
Alpha yang mendengar itu merasa menyesal Karena menyetujui permintaan Xura.
"Jika aku tau seperti ini kejadiannya, maka aku tidak akan pernah menyetujui permintaan nya itu" gumam Alpha sambil memegang kepala nya.
Quirin bisa melihat bahwa Alpha sangat frustasi, tapi penyesalannya itu sungguh tidak berarti.
"Kau menyesal?, bukan kah semuanya sudah terlambat?." bentak Quirin sambil menatap Alpha.
Alpha tertunduk sambil memegang kepalanya, ia benar-benar merasa bersalah pada Xura, Alpha sungguh tidak sanggup melihat Xura terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit.
Tapi apa kata Quirin tidaklah salah, mau nyesel juga sudah sangat terlambat, itulah yang ada di pikiran Alpha sekarang.
Quirin sangat kesal melihat Alpha tertunduk seperti itu, sebelum nya di pasti dengan mudah menyetujui semua permintaan Xura, dan sekarang dia ingin menyesal?. Dia terlalu lembek pada Xura. itulah yang ada di dalam pikiran Quirin.
"Apa yang ada di dalam otakmu?, Cassi bahkan berani membunuhku, jadi tidak menutup kemungkinan dia akan membunuh Xura juga, apalagi dia memperkenalkan dirinya memakai nama yang sama dengan kakak nya. walau Quirin asli berada di dalam tubuh ku, tapi seharusnya dia tidak membuat keputusan itu" ucap Quirin dengan memegang keningnya dengan satu tangan.
Zee yang mendengar itu justru menatap Quirin dengan tajam, "apa maksud dengan semua perkataan mu?, itu adalah tubuhmu?" ujar Zee sambil melirik ke tubuh yang sedang terbujur kaku itu.
Zee yang sedari tadi diam kini mengeluarkan suaranya karena ia tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Quirin dan Alpha.
Namun, sepotong kata mampu membuat Zee mengerti, tapi ia akan meminta penjelasan lebih rinci lagi.
Xeno bahkan terus memejamkan matanya karena perkataan kedua orang itu tidak mampu di cerna oleh otaknya yang sudah bekerja terlalu keras.
Quirin yang mendengar suara Zee langsung tersentak kaget, ia terdiam karena telah melupakan kedua orang itu, awalnya dia membawa Zee dan Xeno agar dirinya bisa keluar dari mansion.
Tapi siapa sangka, ia justru kelepasan berbicara dan membuat kedua orang itu menatapnya sebagai arti meminta penjelasan.
"Mati aku!, bodoh sekali kau Xura" batin Quirin dengan merutuki kebodon nya.
__ADS_1
Quirin menepuk jidatnya dan berpaling kearah lain. "Tidak ada" ucap Quirin mencoba mengelak.
Zee yang sudah mengeluarkan aura dingin itu bahkan menambah aura dingin nya lagi, dan bisa membuat Quirin berkeringat dingin. "Jangan mencoba menyembunyikan apapun dariku, karena semua itu akan percuma saja" ucap Zee dengan datar.
Alpha yang melihat kedua pria itu merasa dirinya sangat tertekan, aura yang di keluarkan oleh Zee mampu membuat Alpha bungkam.
"Siapa mereka?, sepertinya aku pernah melihat mereka berdua, tapi dimana?." batin Alpha sambil mengingat-ingat.
"Yang tertidur disana adalah tubuhku, dan juga dalam tubuh itu terdapat jiwa Quirin, kami bertukar jiwa. Ketika aku sadar telah memasuki tubuhnya, Aku justru berjanji untuk membalaskan dendam nya, tapi saat itu aku tidak tau bahwa dia berada di dalam tubuh ku" jelas Quirin sambil memejamkan matanya.
Xeno yang mendengar itu melototkan matanya, ia langsung memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
"Nona, mau sampai kapan kau membuat ku terkejut?, bahkan perubahan sikapmu itu sudah membuatku terkejut setengah mati. Dan sekarang aku harus mendengar hal yang paling mustahil itu dari mulut mu. Bisa-bisa sebentar lagi kepala ku akan pecah" keluh Xeno yang sudah lelah dengan keterkejutan yang di buat oleh Quirin.
