Another Person Life

Another Person Life
Kejutan Quirin


__ADS_3

Pria tampan itu terkejut dan ia mengehentikan langkah kaki nya. "sialan!, siapa yang melakukan itu pada perusahan kecilku?" ucap pria tampan itu sambil melihat laptop nak buahnya.


[Kejutan]


Kedua orang itu saling ber pandang-pandangan, "Semua ini perbuatan dia?, bagaimana mungkin?," gumam pria tampan itu.


Pria tampan itu pun langsung mengambil laptop anak buah nya dan kini ia mengambil alih laptop itu.


[Apa kau yang melakukannya?]


[Tentu saja, apa kau lupa dengan sebutan orang-orang padaku?]


[Tidak!, tapi apa kau sungguh tidak keterlaluan dengan melakukan hal ini padaku?]


[Haha ... kau bertanya padaku?, tapi aku akan membalas pertanyaan mu dengan sebuah pertanyaan juga tuan muda Feryun.]


Feryun yang membaca itu cukup terkejut, "dia bisa mencari data ku secepat itu?, sial!, aku berharap dia tidak menemukan identitas ku yang asli" batin Feryun


Feryun tidak membalas pesan itu, ia terlihat binggung karena identitasnya sangat mudah di ketahui oleh Quirin.


Pasal nya, ia telah membuat pengaman yang tidak mudah di tembus oleh hacker handal. Tapi kenapa berbeda dengan yang satu ini?, ia bahkan dengan muda menemukan identitas kecil itu.


[Apa kau tidak lelah mencari ku selama bertahun-tahun?, Padahal kau hanya tuan muda dari perusahaan kecil, tapi berani sekali kau mengusik ku?, bukan kah kata keterlaluan itu harus aku berikan pada mu?]


Lagi-lagi Feryun tidak membalas pesan itu, ia hanya melihat apa yang di ketik oleh Quirin saja.


[Jika kau mengusikku lagi, maka aku akan menghancurkan seluruh perusahaan mu, aku juga tau bahwa kau memiliki dua identitas]


Feryun yang membaca itu benar-benar terkejut, ia melototkan matanya dan langsung melempar laptop itu ke dinding sehingga benda itu hancur berhamburan.


Anak buah nya yang bernama Kiryu cukup terkejut, karena laptop itu terbang tepat di samping wajahnya.


"Bos, ada apa?" tanya Kiryu dengan wajah panik.


Ketika bos nya itu marah, wajah dan tatapan nya begitu tajam.

__ADS_1


Semua bawahan nya begitu takut ketika Feryun marah, "Sialan!, dia tau bahwa aku memiliki dua identitas!, kenapa bisa seperti ini?" teriak Feryun dengan mata yang seakan ingin keluar dari tempat nya.


...****************...


Quirin yang ada di mansion tertawa senang, ia begitu puas telah melakukan hal yangs seharusnya dirinya lakukan dulu.


"Ini baru permulaan, siapapun yang berani mengusik ku, maka mereka semua tidak akan ada yang selamat" ucap Quirin sambil tersenyum smirk.


Walau Quirin belum menemukan dari keluarga mana Feryun, tapi ia akan berusaha mencari identitas asli nya.


"Aku pasti bisa menemukan identitas asli mu!" guamam Quirin lagi.


Quirin terus mencoba mencari tau tentang tuan muda Feryun, tapi ia tidak menemukan petunjuk apapun.


"Sepertinya dia berasal dari keluarga berpengaruh." gumam Quirin sambil terus berpikir.


"Karena identitasnya sangat sulit di cari, sama seperti mencair identitas auristella" gumam Quirin sambil menggerakkan jari-jari lentiknya dia atas keyboard.


"Aku harus berpikir dengan benar, keluarga kaya mana yang bisa menyembunyikan identitas mereka seakurat itu." gumam Quirin sambil terus berpikir.


Tiba-tiba saja, Zee kembali ke dapur, "apa kau lapar?," tanya Zee sambil mengoleskan roti dengan selai.


"Ya, aku sangat lapar, tapi aku memiliki pekerjaan penting" ucap Quirin sambil menggerakkan jarinya.


