Another Person Life

Another Person Life
The Poison Garden


__ADS_3

Quirin masih mendengar ucapan selanjutnya yang dibicarakan Quirin asli pada Alpha, berbagai ekspresi telah dikeluarkan oleh Quirin


Setelah semua pembicaraan itu telah selesai Quirin benar-benar tidak tahan lagi, ia membanting Earphone yang sudah di pasang hanya saat mendengarkan pembicaraan Quirin asli dengan Alpha.


"Dia yang memanggilku saat di pantai?, benar-benar keterlaluan, aku sampai ketakutan tapi dia malah tidak menunjukkan dirinya, awas saja kau Quirin" gumam Quirin


Setelah berfikir lama Quirin pernah melihat sekilas wajahnya saat dipantai.


"Tunggu!, Aku melewatkan sesuatu!, Jika kita bertukar tubuh, mengapa wajahku sangat berbeda?, apa yang terjadi?, Apa dia menjalani operasi plastik untuk menutupi jika dia adalah Quirin?" gumam Quirin sambil meremas kasurnya hingga kusut


Amarah yang sudah menumpuk di pucuk kepala Quirin kini sudah tidak bisa ditahannya lagi "Berani-beraninya dia menukar wajahku!" teriak Quirin dengan amarah mengebu-ngebu


"Dia bahkan membongkar semua rahasianya pada pria itu, sedangkan aku menutupi semua rahasia ini dengan sangat rapat, Dasar wanita lemah menyebalkan!, dia hanya bisa bergantung pada orang lain, Tidak berguna kau Quirin!" teriak jiwa Xura yang ada didalam tubuh Quirin dengan mata yang sudah ingin keluar dari tempatnya


"Bagaimana dengan Perusahaan Sterfolia yang aku bangun?, aku sangat yakin dia juga membicarakan itu padanya"


"Aku memakai topeng agar menutupi identitasku dan tidak ingin ada seorang pun mengetahuinya,


dia sudah menghancurkan semua yang sudah aku bangun!" ucap Quirin dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan menekan wajahnya hingga memerah


"Sial!, sial!, sial!, akan ku buat kau menderita, salahkan dirimu yang sudah meninggalkan kehidupan menyedihkan bahkan kau meninggalkan alter ego itu juga padaku" gumam Quirin mengeram marah


"Quiran hanya memberiku satu kesempatan, aku harus mencari tumbuhan itu, baru aku bisa beraksi" gumam Quirin dengan amarah yang sudah tidak terbendung lagi


Quirin membuka situs-situs tentang tumbuhan beracun, ia memainkan laptopnya dalam keadaan marah, suara tekanan pada laptop itu terdengar sangat keras hingga bergema didalam kamar tidur Quirin.


Dari sekian banyak situ, ada salah satu situs yang menarik perhatian Quirin "The Poison garden?, besok aku harus kesana" gumam Quirin


Quirin mencoba meretas komputer perusahaan ataupun komputer mansion milik Zee namun tidak berhasil "Perlindungannya terlalu kuat, aku tidak bisa menembusnya" gumam Quirin yang mulai menetralkan amarahnya


Quirin mencoba meretas ponsel Zee, tapi tetap tidak bisa ditembus, setelah lama berfikir, akhirnya ia mencoba meretas ponsel Xeno "Berhasil, sungguh susah sekali meretas milik Zee" gumam Quirin


Quirin mencari nomor ponsel milik Zee didalam ponsel Xeno, namun ia tidak menemukan apapun "Lebih baik aku menghubungi Xeno dan bertanya padanya" gumam Quirin menghela nafas


ddrrtttt drrttt


"Xeno aku membutuhkan nomor tuan muda, bisakah kau memberikannya?" ucap Quirin

__ADS_1


ttuttt tuttt


"Mati?, dia bahkan belum menjawab pertanyaanku, dasar tuan muda dan sekretarisnya sama-sama menyebalkan" ucap Quirin kesal


Tiba-tiba Ponsel Quirin berbunyi, disana tertera nama Xeno yang mengirimkan nomor ponsel Zee.


