
Calis membersihkan luka di tubuh Beymi, ia membantu semata-mata untuk mencari perhatian Beymi, karena ia berpikir hanya Beymi lah yang bisa mewujudkan impiannya.
Semenjak kematian Wiliam dan Jean, Calis tidak tau harus bergantung pada siapa lagi, pikirannya sekarang hanya mengarah pada Beymi dan alasan itulah yang membuat Calis harus bersikap baik pada Beymi agar bisa memuluskan rencananya.
Calis yang tidak sanggup melihat luka-luka itu langsung menutup kembali kotak obat yang ada di tangannya "kita harus pergi kedokter Beymi" Calis menganjurkan Beymi untuk di periksa agar luka itu cepat pulih dan dirinya bisa menggerakkan Beymi dengan bebas, tapi kenyataannya Beymi menolak untuk pergi.
"Ti-tidak nyonya, aku tidak ingin kerumah sakit" tolak Beymi secara halus
"Aku harus mencegah nyonya membawaku ke dokter, karena kalau aku tidak mencegahnya maka semua akan terbongkar dan wanita jahat itu akan benar-benar melakukan apa yang dia katakan" batin Beymi
Calis yang mendengar itu mengerutkan dahinya "kau tidak mendengarkan perkataanku Beymi?" tanya Calis dengan alis yang sudah hampir menyatu.
"Baiklah nyonya, kalau begitu aku akan pergi sendiri, nyonya tidak perlu menemaniku karena aku tidak ingin merepotkan nyonya, serta keluarga ini sedang sangat membutuhkan nyonya" ucap Beymi memberi pengertian pada Calis
"Baiklah, aku akan menyiapkan supir untuk membantumu, jadi sekarang kau bersiap-siaplah" Calis meninggalkan Beymi sendirian di kamarnya.
"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Beymi sambil menunduk serta menumpu kedua tangan lalu memegang kepalanya.
#Flashback On
Quirin menyeret Beymi dengan sangat kasar, sedangkan Beymi terus meronta meminta Quirin untuk melepaskannya.
Setelah berada di halaman belakang, Quirin menghempas Beymi dengan sangat kuat "aku sangat menyukai mulutmu itu, bagaimana kalau aku menghancurkannya. Apa kau bersedia?" tanya Quirin dengan senyum dibibirnya
Beymi membulatkan matanya, ia tidak menyangka Quirin bertanya dengan berterus terang.
Dihalaman belakang tidak ada penjaga yang berjaga, disana hanya terdapat dinding yang sangat tinggi sehingga tidak dibutuhkan penjagaan.
"aku hanya tidak menyebutmu nona, lalu kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya Beymi dengan kepala yang miring. Kepalanya sangat sakit sehingga membuat Beymi memiringkan kepala, Beymi belum sanggup untuk meluruskan kepala karena Ia merasa seluruh isi dalam kepalanya seakan ingin keluar dari tempurung itu.
__ADS_1
Quirin mendekat lalu berjongkok, ia kembali menarik kuat rambut Beymi hingga membuat kepala Beymi menatap keatas "kau benar-benar telah melewati batas, aku tidak perduli jika kau tidak menghormatiku, tapi kali ini kau sungguh berani menunjukkannya di hadapan teman-temanku, aku paling benci dengan pelayan yang tidak menunjukkan rasa hormatnya di depan orang terdekatku, ingat itu!"
Quirin melepas rambut Beymi lalu mencari sebuah benda yang bisa menghukum Beymi, setelah melihat sebilah kayu, Quirin langsung mengambilnya dan menghantamnya ke tubuh Beymi.
Arrgghhhh
Jeritan Beymi tidak didengar oleh orang yang berada di dalam rumah, inilah taktik Quirin, sebelum pergi keluar, ia sengaja memperbesar volume suara video itu agar suara teriakan Beymi tidak mengundang orang-orang.
Quirin melihat sebuah paku yang tertangkap di kayu itu, seketika ia memiliki ide brilian, Quirin kembali mengayunkan kayu itu tepat di kaki Beymi.
Arggghhhh
"Sakit" rintih Beymi.
Quirin beberapa kali mengayunkan kayu itu ke kaki Beymi, lalu ia berpindah dan mengarahkan ke tangan Beymi.
