Another Person Life

Another Person Life
Penyesalan


__ADS_3

Di suatu tempat yang memiliki pemandangan sungai jernih, ditumbuhi dengan pepohonan rindang dan rerumputan hijau serta dipenuhi dengan hamparan bunga warna warni yang menyejukkan hati


Grizo merasa kebingungan dengan keberadaannya, ia mencoba melihat ke kanan dan kiri.


Seketika itu, Grizo melihat seorang wanita berkulit putih, berambut hitam kecoklatan yang tergerai di terpa angin, dengan pakaian panjang berwarna seputih salju hanya menggunakan ikat pinggang sudah membuatnya memancarkan aura yang sangat cantik, wanita itu sedang berdiri di sisi pohon besar


Beberapa saat kemudian, wanita itu duduk dengan anggun di atas satu batu besar dengan posisi memunggunginya. Namun, wanita itu sempat memperlihatkan sisi kanan wajahnya sekilas


Saat melihat wanita itu, Grizo merasa tidak asing dan hatinya berdegup cepat


Grizo yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya mencoba mengucek matanya dengan kedua tangan, ia mulai berjalan mendekati wanita itu, semakin berjalan mendekat hatinya semakin berdegup dengan sangat cepat


Saat sudah mendekati wanita itu, tiba-tiba wanita itu membuka suara


"Kau sudah melanggar janjimu" ucap wanita itu datar


Grizo terperanjat kaget dan jatuh terduduk lemas, ia mengenali suara wanita itu


"Aku khilaf, maafkan aku" ucap Grizo yang mulai menangis


"Khilaf?, Apakah menurutmu khilaf itu bisa sampai bertahun-tahun?" ucap wanita itu


"Maafkan aku" ucapnya lagi berderai air mata


"Permintaan maafmu itu tidak bisa aku terima" ucap wanita itu masih memunggungi Grizo


Grizo yang menangis dengan sesegukan mulai mengencangkan suara tangisnya


Suara wanita yang di cintainya, suara yang sangat ia rindukan, suara yang sangat ingin ia dengar selama ini, kini tidak lagi terasa hangat, terlalu dingin hingga mampu membuatnya bergetar

__ADS_1


Wanita itu tidak merasa iba ataupun mengasihani Grizo


"Kau sudah menyiksa anakku!, kau akan menuai apa yang sudah kau perbuat!" setelah ngucapkan itu Arcy berbalik, mata Arcy yang tadinya terasa teduh, kini berubah menjadi merah dan menatap tajam kearah Grizo


Saat Grizo mendengar ucapan itu, ia mencoba mendongakkan kepalanya dan menatap Arcy, Grizo yang melihat tatapan itu sangat terkejut hingga membuatnya terpaku.


Pasalnya istrinya itu tidak pernah marah kepadanya, Arcy selalu berlaku lembut, tapi kini yang ia lihat adalah mata merah dan tajam yang terus menatap lurus kearahnya


Setelah mengatakan itu, Arcy perlahan-lahan memudar, ia seakan-akan ingin menghilang


Karena melihat itu, Grizo tersadar dan bangkit, ia ingin menggapai Arcy


"Jangan pergi, tolong jangan pergi" ucap Grizo sambil menangis


"Kau tidak perlu menahanku, kau tau benar bahwa kita sudah berbeda alam" ucap Arcy yang tetap menatap tajam dan tubuhnya terus memudar


"Tidak, tidak, jangan berbicara seperti itu, aku sangat mencintaimu, aku akui bahwa dulu adalah salahku" ucap Grizo yang masih menangis sesegukan, tangannya yang mencoba meraih Arcy tak pernah tergapai dan seakan terasa jauh


Hosh


Hosh


Hosh


Grizo terbangun dari tidurnya dengan bercucuran keringat dan air mata yang membasahi wajah dan tubuhnya


Dengan cepat Grizo mengambil air yang berada di depannya, dan meminumnya hingga habis tidak tersisa.


"Mimpi itu sangat terlihat nyata, apa artinya mimpi itu?" gumam Grizo sambil mengusap wajahnya

__ADS_1


"Aku sangat merindukan kalian" batin Grizo


Grizo yang awalnya hanya duduk di sofa kini menyandar dan memijit pelipisnya,


Belum selesai masalah dari putri pertamanya sekarang muncul masalah dari putri keduanya,


Ia sangat pusing memikirkan hal itu, ia lupa dengan keinginannya untuk mencari berita tentang putri sulungnya, tidak berapa lama Grizo yang sangat pusing tertidur di sofa dengan posisi menyandar.


Grizo menyeka keringatnya yang bercucuran, ia melihat jam yang menunjukkan waktu sore,


"Aku sudah tertidur selama 1 jam, badan ku terasa lengket, aku harus segera menyegarkan diri" ucap Grizo


Grizo kembali ke kamarnya untuk mandi, setelah ia memakai baju santai, ia keluar kamar


Grizo bergegas keluar kamar menuruni anak tangga yang berputar. Mata yang tadinya biasa berubah menjadi sedih saat melihat sepasang ibu dan anak saling tertawa, membuat dia mengingat istri dan anaknya yang telah tiada.


Bersambung...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment

__ADS_1


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2