Quirin dengan cepat menghubungi nomor Zee, ia hanya menulis pesan singkat "Zee, besok temani aku ketempat the Poison garden"


"Ok" balas Zee


"Hanya oke?, ingin sekali aku menggantung tuan muda es ini" geram Quirin


Quirin menetralkan amarah dan rasa kesalnya "Dalam satu hari ini sepertinya tenagaku telah terkuras habis, aku harus beristirahat agar besok dipenuhi dengan energi" ucap Quirin sambil menutup laptop dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur


Didalam kamar itu, Quirin melampiaskan semua amarahnya pada kasur dan juga laptop yang baru saja dibeli, ia bergumam sendiri dan menyusun rencana-rencana yang akan dia gunakan untuk kedepannya.


Paginya Quirin bangun dan langsung turun menuju kedapur untuk sarapan, ia melihat wajah Calis dan Lura yang sangat kusut.


"Bagus, lanjutkan saja membuat wajah kalian seperti itu, agar terlihat lebih tua dari umur kalian" batin Quirin tertawa kecil


Quirin melangkahkan kakinya kekursi sang ayah, ia memeluk leher sang ayah dari belakang "Selamat pagi ayah!" ucap Quirin tersenyum lembut


"Ayah, kapan ayah Menganti isi kamarku dan membuang barang jelek itu" ucap Quirin tersenyum manis sambil memiringkan kepalanya melihat sang ayah


"Sebentar lagi orang suruhan ayah akan menggantinya, kau tenang saja" ucap Grizo sambil mengelus pucuk kepala Quirin


"Baiklah ayah, Quirin tidak sarapan pagi ini, karena Quirin ingin bertemu dengan tuan muda, aku pergi dulu ayah" ucap Quirin sambil mencium pipi sang ayah


Quirin melirik kearah Lura, disana keduanya menunduk dan terlihat wajah Lura yang memerah, bahkan wajah Calis juga sama seperti Lura.


"Aku menang" batin Quirin tersenyum menyeringai


"Baiklah, hati-hati dijalan" ucap sang ayah lembut


Quirin menuju bagasi, ia menaiki mobil yang sama, mobil Ford GT adalah mobil incaran orang kaya di Inggris, mobil hitam mengkilat, Mesin V6 3,5 liter twin-turbocharged yang dipasang di bagian tengah bisa menghasilkan kecepatan puncak hingga 347 km/jam.


Quirin menuju mansion Zee, ia orang yang sangat cepat mengingat sesuatu, jadi sangat mudah untuknya pergi ke mansion Zee.

__ADS_1


Setelah sampai didepan mansion Zee, para penjaga terkejut melihat sebuah mobil mewah terparkir didepan mansion.


"Itu bukan mobil tuan muda" gumam para penjaga


Quirin menurunkan kaca mobilnya dan memperlihatkan wajahnya, para penjaga sedikit terkejut melihat Quirin didalam mobil mewah. Para penjaga dan bodyguard sangat mengenal Quirin, jadi jika Quirin ingin masuk mereka langsung mempersilahkannya.


"Apa benar itu mobil nona?, aku mengira jika nona adalah orang miskin"


"Mobil nona membuktikan jika dia adalah orang kaya" ucap penjaga lainnya sambil menjitak kepala temannya.


Quirin masuk kedalam dan mengindahkan pandangannya kekanan dan kekiri, ia mendapati Zee yang sedang duduk di ruang tengah.


Quirin mendekati Zee dan duduk disebalahnya "Zee, ayo kita berangkat sekarang" ucap Quirin tersenyum


"Untuk apa kau kesana?, apa kau tau jika tempat itu sangat berbahaya?," ucap Zee sambil melirik Quirin yang ada disampingnya


"Disana terdapat tumbuhan beracun, apa yang dia rencanakan" batin Zee sedikit curiga


"Aku tau, jadi tolong bantu aku kali ini saja" ucap Quirin sambil memohon pada Zee


"Baiklah, kita berangkat sekarang" ucap Zee sambil menghela nafas pelan sambil melirik kearah Quirin.


Bersambung....


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate

__ADS_1


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2