
"Cukup Xia, otak kecil mu itu, pasti tidak akan mampu mempelajari tentang sekitarmu" ucap Quirin ketus yang merasa kesal karena maid sekarang harus menghadapi perkataan Xia
"Quirin, aku hanya bertanya, kenapa kau malah berkata seperti itu?" tanya Xia dengan ekspresi pura-pura sedih dengan duduk di tempat tidur Quirin
"Jangan mainkan wajah keduamu itu padaku, tidak akan mempan!" ucap Quirin dengan melirik Xia
"Hah, jadi sekarang sudah tidak mempan lagi ya... " ucap Xia lesu lalu memegangi matanya dan menghapus air mata yang tidak ada itu
"Xia, aku sangat lapar" ucap Quirin yang sedaritadi menahan lapar sambil memegangi perutnya
"Baiklah tuan putri, aku akan segera mengambilkannya untukmu" jawab Xia yang bangkit dari duduknya, kemudian mengambil bekas piring dan minuman yang tadi ia buang
Xia meninggalkan kamar Quirin, lalu menuruni anak tangga, namun saat ia melewati ruang tengah, maid yang mengantar makanan tadi muncul di hadapan Xia
"Nona, apa nona Quirin memakannya dengan lahap?" tanyanya tersenyum lebar
"Emm, ya, dia menghabiskannya" ucap Xia yang sedikit gugup sambil memperlihatkan piring di tangannya yang sudah bersih
"Benarkah?, apa nona ingin aku mengambilkannya lagi?" tanya maid itu menawarkan diri dengan membuat ekspresi polos
"Tidak perlu... memang dia memintanya lagi, tapi sekarang biar aku saja yang mengantarkannya" ucap Xia sambil menjawab dengan sopan
"Baiklah nona, aku permisi untuk mengerjakan perkerjaan lain" ucap maid itu bahagia, lalu pergi meninggalkan Xia
"Kenapa dia terlihat sangat bahagia saat menanyakan makanan Quirin, sepertinya dia benar-benar memasukkan sesuatu kedalam makanan itu, hufttt... beruntung aku tidak memakannya" batin Xia menggeleng dan mengelus dadanya
"Dasar bermuka dua, ingin sekali kucakar muka sok polosnya itu, kalau saja aku majikan mu, akan aku tendang dia dari sini " batin Xia lagi, lalu pergi ke dapur mengambil makanan Quirin
__ADS_1
Maid itu berjalan ke taman, ia menyapu halaman taman "Aku ingin melihat ekspresimu nona, bagaimana nantinya saat kau merasa kesakitan, aku sangat menantikan hal itu, hehh... " batin maid itu tersenyum senang
#Flashback On
Melihat Zee yang keluar dari mobil, dan bergegas membuka pintu mobil, lalu mendekapkan seorang wanita membuatnya terkejut "Hah?, bagaimana bisa tuan muda Zee menggendong seorang wanita?, aku sudah lelah mengejar tuan muda, tapi sekarang yang berada di sisinya malah ****** itu" batin maid itu menggeram marah dan mengepalkan tangannya
Maid itu tetap memberi hormat saat tuan muda Zee berjalan di depannya, tapi ia tidak rela melihat wanita itu di dalam dekapan tuan muda Zee
"Akan ku buat kau tidak tenang berada di mansion ini" batin Maid itu tersenyum smirk
Saat pagi tiba
Maid yang saat itu ingin kekamar Quirin, melihat Zee yang baru saja keluar dari kamar Quirin, ia pun merasa iri, lalu mendapatkan ide untuk melancarkan aksinya
Maid itu pergi ke dapur untuk membuatkan bubur, kemudian ia memasukkan bubur ke satu piring lalu memasukkan serbuk pencuci perut yang sangat banyak sambil tersenyum, karena sedang membayangkan bagaimana rencananya ketika berhasil nanti
Tidak tanggung-tanggung, ia juga memasukkan serbuk itu kedalam minuman Quirin
"Beres, mari bersenang-senang" gumamnya yang pergi dari dapur, ia menaiki tangga, dan sesampainya si depan pintu, ia terkejut mendengar suara Xia yang saat itu berada di dalam
"Bagaimana ini?, nona Xia juga ada di dalam, apa aku lanjutkan saja?" batin maid itu
Maid itu pun memberanikan diri masuk kedalam kamar Quirin, kemudian menaruh nampan di atas meja di samping tempat tidur, lalu sejenak ia melihat ke arah Quirin dengan tatapan tidak suka, dan segera mengubah ekspresinya dengan senyuman, setelah itu ia bergegas keluar
Saat sampai di luar, ia tersenyum senang "Bagus lah, sepertinya mereka berdua tidak menyadarinya" ucapnya sambil menepuk kedua tangan pertanda misi beres dan berlalu pergi dari kamar Quirin
#Flashback Off
__ADS_1
"Aku yakin saat ini obat itu sudah bereaksi" ucap maid itu menaruh sapu yang berada di tangannya, dan pergi ke kamar Quirin
Sesampai di atas, ia mengintip dari kaca jendela milik Quirin yang mengarah ke halaman dan melihat keadaan Quirin yang tertawa bahagia tanpa ada rasa kesakitan sedikitpun
"Kenapa dia terlihat baik-baik saja?, bagaimana mungkin obat itu tidak bekerja padanya?" batinnya menggeram marah
Quirin yang melihat ada kain yang berwarna hitam di dekat jendela merasa curiga, namun ia bersikap biasa saja dan pura-pura tidak melihatnya
"Benar dugaanku, sepertinya dia ingin melihat keadaanku setelah memakan bubur buatannya, tapi sayang... kau masih terlalu jauh dariku anak kecil" batin Quirin tersenyum smirk
"Lihat saja! seperti apa pembalasanku nanti, kau ternyata mempunyai sifat yang sangat mirip dengannya, sungguh menjijikkan!, setelah kejadian hari ini, aku tidak akan segan-segan bermain dengan kehidupanmu" batin Quirin dengan mengeluarkan aura dinginnya
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
__ADS_1
Author sangat berterimakasih 🙏