Another Person Life

Another Person Life
Berubah


__ADS_3

"Emm... ngomong-ngomong, tadi kita belum sempat berkenalan" ucap nona Vermilion sambil menjulurkan tangannya pada Xeno


"Kau bisa memanggilku seperti tadi, sekarang kau boleh keluar" ucap Xeno cuek tanpa menoleh


Nona Vermilion hanya bisa tercengang melihat sikap Xeno yang dingin dan seperti patung itu di hadapannya, ia pun dengan cepat keluar dari mobil Xeno


"Emm... terimakasih" ucap nona Vermillion ketika pintu mobil masih terbuka


Xeno hanya membalas dengan anggukan, setelah pintu mobil kembali ditutup, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju mansion Zee


Sesampai di mansion, Xeno langsung membuka pintu, ia melihat Zee yang duduk di sofa ruang tengah, saat itu posisi Zee sedang bersandar pada sofa dengan mata terpejam sambil melipat kedua tangannya, sedangkan kaki kanannya menumpu kaki kiri


Xeno berusaha masuk dengan hati-hati sehingga tidak membuat suara apapun, anehnya, ketika ia baru beberapa langkah memasuki ruangan tengah, ia dikejutkan dengan suara Zee


"Kau terlambat 15 menit" ucap Zee yang masih memejamkan matanya


Sebenarnya, Xeno sudah tidak heran akan kepekaan Zee terhadap suara apapun ketika bosnya itu sedang tertidur dan keakuratannya terhadap waktu yang selalu membuat orang lain harus bisa tepat waktu juga, namun ia merasa bahwa setiap orang tentu tidak bisa seperti Zee


"Heheh, kau tau kan bagaimana kesibukkan ku sekarang, mohon dimaklumi" ucap Xeno cengengesan, ia kemudian berjalan dengan santai mendekati Zee


"Hem... kau pikir aku adalah orang yang paling santai?" tanya Zee dingin yang msih memejamkan matanya


"Tentu saja tidak, aku tau kau adalah orang yang paling sibuk" jawab Xeno santai yang udh berada di ujung sofa tempat Zee berada


"Jadi, apa aku harus memaklumi mu?" tanya Zee dengan membuka matanya perlahan dan menatap kedepan


"Haaa... baiklah, tidak perlu dimaklumi... apa sekarang kau akan memberiku hukuman?" tanya Xeno pasrah memejamkan matanya


"Kalau iya, memangnya kau mau melakukannya?" tanya Zee kembali sambil menoleh kearah Xeno


"Tidak juga, heheh... tenang sobat, tolong ingat lagi persahabatan kita, oke?" ucap Xeno membuka matanya sambil menaikkan alisnya beberapa kali

__ADS_1


"Sudahlah, lain kali jangan terlambat!, sekarang, apa ada yang ingin kau katakan padaku?" tegas Zee yang tetap melihat tajam kearah Xeno


"Ada, tapi please... jangan marah, oke?" ucap Xeno pasrah sambil membuat telapak tangannya menyatu


"Hhmmm" ucap Zee berdehem, Xeno pun menjelaskan dengan detail pertemuannya dengan nona Vermilion


Zee yang mendengar penjelasan Xeno, seketika memicingkan mata dan mengerutkan alisnya, namun ia terus mendengarkan dengan sabar penjelasan sahabatnya itu


"Sepertinya dia sedikit berubah" batin Zee


"Ngomong-ngomong, apa kau sudah menemukan petunjuk mengenai Quirin?" tanya Zee yang mengalihkan pembicaraan Xeno


"Ah, iya, aku hampir lupa, ini... silahkan dibaca sendiri" ucap Xeno yang memberikan sebuah berkas yang lumayan tebal, lalu duduk di depan Zee dengan mengangkat kaki bersilang dan merentangkan tangannya di atas sofa lalu menengadahkan kepalanya di sofa


Zee kemudian mengambil berkas dari Xeno, ia membacanya dengan teliti, tentu saja ia seketika memancarkan aura dinginnya


"Haaa... sudah ku duga, jadi... apa yang ingin kau lakukan sekarang?" tanya Xeno yang mulai merasakan aura dingin Zee, lalu mengangkat kepalanya sambil melihat lurus ke arah Zee


"Baiklah... kalau menyangkut kehidupan nona, kau benar-benar berubah" sindir Xeno lalu bangkit dari sofanya dan pergi ke kamar


Setelah dikamarnya, Xeno membuka sepatu dan baju kemejanya lalu terbaring di tempat tidur, tiba-tiba ia teringat dengan pertemuannya dengan nona Vermilion


"Apa sih yang sedang kau fikirkan?" gumam Xeno sambil menggelengkan kepalanya berulang kali lalu ia tenggelam dalam mimpi


Zee juga segera kembali ke kamarnya dengan membawa berkas Quirin, ia berganti pakaiannya dengan piyama, lalu tertidur pulas


Saat pagi tiba, Quirin yang mendengar kicauan burung terbangun dari tidurnya, ia berusaha bangkit dari tidurnya, ia juga mencoba berdiri namun malah terjatuh


"Aaaakkhhhhh"


Mendengar suara jeritan, Zee yang sedang memakai jass dan berada tepat di dalam kamar sebelah terkejut, ia pun berlari cepat ke kamar Quirin dan membuka pintu dengan keras

__ADS_1


Ketika Zee melihat Quirin yang terduduk, ia bergegas menghampiri Quirin, namun memperlihatkan ekspresinya yang dingin


Di waktu yang sama, saat Quirin menoleh dengan menghadap orang yang mendobrak pintunya dengan keras, ia sangat terkejut saat melihat raut wajah Zee yang panik, lalu tiba-tiba berubah menjadi dingin


Zee pun berjongkok di depan Quirin "Apa kau tidak bisa memencet tombol itu?, kau ingin kakimu patah lagi?" tanya Zee dingin dengan menatap tajam Quirin


"Bukan tidak bisa, tapi tidak mau" jawab Quirin santai sambil menatap ke arah Zee dengan kesal


"Kalau kau tidak mau memencetnya, berarti kau sudah bisa bangkit sendiri" ucap Zee yang tadinya ingin mengangkat Quirin, tapi ia mengurungkan niatnya untuk membantu setelah mendengar jawaban Quirin


Zee kemudian berdiri lalu membalikkan badan bermaksud ingin keluar


"Kauuuu... apa tidak bisa membantuku?" tanya Quirin dengan kesal


"Tidak" ucap Zee smirk dan bergegas keluar dari kamar tersebut


Bersambung...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate

__ADS_1


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2