
"Nona, aku pergi keluar sebentar untuk membeli beberapa buah, aku akan segera kembali, jadi tolong istirahatlah" pria itu membalikkan badannya dan berlalu pergi
Gadis itu hanya menatap punggung tegap pria yang sedang berjalan keluar, hingga pria itu hilang dari pandangannya
Gadis itu mulai berkutat dengan pikirannya saat sendirian di dalam ruangan "Bagaimana bisa aku ditemukan?, aku ingat saat itu aku melompat dari sebuah gedung kosong, seharusnya tidak ada yang bisa menemukanku" batinnya
Pria itu pergi kerumah yang menjadi tempat tinggalnya, ia meminta asisten rumah tangga untuk membuatkan sesuatu
"Bi..., tolong buatkan bubur secepatnya, setelah selesai, di bungkus paperbag ya bi" ucap Alpha sopan
"Baik tuan muda Alpha" ucap asisten rumah tangga kemudian bergegas mengerjakan perintah tuannya
Alpha Rain Volker adalah seorang pemuda yang memiliki senyum menawan namun santai dan tegas, memiliki aura yang membuat siapa saja menyukainya, namun terkadang bisa berubah menjadi monster jika ia di ganggu
Kemudian Alpha pergi ke supermarket dan memilih beberapa buah-buahan, setelah selesai membayar, ia bergegas mengendarai mobilnya, mobil pun melaju dengan cepat.
Sesampainya di rumah sakit, ia memarkirkan mobilnya dan langsung masuk ke rumah sakit dengan menaiki lift lalu berjalan melewati koridor menuju ruangan gadis itu
Alpha membawa satu paperbag di tangan kanan dan sebuah pastel berisikan buah-buahan segar yang ditopang dengan kedua tangan
Setelah beberapa jam gadis itu tertidur pulas, tiba-tiba ia mendengar suara pintu dibuka
Alpha masuk ke ruangan lalu kembali menutup pintu dengan pelan, kemudian ia berdiri di ambang pintu sejenak
Alpha ingin memastikan sang gadis tidak terbangun karenanya, jadi ia melihat ke arah sang gadis, namun ternyata sang gadis sudah membuka matanya
Gadis itu menatap dengan mata berbinar ke arah kedua tangan Alpha , Alpha yang sadar akan tatapan tersebut justru ikut-ikutan melihat ke arah tangannya sendiri, lalu ia melihat ke arah gadis itu lagi dengan senyuman hangat
"Nona, apa kau sangat menyukai buah?" tanya Alpha sambil tetap berdiri di ambang pintu namun mulai berjalan perlahan mendekati brankar
Gadis itu hanya terfokus pada buah-buahan saja, ketika ia mendengar pertanyaan itu, ia mengalihkan pandangannya ke arah Alpha, mata mereka yang saling terkunci membuat gadis itu malu, lalu membuang pandangannya kesegala arah
Alpha yang menangkap ekspresi gadis itu, tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan punggung tangan yang jarinya sedikit dikepal
"Ehem, jangan malu seperti itu nona, kau sangat imut" ucap Alpha
"Bagaimana bisa dia mengatakan aku imut?, saat ini aku bahkan menggunakan perban di seluruh tubuhku" batin gadis itu
"Baiklah aku tidak akan menggodamu lagi, aku sudah membawakanmu bubur, jadi kau harus makan bubur terlebih dahulu, tunggu sebentar, aku akan menyiapkannya" ucap Alpha
Mendengar kata "bubur" membuat gadis itu menatap ke arah Alpha, makanan itu merubah ekspresi sang gadis menjadi sedih dan matanya melihat kebawah tanda tidak suka
Melihat ekspresi sang gadis, membuat Alpha hampir luluh, namun ia menggelengkan kepala agar tidak luluh
"Maaf nona, tapi nona sedang sakit, sejak dilarikan ke rumah sakit dan mengalami koma, bahkan hingga sekarang nona belum makan, jadi nona harus mengisi perut nona terlebih dahulu dengan sedikit bubur" ucap Alpha penuh perhatian
__ADS_1
"Aku akan menyuapi nona" ucap Alpha tersenyum
Secara perlahan Alpha membantu menaikkan tempat tidur bagian kepala dengan alat yang ada di bagian samping bawah kasur, kemudian ia memberi tumpuan bantal di belakang punggung sang gadis
Alpha dengan sabar dan telaten menyuapi gadis itu, gadis itu hanya bisa pasrah dan membuka mulutnya secara paksa dengan sedikit lebih lebar agar makanan bisa masuk kedalam mulutnya.
