapat balasan dari Quirin, tapi tidak membuat Zee kesal karena ia tau jika Quirin sangatlah sibuk dengan urusan pribadinya.


"Dia wanita yang bisa memanfaatkan keadaan" gumam Zee sambil tersenyum smirk.


#Flashback Off


"Aku sangat menantikan seperti apa wanita bentuk wanita ini setelah bermain dengan Quirin" gumam Zee sambil tersenyum tipis dan membuat gestur menyatukan kedua tangan lalu menumpu dagu.


"Hei!, lihatlah wajahmu!, kau seperti sudah terkontaminasi oleh wanita itu, jika terus berlanjut maka citra tampan yang kau dapatkan akan hilang dalam sekejab" ujar Xeno setelah melihat Zee tersenyum.


"Aku tidak perduli, julukan itu hanya omong kosong!"


"Aku mengatakannya agar dia tidak terlihat mirip dengan wanita itu, tapi semakin dilihat, mereka berdua sangat mirip, aku tidak tau harus berbuat apa untuk menjauhkan Zee dari wanita itu, dia wanita yang sangat merepotkan" batin Xeno


Xeno sudah berusaha untuk membuat Zee sibuk dalam beberapa hari agar tuan muda itu bisa melupakan wanita yang tidak Xeno sukai, tapi semakin Xeno berusaha, Zee justru semakin dekat dengan Quirin. Hal itu membuat Xeno frustasi dengan perubahan sifat Zee.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2