
Quirin duduk di kursi depan, saat Vano ingin mengambil alih mengemudi, tiba-tiba saja Zee menghentikan langkah Vano dengan mengunakan satu tangannya.
Vano yang melihat itu langsung memilih berhenti, Zee pun mulai melangkah dan memasuki mobil Quirin, Alhasil Zee yang menyetir mobil Quirin dan mulai melajukan mobilnya.
Ketiga bodyguard itu berdiri dengan saling melihat "apa di mata tuan muda Zee kita adalah pengganggu?" tanya Arnius merasa tidak percaya.
"Dari cara tuan muda kita bisa menilainya bahwa kita hanyalah pengganggu untuknya dan nona Quirin" jawab Staren yang masih berdiri seperti patung.
Vano yang sedikit malu dengan tindakannya langsung mengalihkan pembicaraan "ehm ... sudahlah, kita harus cepat menyusul mereka"
Vano dan yang lainnya dalam satu mobil, Vano yang mengemudi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Ia harus mendahulukan mobilnya agar Zee mengikuti dari belakang.
Sesampai di rumah sakit itu, Quirin mengambil laptopnya dan memeriksa keadaan didalam rumah sakit, ia bisa melihat ruangan mana yang di gunakan oleh Beymi.
"Haaa ... kau sangat senang sudah membuat ku menjadi terkenal, sekarang giliran ku yang akan membuatmu terkenal"
@Zeline
"Lihatlah, wanita ini dulunya hanyalah orang miskin yang sudah putus asa serta akan melompat dari jembatan, lalu seorang kaya raya yang baik hati tidak sengaja lewat, ia pun memutuskan untuk menghentikan aksi si wanita miskin ini. Dan orang baik hati ini pun memberinya pekerjaan, tiba-tiba saja dia berubah menjadi penghianat dengan cara menggigit penolongnya, apakah orang yang tidak tau berterimakasih seperti ini masih pantas hidup?"
Bukti rekaman yang menunjukkan Beymi memasukkan serbuk kedalam minuman sambil mengintip kekanan dan kekiri.
#penghianat
Quirin memposting iri sebagai serangan balik, ia pun langsung mengembalikan aplikasi itu dan kembali memeriksa cctv, sedangkan Zee yang melihat itu langsung mengeluarkan ponselnya dan melihat postingan yang baru saja di upload oleh Quirin.
Zee melirik kearah Quirin, ia bisa melihat kesedihan di wajah itu. Ia pun mengirim sebuah pesan ke salah satu anak buahnya yang bekerja di anak perusahaan.
[Gunakan kemampuan kalian untuk membuat postingan itu menjadi trending]
__ADS_1
[Baik, tuan muda]
Balasan yang di terima Zee membuatnya tersenyum tipis, karena dirinya tidak diberi tugas, maka Zee mencari pekerjaannya sendiri.
Quirin tidak tau apa yang di lakukan oleh Zee, mata dan pikirannya hanya berfokus pada Beymi.
Quirin melihat Beymi di tarik keluar oleh staf rumah sakit, disana terlihat jelas bahwa Jeslyn sedang memohon pada para perawat untuk melepaskan Beymi.
Quirin tersenyum smirk, postingannya pastilah bekerja "kita harus bergerak" gumam Quirin sambil mematikan ponselnya dan turun dari mobil.
Vano melihat Quirin sudah keluar dari mobilnya, mobil mereka hanya terparkir bersebrangan.
Setelah Quirin dan Zee masuk kedalam rumah sakit, Vano, Staren dan Arnius melangkah masuk kedalam rumah sakit dengan secara terpisah.
Vano tidak ingin mencolok, mereka bertiga sudah melihat postingan Quirin dan betapa terkejutnya ketiga orang itu, ternyata nona sulung Alister memiliki orang jahat di sisinya.
Mereka mengenal orang-orang yang membuat postingan itu menjadi trending, siapa lagi kalau bukan anak perusahaan Zee.
Setelah sampai di ruangan yang mereka tuju, Quirin nyuruh Vano masuk, sedangkan Vano hanya bisa pasrah dengan perintah Quirin.
Krekkk
Mendengar suara pintu terbuka sang penghuni kamar pun menoleh "kau?, kenapa kau bisa disini?" tanya Jeslyn yang baru saja menangis kini mulai mengehentikan tangisannya.
Vano tidak menjawab pertanyaan Jeslyn, wajah datarnya membuat Jeslyn bertanya-tanya.
Saat pertama kali Vano menolongnya, ia sempat terkesima dengan ketampanan Vano, tapi saat itu Vano terlihat sedikit hangat padanya, dan sekarang kenapa Vano berubah padanya?, Jeslyn merasa seperti orang yang tak tersentuh.
"Ada apa denganmu?" tanya Jeslyn percaya diri.
Vano tetap diam dan melangkah mendekati Jeslyn, wanita itu sedikit takut dengan wajah datar Vano.
__ADS_1
"Tolong jangan bercanda, bisakah kau memberitahuku tujuanmu?" tanya Jeslyn dengan memberanikan diri.
"Membawamu" ucap Vano dengan datar lalu memukul tengkuk Jeslyn.
Jeslyn pun menutup matanya, ia jatuh kebelakang dan Vano sama sekali tidak berniat untuk menangkapnya.
Quirin yang berada di luar bisa mengetahui bahwa Vano sudah membereskan tugasnya, lalu Quirin menyuruh Staren masuk untuk mengangkat tubuh Jeslyn.
"Kenapa harus aku?" batin Staren heran, padahal didalam ada Vano tapi kenapa dirinya yang di perintahkan untuk membawa tubuh Jeslyn?
Quirin, Zee dan Arnius menunggu diluar, setelah Staren mengangkat tubuh Jeslyn, Vano pun ikut keluar.
"Aku tau kau tidak ingin menyentuhnya, karena itulah aku membawa mereka" gumam Quirin sambil tersenyum.
Vano tercengang mendengar perkataan Quirin "nona tau apa yang aku pikirkan?, nona sangat mengerti aku" batin Vano senang.
Staren yang mendengar itu merasa tidak percaya "pantas saja" batin Staren kesal. Tapi Staren tidak berani protes karena tatapan Quirin benar-benar menakutkan untuknya.
Mereka semua keluar dari rumah sakit dan membawa Jeslyn kerumah penyiksaan di tempat yang sama dengan Clamy dulu.
Setelah sampai dirumah itu, sekarang giliran Arnius yang membawa tubuh Jeslyn "kenapa mengoper padaku?" batin Arnius
"Bantu aku mengikat tangan dan kakinya dengan kursi" perintah Quirin.
Zee yang sedari tadi diam, kini mulai membuka suara "bukankah kau sangat keterlaluan?" tanya Zee dengan satu alis yang sudah terangkat.
"Jadi menurutmu membunuh ibuku adalah tindakan yang tidak keterlaluan?" tanya Quirin dengan melipat kedua tangannya.
Pertanyaan Quirin mampu membuat Zee terdiam, ia tidak ingin membuat Quirin marah lalu Zee lebih memilih menonton permainan yang akan di buat oleh Quirin.
Bersambung ...
__ADS_1