
Zee hanya bisa diam sambil menahan kesal melihat itu, membuat dokter Al sangat ingin menertawai Zee
"Haha.., sekarang adalah moment yang sangat langka, haruskah aku berterimakasih pada Quirin?, karenanya aku bisa melihat muka suram yang seperti itu" ledek Al sambil tertawa
Orang yang berada didalam ruangan itu sudah merinding melihat raut wajah tuan mudanya, dan sekarang dokter Al dengan sengaja menambah bumbu cabai
Mereka berdua menatap Al dengan tajam, agar Al berhenti tertawa, saat dokter Al melihat kearah bawahannya, ia sedikit terkejut karena menatapnya seakan bola mata mereka akan keluar
Al berhenti tertawa sambil melirik kesamping, ia melihat raut wajah Zee yang sudah tidak enak dipandang hingga membuat Al sedikit takut dan langsung mengalihkan matanya ke monitor
"Ahh, sepertinya dia pergi,eh... tunggu! bukankah itu arah gudang?" ucap Al mencoba berdalih
"Ayo kita segera pergi" ucap Al bangkit dari tempat duduknya, ia juga tidak lupa mengajak Zee namun ia melupakan raut wajah Zee yang masih sama, tidak berubah sedikitpun
"Kau tetap disini!!" ucap Zee datar, ia langsung berdiri dan keluar dari ruangan
Mendengar ucapan itu tubuh dokter Al mematung, jika Zee menyuruhnya tetap berada didalam ruangan, maka ia harus berada didalam, karena keputusan yang dibuat oleh Zee itu sudah mutlak
Dengan langkah cepat, Zee menuju kegudang itu, ia tidak lupa menghubungi Xeno, namun Xeno tidak bisa membantu Zee kali ini, karena memiliki pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan
Zee beralih memanggil keempat bodyguard, sesampai Zee di depan gudang, ia mendengar gelak tawa yang mengerikan
Ia sengaja tidak masuk, karena dengan begitu ia bisa tau semuanya, namun saat mendengar suara rintihan, Zee dengan cepat masuk kedalam, ia mengira jika Quirin yang kalah, namun fakta berkata lain
#Flashback Off
Quiran mendengar penjelasan Zee dengan seksama, ia tersenyum tipis "Setidaknya tubuh ini aman disaat aku tidak muncul, aku tidak mempercayai jiwa asing itu" batin Quiran
"Waktuku habis, kau bisa menggantikan aku menjaganya" ucap Quiran lalu menutup mata
Seketika tubuh itu ambruk didepan Zee, ia dengan cepat menopang tubuh Quirin
Zee membawa Quirin secara bride style kedalam rumah sakit, ia menaruh Quirin diatas brankar yang baru saja diganti oleh dokter Al
__ADS_1
Saat Zee duduk dikursi dalam ruangan, dokter Al masuk tanpa mengetuk pintu, ia melihat Zee seperti memikirkan suatu hal
"Sudah terbukti bukan?, apa yang aku katakan tentu benar adanya" ucap dokter Al sombong
"Namanya Quiran" ucap Zee singkat tanpa menoleh sedikitpun
"Wow, bahkan dia mempunyai nama" ucap dokter Al kagum, ia berjalan dan duduk dikursi kebesarannya tepat didepan Zee yang hanya terhalang oleh meja kerja Al
"Jangan berbicara apapun setelah apa yang terjadi padanya, karena sebelumnya Quirin menyembunyikannya dariku" ucap Zee datar
"Baiklah, sepertinya sebentar lagi dia sadar" ucap dokter Al sambil melirik brankar Quirin
"Apa yang telah dia lakukan pada Darla?, Apa Darla sudah mati?, jika saja seperti itu aku benar-benar takut padanya" tanya dokter Al sambil mengalihkan matanya pada Zee,
Zee sangat pusing memikirkan bagaimana menghadapi Quiran, ditambah sekarang dokter Al menanyakan berbagai pertanyaan
"Aku melarang Quiran membunuh wanita itu, sekarang aku menyuruh Vano memasukkannya kerumah sakit jiwa" ucap Zee singkat, by ia menyandarkan punggungnya pada kursi lalu melipat kedua tangannya
"Nanti saja kita lanjutkan" ucap Zee singkat
Quirin tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya, mendengar itu Zee dengan cepat berdiri dan menghampiri Quirin
"Huft, jika saja aku bukan temannya, sudah dari dulu aku keluarkan semua organnya dan aku jual" geram Al sambil membuat gerakan seperti mencincang daging, ia sangat kesal karena Zee selalu menggantungkan cerita yang sangat ingin didengarnya
"Jangan berfikir untuk menjual organ ku, sebelum itu terjadi, aku akan mencabut lisensi dokter mu, dan kau tidak akan bisa menjadi dokter lagi" ucap Zee datar
Al melupakan jika Zee sangat sensitif terhadap suara, jadi ia bisa mendengar yang ada di sekitarnya bahkan sekecil apapun suara itu
Mendengar hal itu membuat Al seperti patung, ancaman itu sangat menakutkan bagi Al, ia sangat menyukai profesi ini, jika ia mempunyai pertanyaan mengenai seorang gadis kaya yang punya perusahaan atau profesi dokternya, maka dia akan memilih profesinya.
"Aku hanya bercanda saja, kau selalu mengeluarkan ancaman itu" ucap Al sambil menghampiri Zee dan Quirin
Quirin hanya diam tanpa menghalangi perdebatan itu, setelah menurutnya selesai, ia meraba pipinya "Kenapa pipiku terasa sedikit sakit?" ucap Quirin sambil melihat kearah Zee
__ADS_1
Keduanya tidak menjawab dan memilih bungkam "Tidak mungkin aku memberitahu yang sebenarnya, bisa-bisa singa yang berada di sampingku akan mengaum" batin Al sambil melirik Zee
Melihat itu, Quirin hanya menghela nafas kasar "Apa pemeriksaannya sudah selesai?, Aku ingin pulang dan beristirahat" ucap Quirin datar
"Sudah" ucap Al dengan cepat mengalihkan pandangannya pada Quirin
"Kau juga sudah pulih sepenuhnya, dan hanya butuh istirahat yang cukup" lanjut Al
Quirin turun dari brankar diikuti oleh Zee yang langsung berdiri, mereka berjalan beriringan, saat hampar mencapai pintu, suara dokter Al membuat keduanya berhenti
"Eumm...satu lagi Zee, Sesuai janji yang kita sepakati, Quirin sekarang sudah pulih sepenuhnya, jadi...sudah waktunya aku kembali ke Singapura" ucap Al sambil melirik Zee
Zee sangat mengerti alasan Al meninggalkan Inggris "Kau sudah bisa kembali" ucap Zee singkat lalu dia pergi dari ruangan Al
Mendengar jawaban Zee membuat mata dokter Al berbinar, karena Quirin membuat kerjaan yang berada di singapura terhambat, dan juga karena masa lalu membuat Al tidak ingin berada di Inggris
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1