Arghhhhhh
"Hentikan nona!, aku mohon!" teriak Beymi dengan menitikkan air mata. ia hanya bisa meringkuk dan menyembunyikan wajah di bawah kedua tangannya.
Quirin tidak memperdulikan perkataan Beymi, ia terus memukul Beymi tiada henti "sepertinya aku mendengar sebuah suara, apa kau mendengarnya Beymi?" tanya Quirin sambil melihat kearah Beymi
"Nona, tolong hentikan, aku sudah tidak tahan lagi" rintih Beymi dengan berderai air mata. ia hanya bisa memohon agar Quirin berhenti menyiksanya.
Perbuatan Quirin sungguh brutal jika orang lain melihatnya maka mereka akan merinding ketakutan.
Setelah mendengar perkataan itu, Quirin menghentikan tindakannya "tidak, tidak, jangan pernah memohon seperti itu, karena perkataanmu tidak akan berpengaruh padaku. Apa kau tau?, aku bukanlah orang yang mudah dibujuk dengan ekspresi wajah ataupun dengan sebuah kata-kata" ucap Quirin sambil tersenyum kearah Beymi.
"Dia wanita yang sangat mengerikan" batin Beymi ketakutan, ia kehabisan kata-kata dan hanya bisa pasrah.
__ADS_1
Quirin mulai membalikkan kayu itu, ia mengarahkan paku yang ada di ujung kayu kearah Beymi.
Quirin mengayunkannya dengan pelan lalu ketika kayu itu menempel di kulit ia menekan paku itu dengan kuat sehingga mengakibatkan kulit Beymi terbuka dan mengeluarkan banyak darah.
Arghhhh
Beymi berteriak keras, ia sungguh tidak bisa memikirkan apapun lagi.
Quirin melakukannya beberapa kali sehingga tubuh Beymi mengeluarkan banyak darah, Quirin menghentikan aksinya lalu berjongkok di hadapan Beymi "berterimakasih lah padaku karena aku membiarkan tangan dan kaki mu hanya mengalami luka memar. Lagipula aku juga berpikir jika tanganmu terluka maka kau tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah, ah ya ... aku tau anakmu berada dimana, jadi sebaiknya kau berpikir lah dulu sebelum bertindak" ucap Quirin sambil tersenyum lalu meninggalkan Beymi yang sudah terkapar ditanah.
Seketika mata Beymi terbuka dengan lebar, "Jangan sentuh anakku nona!, kenapa kau harus melibatkan anakku!" Beymi tiba-tiba berteriak dengan kuat, jika menyangkut dengan anaknya Beymi benar-benar tidak berdaya.
Quirin yang ingin masuk kedalam rumah tiba-tiba menghentikan langkahnya "Beymi ... jangan berteriak seperti itu, semua tindakanku ini bergantung pada perfoma mu, satu lagi ... aku yang memegang kendali di rumah ini jadi aku mengetahui semua tindakan kalian" ucap Quirin melanjutkan langkahnya
#Flashback Off
Mengingat semua kejadian itu membuat Beymi merasa ketakutan "aku tidak akan membiarkan nona menyentuh anakku, tapi jika aku melindunginya maka aku tidak bisa melindungi nyonya muda dan keluarga ini, apa yang harus aku lakukan?" gumam Beymi sambil menggigit kukunya.
Saat sedang melamun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu "pelayan Beymi, nyonya menyuruhku untuk mengantarmu kerumah sakit"
"Masuklah"
Supir itu terkejut melihat tangan dan kaki Beymi "bisakah kau membantuku berjalan?" ucap Beymi
Supir itu dengan sigap membantu Beymi, saat keluar dari rumah Beymi merasa ada yang menatapnya, ia melihat kebelakang dan mendapati Quirin sedang menatapnya dari atas balkon.
Beymi terperanjat kaget dan menyuruh supir itu untuk cepat-cepat membawanya keluar dari rumah.
"Aku akan membuatmu merasakan sakit ketika anakmu menjadi bahan mainanku, dulu kau membuat dia menderita tanpa memikirkan perasaan ibunya, walau ibu telah berada di alam yang berbeda tapi aku yakin jika sang ibu akan terus selalu mengawasi anak-anak mereka, begitu juga dengan ibu kandung dan ibu tiriku" gumam Quirin sambil menatap kepergian Beymi
__ADS_1
Bersambung ...