Gadis itu tidak bisa mengunyah karena rahangnya terasa sakit apabila di gerakkan, setelah bubur masuk ia hanya bisa menelannya cepat
Alpha merasa tidak tega melihat sang gadis makan dengan perlahan dan langsung menelan
"Nona apa rahangmu sangat sakit?" tanya Alpha
Gadis itu mengedip sekali
"Maaf aku tidak bisa berbicara sekarang" Batin gadis itu sambil menatap Alpha
"Sudahlah nona, tidak apa-apa, jangan menatap ku dengan tatapan seperti itu, aku akan mengurusmu hingga sembuh" jawab Alpha sambil tersenyum
Gadis itu sangat terharu dan matanya mulai berkaca-kaca, ia mulai menitikkan air mata, sejak ibunya tiada, tidak ada lagi yang memperhatikannya, termasuk ayahnya sendiri
"Aku sangat berterimakasih kau sudah membantuku" batin gadis itu
Alpha seketika tersentak melihat cairan bening yang keluar dari pelupuk mata sang gadis, ia langsung panik
Gadis itu menggeleng pelan
"Jangan menangis, aku tidak sanggup melihat nona menangis" ucap Alpha dengan nada sedih
"Terimakasih" batin gadis itu
Sesuap demi sesuap, akhirnya bubur itu bisa habis, ia membiarkan gadis itu duduk sebentar agar makanan yang di makan bisa tercerna sempurna di dalam tubuh gadis itu
"Aku akan membersihkan ini sebentar, setelah selesai, aku akan membaringkan nona" ucap Alpha
Gadis itu hanya berkedip, setelah selesai membersihkan, Alpha kembali mendekat kearah gadis itu
"Apa kau sudah makan?, bagaimana caranya aku bertanya" batin gadis itu
Gadis itu melirik dan mencoba dengan paksa menggerakkan tangannya perlahan kearah buah yang di taruh di atas nakas yang masih terbungkus dengan rapi, Alpha melihat pergerakan tangan gadis itu lalu memiringkan kepala tanda berpikir
"Nona ingin buah?" tanya Alpha
"Sebegitu inginnya kah dia?" batin Alpha
Gadis itu menggeleng pelan, lalu menggerakkan bola mata nya kearah buah dan kembali kearah Alpha
__ADS_1
Alpha sama sekali tidak mengerti, namun ia mencoba menerka-nerka
"Apa nona ingin aku memakan buah?" tanya Alpha
Gadis itu mengangguk
"Astaga nona, aku khawatir padamu tetapi nona ternyata mengkhawatirkan ku juga, begini saja, aku akan memakan buahnya kalau nona mau memakannya duluan" ucap Alpha sambil menggeleng tersenyum
"Tapi kau belum makan" batin gadis itu sambil membuat tatapan sendu
Melihat tatapan sang gadis, Alpha seolah bisa membaca batinnya
"Nona tenang saja, aku sudah makan saat mampir kerumah" ucap Alpha berbohong
Mata gadis itu kembali cerah, melihat mata itu membuat Alpha tersenyum hangat
"Baiklah, sebaiknya nona tidur saja, agar cepat pulih" ucap Alpha sambil mengambil bantal yang berada di punggung sang gadis tadi lalu menurunkan tempat tidur secara perlahan
"Terimakasih, kau sangat baik" batin gadis itu
Gadis itu ingin membalas senyuman Alpha tapi tidak bisa, karena perban yang melilit di wajahnya hanya memperlihatkan mata dan bibir saja. tetapi bibirnya tidak bisa tersenyum dan terasa sangat berat
Gadis itu menutup matanya perlahan dan tertidur pulas, pria itu hanya menatap diam
"Gadis ini sangat mirip dengan (dia), yang selalu mengkhawatirkan ku daripada mengkhawatirkan dirinya sendiri" batin Alpha
"Kau harus segera sembuh, saat kau sembuh nanti, aku tidak akan membiarkanmu di dekati oleh pria lain, karena aku akan berjanji untuk melindungimu dengan seluruh tenagaku" ucap Alpha sambil mengelus tangan gadis itu perlahan
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1