Another Person Life

Another Person Life
Memicu Keinginan


__ADS_3

"Semua orang yang ada di sekitarku memuji tindakan Xura, sehingga mereka tidak pernah bersimpati padaku," gumam Quirin sambil menatap flavon kamarnya.


Quirin termenung di dalam kamarnya, ia terus memikirkan perkataan Rea, kesal?, tentu saja, hal itu bahkan membuat Quirin sangat kesal.


Ketika makan malam tiba, semua orang keluar dari kamarnya lalu mereka duduk memutari meja makan.


Rea tampak terlihat dingin dan acuh tak acuh, ia bahkan mengambil makanan itu sendiri dan menuangkan makanan di atas piringnya.


Sedangkan Quirin melihat para maid tengah mengambilkan makanan pada Jay dan Amber, mata itu terlihat berbinar, ia tampak sangat ingin di layani seperti paman dan bibi nya.


"Ambilkan makananku," ucap Quirin sambil melihat kearah para maid.


Jay, Amber, dan Rea terkejut mendengar perkataan Quirin, kini mata mereka semua tertuju kearah Quirin.


Sedangkan Quirin tampak tidak perduli dengan tatapan mereka, para maid yang mendengar itu langsung berjalan kearah Quirin.


"Berhenti di sana!" cegah Rea dengan mata melotot dengan sempurna.


Para maid langsung berhenti dan mereka kini menoleh kearah Rea yang sedang melihat kearah Quirin dengan tajam.


"Ada apa?," tanya Quirin yang mengeryitkan dahinya.


"Apa karena kau kehilangan satu jarinya lalu kau bisa memerintahkan mereka dengan sesuka hatimu?, ketahuilah kau hanya tamu di mansion ku," ucap Rea dengan menaikkan nada bicaranya.


Jay dan Amber terlihat hanya diam saja, mereka bahkan tidak menyangka bahwa Quirin memiliki sifat yang sangat arogan.

__ADS_1


Perkataan menohok itu mampu membuat Quirin terdiam, bahkan ia terkejut ketika Rea mengungkit soal satu jari nya yang sudah hancur.


Ia pun mulai menitikkan cairan bening itu di pipinya, "aku hanya ingin di layani seperti paman dan bibi, apa hal itu juga salah," gumam Quirin yang sudah menundukkan wajahnya.


Rea yang mendengar itu semakin murka, "jika kau ingin di layani maka gunakan kata-kata yang sopan, tapi lihat dirimu, kau bertingkah seolah kau adalah pemilik mansion ini, jika kau masih seperti ini, aku dengan suka rela mengantarmu ke mansion kak Xura yang saat ini di tempati oleh paman Grizo," ucap Rea dengan memperjelas bahwa semua harta mereka adalah milik Xura.


Rea ingin memberi pelajaran pada Quirin, bahwa dirinya tidak bisa semena-mena pada mereka, walau bibinya menetap Quirin pada mereka tapi dia harus menghormati saudaranya, serta harus memulai semuanya dari bawah.


Quirin yang mendengar itu merasa sakit hati, ia pun langsung berlari ke kamar dan menutup pintu itu dengan kuat.


"Cih, dasar anak miskin, ketika mengetahui saudaranya kaya dia pikir dirinya bisa berlagak layaknya orang kaya pada umumnya," kesal Rea sambil melanjutkan mengambil makanan itu dan melahapnya dengan cepat.


Amber dan Jay hanya bisa menggelengkan kepalanya karena sedari kecil mereka berdua mengajari Rea untuk bersikap rendah hati dan tidak sombong.


Dan ketika Rea mengetahui saudaranya begitu sombong, dia benar-benar tidak menyukai itu dan ia tidak segan-segan mengkritik orang tersebut.


"Maaf ibu, aku benar-benar kesal, karena dia bertindak tidak sesuai dengan kehidupan aslinya, padahal dia dulu tidak seperti itu, ketika sudah menjalani kehidupan kak Xura, dia juga merubah sifatnya seperti orang kaya, bukankah seharusnya dia tidak boleh seperti itu?," ucap Rea pada kedua orang tuanya.


Amber dan Jay membenarkan perkataan Rea, mereka pun berpikir untuk merubah Quirin agar bisa kembali menjadi dirinya sendiri lagi.


"Lain kali mama akan akan mengajari nya," ucap Amber sambil menyantap makanannya.


Rea yang mendengar itu pun mengangguk, "Semoga saja dia merubah sifat buruknya itu, jika tidak, aku tidak akan menganggapnya sebagai saudaraku dan akan mengusirnya dari mansion ini," ucap Rea menatap orang tuanya dengan tajam.


Rea juga tidak ingin kedua orang tuanya terlalu memanjakan Quirin, "aku tidak ingin mama dan papa terlalu memanjakannya, dia sudah dewasa dan sudah sepantasnya bersikap sesuai umurnya saat ini, aku pergi dulu papa, mama" ujar Rea sambil meninggalkan meja makan dan melangkah keluar mansion.

__ADS_1


Sedangkan Jay dan Amber tercengang melihat anak mereka yang begitu mengerikan, "kau lihat?, dia benar-benar mengerikan, ini pasti karena kau yang telah mengajarinya," ucap Amber sambil menoleh kearah Jay sambil menatap suaminya dengan tajam.


"Haha ... aku saja terkejut melihat perubahan Rea yang manjadi menakutkan," ucap Jay di sela tawanya.


Amber terlihat kesal ketika mendengar perkataan suaminya, ia berdiri dari kursinya dan mengambil makanan yang ada di atas meja, "Dia belum memakan apapun, jadi aku akan mengantar makanan ini padanya," ujar Amber sambil mengambil sebuah nampan, dan meletakkan makanan serta minuman di atasnya.


Di dalam kamar, Quirin menangis sesenggukan, ia merasa keluarga pamannya tidak begitu menyukainya, bahkan ia berpikir bahwa mereka semua hanya menyayangi Xura saja.


"Mereka tidak memperdulikannya, jika seperti ini, lebih baik aku tidak akan kembali ke Inggris," gumam Quirin sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Tok


Tok


Tok


Amber memegang handle pintu dan membuatnya, ia berjalan masuk dan melihat Quirin tengah menangis.


Amber menaruh nampan itu dan ia duduk di sebelah Quirin, "Nak, apa kau tau seperti apa kehidupan Rea?," tanya Amber sambil melihat kearah Quirin.


Quirin menghapus air matanya dan menggelengkan kepalanya, "tidak bibi," ucap Quirin.


"Walau pun kami memiliki segalanya, tapi kami mengajari Rea untuk tidak memakai kekayannya, bahkan ketika dirinya pergi ke sekolah, kami tidak mengizinkannya menggunakan mobil, sehingga ia harus menggunakan kendaraan umum. Dan kehidupan yang di jalaninya sama sepertimu, bahkan Rea belajar beladiri dengan pamanmu dan hal itu membuat mendapat banyak pukulan hingga babak belur," jelas Amber pada Quirin.


"Kau bahkan juga tau seperti apa kehidupan kakak mu Feryun, jadi nak, kau tidak perlu merubah sifat mu itu, karena kami ingin kau tetap menjadi dirimu sendiri, lagi pula tanpa kekayaan itu, bukankah kau bisa hidup dengan layak?," tanya ucap amber mencoba memberi pengertian.

__ADS_1


Amber berpikir sangat wajar jika Quirin mulai bersikap arogan, karena bagaimana pun sedari kecil ia belum pernah menikmati kekayaan Arcy, jadi hal itu bisa memicu keinginannya menjadi orang yang sombong.


Bersambung ...


__ADS_2