Another Person Life

Another Person Life
Kejutan dari Xia


__ADS_3

Di sisi lain, Xia yang sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, segera pulang dan menyempatkan diri untuk singgah ke toko buah, ia ingin membawakan beberapa buah segar saat menjenguk Quirin


Secara tidak sengaja, ketika Xia beraa di depan toko bunga, ia melihat Lura dan teman-temannya berada di seberang jalan yang tidak jauh dari tempatnya saat itu, mereka sedang berjalan sambil memilih-milih cafe untuk pergi bersantai


"Heh, kebetulan aku melihatmu hari ini, aku akan membuat kejutan untuk nenek lampir sepertimu" gumam Xia sambil tersenyum licik


Xia memperhatikan sekujur tubuh Lura, dari kepala hingga kaki, ia melihat ke satu bagian yang akan menjadi targetnya, ia tiba-tiba memiliki sebuah ide untuk membalas perbuatan Lura


Xia kemudian pergi ke sebelah toko buah yang saat itu sedang melakukan kontruksi, tempat itu dipenuhi dengan batu kerikil dan bata yang telah pecah, ia bergegas membuka tempat makannya yang kosong, mengisinya dengan beberapa batu, setelah selesai dan memastikan tempat makannya itu sudah cukup berat, ia langsung menyeberang jalan sambil berlari kencang seakan dikejar seseorang, Xia kemudian dengan sengaja menabrak Lura dan menjatuhkan tempat makan itu tepat di kaki Lura yang saat itu sedang memakai high heels.


"Aduh, Apa kau tidak bisa melihat?" tanya Lura yang jatuh dan merintih kesakitan sambil memegangi kakinya yang bengkak


"Aduh, Ma... maaf nona, apa nona baik-baik saja?" tanya Xia gugup dengan nafas tersengal-sengal, ia juga menjatuhkan diri agar aktingnya terlihat nyata


"Menurutmu?" tanya Lura kesal sambil memegangi kakinya


"Aku sedang di kejar seseorang, aku takut sekali, nona, bisakah kau menolongku?" ucap Xia yang sedikit menangis


"Itu urusanmu... sekarang aku mau kau ganti rugi, kau lihat?, kakiku bengkak, apa kau mengisi bekalmu dengan batu karena kau terlalu miskin?" ucap Lura lagi sambil menahan sakit


"Saya tidak mempunyai uang untuk membayar nona ini kerumah sakit" ucap Xia dengan nada sedih dan raut wajah sedih juga


"Maaf nona, aku tidak sengaja, ada beberapa orang yang ingin menyakitiku, dan ini isinya makan siangku nona, kalau nona masih tidak percaya nona boleh melihatnya" ucap Xia meyakinkan sambil mengambil bekalnya lalu menyodorkan kearah Lura


"Tuhan, tolong aku kali ini saja" batin Xia sedikit keringat dingin


"Sini, ku periksa" ucap Lura yang berniat meraih tempat makan yang dipegang Xia


"Sudahlah Lura, apa kau tidak melihat kakak ini sangat ketakutan?, kenapa kau masih saja memarahinya?" ucap temannya sambil berjongkok

__ADS_1


"Iya, lagian sepengetahuan kami, kau tidak pernah marah, mengapa sekarang kau berubah menjadi seperti ini?" tanya teman lainnya


"Eh..eh.. bukan seperti itu, kalian lihat?, kakiku benar-benar bengkak, ini sangat sakit" ucap Lura dengan air mata buayanya sambil menunjuk kakinya yang biru dan bengkak


Xia yang melihat adegan itu berdecih "Cih, bahkan temannya tidak tau kelakuan aslinya" batin Xia


"Silahkan nona cek" ucap Xia agar bisa lebih meyakinkan mereka


"Sudahlah kak, tidak perlu seperti itu... kakinya hanya bengkak, kami akan membawanya kerumah sakit" ucap temannya Lura


"Sial, kalau bukan karena kekayaan kalian diatasku, sudah aku basmi kalian" batin Lura menggeram dan masih memegangi kakinya


"Terimakasih nona" ucap Xia mencoba berdiri dan membawa bekalnya


Mereka hanya mengangguk tersenyum sambil mencoba membantu Lura berdiri, namun karena rasa sakit dikakinya itu, Lura belum juga bisa berdiri


Tukk


dan tempat makan itu mengenai korban yang sama, tetapi kali ini mengenai daerah yang berbeda


"Aduh, apa-apaan kau ini?, kau sengaja ya" ucap Lura marah sambil memegang dahinya yang merah dan bengkak


"Ma...maaf nona, aku ceroboh, maaaf, maaaf" ucap Xia lagi sambil membungkuk dan berulang kali meminta maaf


"Sudah kak, kakak pergi saja, agar orang yang mengejar kakak tadi tidak menemukan kakak" ucap teman Lura lagi yang sangat merasa kasihan melihat Xia


"Sekali lagi, terimakasih nona, kalian sangat baik" ucap Xia dan berlalu pergi meninggalkan mereka


"Heh, aku senang melihatmu menderita, penderitaan ini tidak seberapa dengan apa yang telah kau lakukan pada Quirin, mulai sekarang, aku akan selalu membuat perhitungan denganmu, nenek lampir" batin Xia yang tersenyum senang

__ADS_1


Xia berjalan pergi meninggalkan lokasi, ia membuang semua batu di dalam bekalnya, dan kembali ke toko buah, setelah membeli buah, Xia menghentikan taksi dan pergi ke rumah sakit


Saat sampai di rumah sakit, Xia melihat beberapa orang yang bermuka datar di depannya


"Huft... muka kalian lagi, aku sangat bosan melihatnya, minggir, aku mau melihatnya" ucap Xia sambil mencoba mendorong Vano


"Sshhh.... bisakah kau tidak mengeluarkan suara cemprengmu itu, udang kecil?, nona masih belum sadar setelah melakukan operasi, kau tidak boleh masuk sekarang" ucap Vano pelan


"Haaaa?, dia melakukan operasi lagi?, kenapa dia tidak memberitahuku?" ucap Xia kesal


"Karena kau sangat menjengkelkan" ucap Vano santai


Bersambung....


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2