
"Selanjutnya apa?, haruskah aku muncul di perusahaan Xavier?" batin Xura sambil berfikir matang-matang
"Tidak, aku harus menggulingkan Cassi dengan bantuan Alpha, aku tidak mempunyai kemampuan seperti Xura, Cassi bukan lawan yang mudah untuk ku tangani" gumam Xura sambil memijit pelipisnya
"Lebih baik sekarang pulang lalu berbicara pada Alpha" gumam Xura sambil mengambil topengnya diatas meja dan tidak lupa memakainya
Xura membuka pintu lalu melirik kesamping, terlihat Theo yang berdiri tegap "Theo, kita kembali kemansion" ucap Xura berjalan, sedangkan Theo mengikuti langkah Xura
"Nona Stella" panggil Yvon yang berada dimeja kerjanya
"Nona Stella" ucap Yvon kedua kali sambil mengerutkan dahinya, hingga seluruh karyawan perusahaan menoleh
Xura awalnya tidak menoleh, tiba-tiba saja ia mengingat jika diperusahaan Sterfolia namanya bukan Xura melainkan Stella
"Aku harus pulang, untuk perusahaan ini ku percayakan padamu" ucap Xura datar sambil mengangkat satu tangan lalu melambaikannya dan meninggalkan perusahaan
"Benar, pemilik perusahaan ini bernama Stella, tapi tuan muda selalu memanggilnya Xura, dan bukankah saat pertemuan tadi wanita itu juga manggilnya Xura?, kenapa sekarang berbeda?, arrghh.. memikirkan ini kepalaku benar-benar ingin meledak!" batin Theo sambil menggelengkan kepalanya
Yvon membungkukkan sedikit tubuhnya, ia melihat punggung Xura yang telah hilang dari pandangannya
"Dia seperti orang yang tidak aku kenal" gumam Yvon sambil memikirkan sifat Xura yang berubah-ubah semenjak mereka jumpa
Didalam lift "aku yakin Yvon tidak akan curiga, ya aku sangat yakin itu" batin Xura menenangkan dirinya sendiri yang sedikit ketakutan
Theo hanya melihat gerak-gerik Xura tanpa berkomentar apapun
Saat di mobil Xura menyandarkan kepalanya dan termenung "Xura, aku harus bagaimana?, kehidupan yang kamu jalani sangat keras, menjadi dua orang dengan karakter yang sama saja cukup melelahkan bagiku, bagaimana kamu bisa menjalani ini semua?, aku merasa bangga padamu" batin Xura sambil tersenyum
"Untung saja aku tidak menjalankan dengan karakter yang berbeda, jika itu terjadi sudah dipastikan aku bisa mati dua kali akibat peranmu ini" batin Xura lalu terkekeh kecil
"Apa nona baik-baik saja?" tanya Theo sambil melirik Xura yang tersenyum tiba-tiba tertawa kecil
Xura tersadar dari lamunannya akibat ulah Theo "Aku baik-saja Theo, jangan melirikku seperti itu" ucap Xura sambil melihat lurus kedepan
"Nona, bolehkah saya bertanya?" tanya Theo melihat Xura dalam keadaan baik, membuatnya ingin bertanya karena terlalu penasaran
"Kamu boleh bertanya apapun" ucap Xura menatap kedepan dengan serius
"Siapa nona sebenarnya?" tanya Theo hati-hati
"Apa yang harus aku katakan pada Theo?, tapi dia sudah melihat semuanya saat diperusahaan tadi.....sepertinya Theo dapat dipercaya" batin Xura sambil berfikir
"Putri pertama pemilik perusahaan Xavier dan juga pemilik perusahaan Sterfolia group, kamu bisa simpulkan semuanya sendiri tanpa harus aku jelaskan" ucap Xura datar sambil menatap keluar kaca mobil
"Apa?!" ucap Theo terkejut sambil melotot, untungnya Theo tidak menghentikan mobilnya secara tiba-tiba, ia tidak menyangka Putri pertama Xavier membangun perusahaan terbesar se-Asia
__ADS_1
"Aku tidak bisa membayangkan wajah apa yang akan ditampilkan oleh tuan muda, sepertinya tuan muda akan malu setelah mendengar informasi ini" batin Theo
"Jangan pura-pura terkejut Theo" ucap Xura lagi sambil melipat kedua tangannya
"Aku benar-benar terkejut nona" jawab Theo yang masih dalam keterkejutan
"Untuk apa kamu terkejut jika tadi itu kamu berada disana" ucap Xura terkekeh kecil melihat Theo sangat terkejut
Theo sedikit malu mendengar ucapan Xura, mobil dengan kecepatan sedang itu menyusuri jalan yang ramai dan memasuki kawasan elit.
