
Setelah sampai dilantai atas, Quirin langsung mencari ruangannya yang dulu, mata Quirin melihat diujung sana dokter Al yang sedang duduk di kursi dengan wajah yang tertunduk
"Dokter Al!" teriak Quirin sambil berlari
Al langsung menoleh ke sumber suara, ia melihat wajah Quirin yang penuh dengan kekhawatiran "dimana Xia?" tanya Quirin
Dokter Al berdiri lalu melirik kearah pintu ruangan, Quirin mengikuti lirikan mata itu, ia dengan cepat berjalan lalu mengintip kedalam ruangan
Mata Quirin terbelalak lebar, disana terlihat Xia terbaring lemah dengan tangan yang di perban, kaki, serta kepala "Separah itu" gumam Quirin, melihat itu mata Quirin mulai berkaca-kaca, ia menitikkan air mata yang sudah tidak bisa di bendung lagi
"Bagaimana dia bisa berakhir disana?" tanya Quirin pada dokter Al dengan pipi yang sudah dialiri air mata, ia berbalik lalu menatap sang dokter
Al tidak bisa menjawabnya, ia langsung menunduk, ia juga hanya menduga jika itu adalah perbuatan Clamy, tapi dirinya tidak bisa memberitahukannya sekarang karena tidak mempunyai bukti.
Al sangat binggung harus memulai dari mana, ia juga tidak yakin untuk menceritakan kejadian itu pada Quirin
Melihat Dokter Al diam dan kebingungan, Quirin yakin jika ini ada sangkut pautnya dengan dokter Al
"Aku sedang bertanya padamu dokter!" ucap Quirin dengan menekankan semua perkataannya
Dokter Al tersentak kaget, ia menaikkan kepalanya lalu menatap Quirin yang sudah menggeretakkan gigi
#Flashback On
Al yang sedang menikmati pemandangan dengan mobil, saat melihat kekiri dan kekanan, ia melihat sekumpulan kerumunan orang "Ada apa disana?" batin Al dengan heran
Karena mempunyai rasa penasaran yang tinggi, Al langsung turun dari mobilnya dan mendekati kerumunan orang sambil menerobos masuk untuk melihat.
Al membelalakkan matanya melihat orang yang dia kenal sudah tergeletak bersimbah darah "Xia!" teriak Al
Semua orang melihat kearah Al "Sebuah mobil menabraknya lalu mobil itu kabur begitu saja, kami sudah memanggil ambulance, tapi rumah sakit itu terlalu jauh dari sini, kemungkinan mereka sedang dalam perjalanan, tapi melihat lukanya, sepertinya dia tidak bisa tertolong lagi" ucap seseorang dalam kerumunan itu
Mendengar itu Al tidak tinggal diam, ia langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi ambulance dari rumah sakitnya, setelah selesai, Al kembali menghubungi polisi, karena ia mempunyai firasat jika kecelakaan ini dilakukan dengan sengaja
__ADS_1
Orang pertama yang ada dalam pikiran Al adalah Clamy "Jika aku tau ini ulahmu, maka aku tidak akan memaafkanmu Clamy" batin Al dengan geram
Al berjongkok di samping tubuh Xia, ia tidak bisa berbuat apa-apa sebelum ambulance datang, sambil menunggu ia mencoba memeriksa nadi Xia.
Nadi itu berdenyut dengan pelan, Al berdoa agar Xia masih bisa di selamatkan, namun jika dilihat, seperti tidak mempunyai harapan, karena lukanya sangat banyak dan juga darahnya keluar tanpa henti, mempunyai banyak kemungkinan - kemungkinan lainnya
"Apa yang harus aku lakukan?, aku benci menunggu tanpa berbuat apapun" batin Al dengan rasa bersalahnya, karena kecelakaan itu terlihat sangat parah dan tidak boleh diangkat oleh satu orang
Setelah ambulance datang, wajah Al yang penuh dengan penyesalan kini berubah cerah, ambulance datang dengan sangat cepat, dan itu diluar dari ekspektasi Al
Secercah harapan muncul di benak Al, mereka segera mengangkat tubuh Xia keatas brankar dengan hati-hati, Al juga ikut berkontribusi dan mengharuskan mereka mengangkat tubuh Xia beramai-ramai
Setelah brankar memasuki ambulance, Al tetap tidak meninggalkan Xia seorang diri, ia ikut masuk kedalam mobil itu untuk menuju rumah sakitnya.
Karena kejadian itu membuat Al melupakan benda kesayangannya "Aku telah meninggalkan mobil di pinggir jalan" gumam Al sambil menepuk pelan dahinya
Al segera menghubungi Vano "Vano, tolong bawa mobilku kerumah sakit" ucap Al langsung mematikan ponselnya
Mereka hanya menyuruh bawahannya dan para bawahan pun langsung dengan mudah mendeteksi keberadaan mereka
#Flashback Off
Al mau tidak mau menceritakan semua kejadian itu pada Quirin, ia tidak berani menghadapi Quirin yang memiliki alter ego.
Setelah mendengar Al bercerita, Quirin sedikit heran "Siapa Clamy?" tanya Quirin dengan nada yang sangat dingin
Al kembali diam, ia tidak siap menceritakan masa lalunya
"Apa kau tuli?" tanya Quirin dengan geram, ia menatap dengan sangat tajam hingga mata itu seperti ingin keluar dari tepatnya
Al kembali tersentak kaget, selama dia diam maka Quirin akan mengeluarkan taringnya "Dia benar-benar sangat menyeramkan, saat dia bersama keluarganya aku masih bisa menyelamatkan diri, sekarang nyawaku sudah tidak bisa tertolong lagi" batin Al dengan berkeringat dingin
Al mengambil nafas dalam-dalam, ia sangat pasrah jika Quirin marah padanya, karena dirinya tpelah membuat Xia terbaring dirumah sakit,
__ADS_1
Al mulai menceritakan tentang masa lalunya "Maafkan aku, karena telah membawa Xia masuk kedalam masalah pribadiku" ucap Al menyesal
"Tapi polisi masih menyelidiki kecelakaan itu, jika memang terbukti bahwa Clamy yang menabrak Xia, maka aku sendiri yang akan memberinya pelajaran" lanjut Al lagi
Zee telah sampai di atas, saat ingin melangkahkan kakinya untuk keluar dari lift ia mendengarkan semua percakapan antara Al dan juga Quirin
Quirin tetap menatap Al dengan tajam, ia sungguh tidak menyangka jika teman Zee sangatlah bodoh "Kau benar-benar keterlaluan!" ucap Quirin dengan marah
"Kau tau?, wanita sepertinya akan menghalalkan berbagai cara untuk menyingkirkan semua gadis yang ada disampingmu, termasuk Xia!" lanjut Quirin dengan berlinang air mata
"Aku akan membuat perhitungan pada orang itu!" ucap Quirin dengan geram
"Satu lagi!, Jika ada satu anggota tubuh Xia yang cacat, maka aku benar-benar akan membunuhmu, camkan itu!" ucap Quirin dengan dingin serta aura yang mengintimidasi
"Mengerikan" batin Al dengan gemetar ketakutan
Bersambung ...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1