Another Person Life

Another Person Life
Pria Pilihan Arcy


__ADS_3

"Tentu saja, apa kau pikir aku memiliki adik yang lain?, jika pun ada maka dia adalah anak dari bibi ku" ucap Feryun sambil menyetir mobilnya ke bandara.


Feryun membersihkan wajahnya dan keluar dari mobil, ia bergegas keluar dan ia melihat penerbangan dari Inggris ke Singapura.


Feryun menatap satu-satu jadwal penerbangan itu, dan ternyata ia melihat bahwa jadwal penerbangan nya telah usai "Sial!, kita sudah terlambat" ucap Feryun kesal.


Kiryu yang melihat Feryun kesal merasa sedikit kasihan, "walau mereka belum bertemu, tapi dia terlihat begitu menyayangi adiknya itu. dan bahkan bos telah melupakan perusahan kecil nya yang telah bangkrut itu" batin Kiryu sambil menggelengkan kepalanya.


"Kita kembali" ucap Feryun sambil berlari ke arah parkiran.


Kedua nya memasuki mobil "apa kau bisa melihat nama orang yang ada di dalam pesawat itu?" tanya Feryun.


"Bisa bos!" ucap Kiryu yang selalu membawa laptopnya kemanapun ia pergi.


Kiryu membuka laptopnya dan mengongatak-ayik jarinya di atas keyboard, "Cari atas nama Quirin" ucap Feryun sambil menyetir mobilnya.


"Tidak ada bos" ucap Kiryu dengan cepat.


Tiba-tiba saja Feryun menghentikan mobilnya secara mendadak "apa kau yakin?" tanya Feryun dengan mata yangs udah melotot dengan lebar.


"Yakin tuan!" jawab Kiryu tegas tapi terselip rasa takut di sela suara nya.


Walau dirinya sudah bekerja dengan Feryun cukup lama tapi Kiryu tetap sangat takut pada bos nya itu.


"Aku harus menghubungi Rea kembali" ucap Feryun sambil mengeluarkan ponsel nya.


Ia pun mencoba menghubungi Rea, tapi nomor itu tidak tersambung. Feryun mematikan nya dan mencoba menghubungi Jay "tidak bisa juga?, ada apa dengan mereka?" gumam Feryun.

__ADS_1


Feryun kembali melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, jalanan yang awalnya ramai kini mulai terlihat sepi, bahkan jalan yang di tempuhnya adalah jalan menuju mansion utama.


Mansion itu berada di belakang bukit, sangat tersembunyi agar orang lain tidak bis menemukan keluarga itu.


"Bos, kenapa kita kembali ke mansion utama?" tanya Kiryu terkejut.


"Aku ingin memastikan satu hal" ucap Feryun yang turun dari mobil dan masuk kedalam mansion.


Kiryu yang melihat itu mulai sedikit panik, karena tidak ada hal baik yang akan terjadi ketika nenek dan cucu itu bertemu.


Kiryu ikut turun dan buru-buru masuk ke dalam mansion.


Feryun melihat bahwa sang nenek tengah duduk bersama kakek nya.


"Nenek!" ucap Feryun sambil duduk di depan sofa.


Wajah Feryun tampak datar, ia tidak menunjukkan senyuman manis di hadapan nenek dan kakek nya.


"Nenek sudah katakan, nenek bahkan tidak akan pernah menanggap nya anak lagi. Dia bahkan sudah berkali-kali menentang keputusan nenek!" ucap Andrea dengan mata yang tengah menatap Feryun dengan tajam.


Mendengar perkataan Andrea membuat hati Feryun begitu sakit. "Aku hanya ingin mengatakan satu hal nenek. Kau selalu membuat keputusan mu sendiri, kau bahkan tidak memikirkan perasaan kami, beruntung papa dan mama berteman sejak kecil, jadi mereka bisa bersama. Tapi bibi?, dia bahkan tidak mengenal pria yang pilihkan untuk nya. Kau juga memaksakan kehendak mu pada Rea, lihat lah Rea sekarang, dia bahkan tidak ingin mendengar perkataan mu lagi. Aku juga sama!, tapi papa melarang ku dan karena itu aku bisa bertahan hidup di mansion ini. Aku berharap kau akan segera menyesal nenek, bahkan jika pun nenek menyesal, maka penyesalan itu tidak akan pernah tersampaikan lagi" ucap Feryun sambil berdiri dan meninggalkan kedua orang tua itu.