Saat sampai di mansion "Theo, sampaikan apa yang terjadi hanya pada Alpha, jangan sampai terdengar oleh orang lain, aku yakin kamu dan Alpha bisa menjaga rahasia ini" ucap Xura tersenyum
Lalu Xura turun dari mobil dan meninggalkan Theo yang masih berdiri disana dengan sedikit membungkuk
"Nona sudah mempercayakan rahasia besar ini padaku, aku tidak boleh mengecewakan nona" batin Theo meyakinkan diri
Xura memasuki mansion lalu menaruh tas jinjingannya di atas sofa, karena merasa perutnya lapar ia berjalan menuju dapur, melihat asisten rumah tangga yang sibuk memasak
"Bibi, apa ada yang bisa Xura bantu?" tanya Xura mendekati sang asisten
"Tidak Xura, kamu duduk disana saja" ucap Sang asisten tersenyum
"Apa bibi yakin?" tanya Xura sambil memastikan
Setelah sang asisten sudah menaruh makanan di atas meja, Xura terlihat sangat kelaparan namun ia tidak tega jika melihat bibi yang sudah memasak belum makan
"Bibi mari kita makan bersama" ucap Xura sambil mengajak bibinya
"Sebelum nona datang bibi sudah makan, karena peraturan disini kami harus mengisi energi baru kami diperbolehkan untuk beraktifitas" ucap sang asisten
"Ternyata tuan muda volker ini tidak seperti tuan muda lainnya" batin Xura tersenyum
"Baiklah bibi, Xura sudah sangat lapar sekarang" ucap Xura sambil menyantap makanan dengan sangat lahap
Sedangkan Theo menuju ruang kerja Alpha sambil melihat ke kanan dan kekiri untuk mematikan tidak ada yang mendengar ceritanya
tok tok tok
"Ini Theo tuan muda" ucap Theo sambil mengetuk pintu
Mendengar siapa yang ingin masuk membuat Alpha sedikit bersemangat "Masuk" jawab Alpha dari dalam sambil memegang sebuah dokumen yang diajukan perusahaan Xavier.
Theo duduk dikursi tepat berada didepan Alpha yang hanya terhalang oleh meja, ia menatap Alpha dengan serius.
"Informasi apa yang kau bawa saat bersama dengannya" ucap Alpha Tanpa menoleh kearah Theo
__ADS_1
"Tuan muda" panggil Theo sambil melihat Alpha
"Hmm" dehem Alpha tanpa melihat Theo
"Jangan menyesal setelah mendengar ini" ucap Theo lagi dengan serius, namun tidak dihiraukan oleh Alpha
"Tidak akan" ucap Alpha sambil menyesap teh yang berada di mejanya
"Vixura Auristella Xavier Putri pertama pemilik perusahaan Xavier...." ucap Theo menggantung karena langsung dipotong oleh Alpha
"Aku sudah mengetahuinya Theo, jangan bertele-tele langsung intinya" ucap Alpha santai
"Juga orang yang sama dengan pemilik perusahaan Sterfolia group" ucap Theo kesal melanjutkan dengan sedikit keras setelah ucapannya dipotong oleh Alpha
Byuurrrrrrrr
Teh yang diminum oleh Alpha kini menyembur ke wajah Theo yang berada di depannya "Sekarang saya yang menyesal telah memberitahukan tuan muda" ucap Theo kesal sambil membersihkan mukanya
Alpha menggebrak meja lalu berdiri dari kursi kebesarannya "Maaf, maafkan aku, aku sangat terkejut, emm... jangan mencoba menipuku Theo, kau tau apa akibatnya bukan?" tanya Alpha yang masih dalam keterkejutan, kini ia melihat Theo menatap dengan melebarkan matanya
"Saya ini bodyguard setia anda, untuk apa saya menipu tuan muda, nona mempercayakan rahasia besar ini hanya pada saya dan tuan muda" ucap Theo meyakinkan Alpha
Theo menceritakan semua yang terjadi saat ia bersama dengan nonanya itu, tidak ada informasi yang kurang dan juga dilebihkan oleh Theo.
Mendengar semua cerita Theo membuat Alpha sangat tidak percaya, Alpha sambi berdiri mendengar cerita Theo dengan seksama, itu membuatnya sedikit shock.
Setelah Theo selesai bercerita, Alpha tiba-tiba jatuh terduduk dikursi kebesarannya "bagaimana mungkin, aku hanya tau jika dia putri dari tuan Xavier juga baru mengetahuinya belum lama ini" ucap Alpha terduduk lemas
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1