Zee yang melihat Riu langsung menarik laptop Quirin dan segera menutupnya.


"Apa kau tidak melihat postur tubuhmu?, kau sangat kurus, tidak memiliki daging, jadi makanlah dulu sebelum melanjutkan pekerjaanmu" ucap Zee sambil.mengoleskan roti kedua dengan selai.


Quirin yang melihat Zee sibuk mengoleskan roti hanya bisa mengerutkan dahi nya, ia sedikit binggung, kenapa pria yang dingin seperti kutub Utara itu begitu cerewet saat ini.


"Ada apa dengannya?, apa dia salah makan sesuatu hari ini?, tapi sepertinya tidak?, karena makanan kami semua sama" batin Quirin.


"Kenapa kau melihat wajahku?, aku tau bahwa aku sangat tampan, tapi kau bisa melihat wajahku sepuas hatimu" ucap Zee ambil mengoleskan roti ketiga.


Zee menyiapkan satu piring dan menarik semua roti itu di atas nya, " makan lah" ucap Zee ambil menyodorkan piring yang berisi 3 roti.

__ADS_1


Quirin yang tidak biasa mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa tercengang, "apa kau sakit?" tanya Quirin sedikit khawatir.


"Tidak!, aku baik-baik saja!" ucap Zee dengan tegas lalu duduk di samping Quirin.


Zee juga mengambil sebuah roti dan memakannya untuk dirinya sendiri, sedangkan laptop itu, Zee menaruhnya di atas kursi hingga Quirin tidak bisa melihat laptop itu.


"Lalu kenapa dalam sekejap kau bisa berubah?, bukankah tadi kau masih terlihat dingin seperti kutub Utara?, laku kenapa tiba-tiba menjadi kutub selatan?" tanya Quirin sekali lagi sambil menatap pria itu.


Zee yng mendengar itu ingin sekali menutup mulut Quirin, namun ia memilih diam dan tidak mau berdebat lagi, "bisakah kau berhenti mengoceh dan makan lah makanan itu, sebentar lagi aku akan keatas dan aku akan sendirian di sini, sedangkan hari sudah semakin gelap" ucap Zee sambil mengunyah roti nya.


Quirin yang mendengar itu menoleh kearah jendela, dan benar saja, hari semakin gelap, bahkan Quirin tidak menyangka bahwa ia sudah sangat lama memainkan laptop itu.


Quirin langsung memakan makanan nya ia memakan dengan sangat lahap. Zee yang melihat itu merasa lega karena ia turun tepat pada waktunya.


Ketika Zee turun, ia mendengar bahwa Quirin hanya belum memeriksa keluarga V dan Ophelia.


Seketika Zee melototkan mata nya, ia tidak ingin Quirin tau bahwa dirinya berasal dari salah satu keluarga itu.


Karena itulah, Zee melangkah cepat dan menghentikan pergerakan tangan Quirin.


"Beruntung aku turun kembali, jika tidak, maka identitas yang selama ini aku sembunyikan akan ketahuan olehnya." batin Zee


Zee tidak ingin Quirin mengetahui identitasnya secepat itu, karena ia tidak ingin Quirin memikirkan ataupun mengkhawatirkan dirinya, karena bagaimana pun Quirin memiliki dendamnya sendiri dan ia harus menyelesaikan sesegera mungkin.


"Aku berharap dia tidak memikirkan dua keluarga itu, jika tidak?, semuanya akan menjadi berantakan" batin Zee


Zee hanya menatap Quirin yang sedang melahap makanannya, ia sedikit tidak tega melihat wanita itu begitu sangat kurus, bahkan ia hanya berisikan sedikit daging di tubuhnya.


"Apa kau ingin lagi?" tawar Zee pada Quirin.


"Tidak, aku sudah kenyang, sebentar lagi perutku akan meledak" tolak Quirin sambil menekan makanan nya.


"Apa kau bercanda?, kau hanya memakan 3 roti, tapi kau mengatakan bahwa kau sudah kenyang?" tanya Zee binggung.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2