Andrea dan Savian duduk berdampingan, Andrea sungguh terkejut dengan perkataan Feryun, walau biasanya mereka selalu bertengkar, tapi perkataan Feryun kali ini sungguh sangat keterlaluan.


"Lihatlah cucu mu itu, keduanya bahkan terus membantah perkataan ku," ucap Andrea dengan marah.


Davin sedikit kesal mendengar celotehan Andrea "Bukan kah kau yang memulai semua ini?, aku juga sudah memperingatkan mu untuk tidak memaksakan kehendak mu itu, tapi kau tidak pernah mau mendengar perkataanku." ucap Savian sambil berdiri dan meninggalkan Andrea sendirian di sofa itu.

__ADS_1


"Ada apa dengan mereka?, aku tidak melakukan apapun, aku hanya ingin keluarga ini memiliki keturunan yang baik dan sepadan agar keluarga ini terus berada di posisi puncak."


"Aku sudah melakukan segala cara untuk mencari tau wanita hacker itu, atau pemilik perusahaan Sterfolia, tapi aku tidak menemukan petunjuk apapun, padahal kedua wanita itu sangat cocok dengan Feryun, tidak ada wanita yang pantas berada di samping Feryun kecuali salah satu di antara kedua orang itu" gumam Andrea sambil menatap lurus kedepan.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyetujui Feryun bersama wanita lain" gumam Andrea dengan tatapan tajam.


Andrea orang yang sangat keras dan juga ambisius, dia wanita yang sangat kejam, jika ada orang yang membantah perkataan nya atau tidak mematuhi perkataan nya, maka dia tidak akan segan untuk menghabisi orang itu.


Peraturan itu berlaku untuk anak dan cucu nya, Anak nya adalah Jay dan Arcy. Saat itu Andrea ingin menjodohkan putri nya dengan seorang bangsawan, namun Arcy menolak.


Andrea cukup kesal dengan putri nya itu. Namun Andrea bisa menahan amarah nya, harapan Andrea satu-satunya adalah pada Jay.


Saat itu karena Andrea gagal membujuk Arcy, kala itu, ia membujuk Jay, namun Jay juga menolak permintaan Andrea.


Arcy yang sangat mengenal Amber, mencoba membantu mendekatkan mereka, Arcy bahkan tau adik nya itu sangat menyukai Amber, tapi ia tidak menunjukkan nya.


Karena mendapat kata-kata manis dari sang kakak, akhirnya Jay menyetujui permintaan Andrea.


Walau Jay menikah dengan pilihan Andrea, Andrea bahkan tidak puas dan tetap memberikan calon yang lain untuk Arcy. Padahal saat itu Arcy sedang menata karir nya.


Karena mendapat penolakan dari Arcy. Andrea pun semakin marah dan ia menghancurkan segala usaha yang Arcy miliki sampai tak bersisa.


Arcy yang mendapat perlakuan itu dari orang tua nya mencoba bersabar dan terus bersabar, ia berharap Andrea akan berubah tapi siapa sangka, ibu nya terus menyodorkan pria bangsawan pada Arcy.


"Arcy, ibu sudah terus bersabar dengan penolakan mu, tapi kali ini tidak lagi!, kau ingin menikah dengan pilihan ibu atau kau mati di tangan ibu?" ucap Andrea dengan mata tajam.


Arcy yang berada di depan Andrea terkejut, ia tidak menyangka, ibu kandungnya sendiri bahkan memberikan pilihan yang sangat sulit.

__ADS_1


"Ibu, aku ingin menikah dengan pria pilihan ku sendiri, apa ibu tidak bisa mengabulkan satu permainan kecil ku ini?" ucap Arcy sambil menangis.


Bersambung ...


__ADS_2