Quirin yang mendengar itu terlihat sangat tersinggung "Apa kau pikir aku yang meminta kondisi seperti ini?, aku bahkan lebih terkejut dari yang kau bayangkan" ucap Quirin sambil menatap tajam ke arah Xeno.
Xeno yang di tatap tajam oleh Quirin, langsung bungkam, ia tidak berani membalas perkataan Quirin.
"Tidak perlu mengalihkan pembicaraan, sekarang lanjutkan perkataanku itu" ucap Zee yang masih setiap menatap Quirin.
Tapi tatapan itu seperti sebua pedang yang sangat tajam.
"Dia tau bahwa aku sedikit mengalihkan pembicaraan" batin Quirin menelan saliva nya.
"Aku mengetahui bahwa kami bertukar karena aku mengirim sebuah pesan pada Yvon, dan ternyata dia pernah berlibur ke Inggris bersama Alpha, lalu Xura memanggilku dengan nama asli yaitu Vixura Auristella Xavier, aku terkejut karena memanggil nama ku, karena, semenjak aku berpindah, tidak ada yang mengetahui nama lama itu"
Xeno kembali melototkan matanya, ia tidak menyangka bahwa wanita didepannya itu terlalu banyak identitas.
Zee yang mendengar itu pun langsung mengerutkan dahinya "Xavier?, bukankah keluarga itu masuk ke dalam daftar orang terkaya ke lima?." batin Zee
__ADS_1
"Karena aku penasaran, aku mencari mereka ke seluruh cctv di jalan, lalu aku mengikuti mereka ke hotel, aku juga terkejut karena dia mengganti wajahku, Lalu Alpha bercerita bahwa kulit ku hancur karena sayatan, dan aku menduga itu adalah perbuatan adik tiri ku yaitu Cassi. Karena dialah yang membunuhku"
Quirin bercerita dengan meneteskan air mata, serta menggeretakkan giginya, ia bahkan mengepalkan kedua tangannya.
"Maksud mu Vixura dan Auristella adalah orang yang sama?" tanya Zee pada Quirin.
"Artinya kau orang terkaya se-Asia yang berasal dari keluarga Xavier?, tapi kau menyembunyikan identitas Auristella pada dunia. Apakah seperti itu?" tanya Zee yang sudah menyimpulkan identitas Quirin.
Quirin terkejut karena Zee bisa menyimpulkan identitas yang di ungkapkan ya secara sepotong-sepotong "benar" jawab Quirin sambil menganggukkan kepalanya.
"Tidak heran perusahaan nya berkembang dalam waktu sekejap, karena, dia orang yang benar-benar sangat pintar" batin Quirin sambil menatap Zee.
"Intinya kau mau membalaskan dendam itu pada adik mu?" tanya Zee pada Quirin.
"Benar, karena dia lah yang membunuhku!" geram Quirin.
Zee melihat seperti apa kondisi Xura, "apa dia ditabrak oleh mobil?" tanya Zee tanpa menoleh kearah Alpha.
Alpha bahkan ikut terkejut karena Zee bisa menebak bahwa Xura ditabrak oleh mobil. "Benar tuan" jawab Alpha sambil mengangguk
Sedangkan Xeno, juga ikut melihat ke arah tubuh Xura yang di pasang
"Kondisinya sungguh menghawatirkan, kau yakin rumah sakit ini memberikan pelayanan yang baik?" tanya Xeno pada Alpha.
Alpha yang mendengar itu justru mengerutkan dahinya "Tentu tuan, rumah sakit ini adalah yang terbaik di Singapura" jawab Alpha sambil menganggukkan kepalanya.
"Kau sudah di sini, jadi apa yang akan kau lakukan?" tanya Zee pada Quirin.
"Sekarang ini, kita harus memantau mereka dulu" ucap Quirin sambil melihat tubuhnya yang sedang tertidur.
__ADS_1
"Nona, perusahaan Xavier sedang di ambang kehancuran, semua itu aku, Yvon, dan Xura yang melakukannya agar Cassi tidak semena-mena pada karyawan perusahaan dan mengambil keuntungan perusaan begitu saja." ucap Alpha yang segera memberitahukan kondisi perusahaan Xavier.
Bersambung ...