Another Person Life

Another Person Life
Rekan Bisnis


__ADS_3

"Aku akan terus memantau kalian" ucap seseorang yang hanya bisa di dengar oleh Quirin.


Quirin yang mendengar terkejut lalu terdiam dan ia refleks bergerak menoleh ke sana dan kemari, namun Quirin tidak menemukan siapa pun.


Lalu Quirin melihat ke arah Quiran "kau mendengarnya Quiran?," tanya Quirin dengan mata melotot.


"Mendengar apa?, aku tidak mendengar apa pun" ucap Quiran sambil mengangkat kedua bahu nya.


"Kau yakin?" tanya Quirin memastikan.


"Tentu saja, apa kau pikir aku suka berbohong seperti mu?" ucap Quiran asal sambil membuang wajahnya ke sembarang arah.


Quirin yang belum terbiasa dengan sikap baik Quiran hanya bisa tercengang.


"Apa kau benar-benar Quiran?, bagaimana bisa dia berubah menjadi imut seperti ini?, wah sepertinya otak ku mulai tidak beres" ucap Quirin sambil memegang kepalanya dengan satu tangan.


Karena terus mendengar ejekan itu, Quiran pun menghela nafas kasar "Sudahlah, aku pergi saja, aku bosan bertemu dengan mu," ucap Quiran sambil menghilang dari hadapan Quirin.


"Hahaha ... pergi saja, aku juga tidak melarang mu. senyum mu dulu sangat menyeramkan, tapi sekarang kau mirip seperti seekor marmut" ucap Quirin disela tawa nya dengan berteriak


"Kenapa dulu aku bisa takut pada nya?, padahal dia begitu sangat menggemaskan" batin Quirin tersenyum.


Setelah mata Quirin terbuka, ternyata hari sudah menjelang petang.


"Aku sudah sangat lelah memikirkan wanita itu, dia terus mendatangiku sesuka hati nya, beruntung aku tidak memiliki riwayat jantung" batin Quirin sambil menghela nafas kasar.


Quirin bangun dari tempat tidurnya mandi lalu keluar kamar membawa laptop serta ponsel.


Quirin duduk di meja makan dan membuka data perusahaan Sterfolia, tiba-tiba saja terdeteksi bahwa ada yang berusaha mencuri data perusahaan nya.


"Beruntung aku membuka data perusahaan di waktu yang tepat. Walau kalian mencoba menerobos, tapi kalian tidak akan pernah bisa mencuri data perusahaan ku." gumam Quirin sambil tersenyum smirk.

__ADS_1


Quirin melacak alamat yang ingin mencuri data perusahaannya, dan ia pun mengerti binggung "ini .... Bukan kah alamat daerah yang aku tempati sekarang ini?" gumam Quirin yang merasa tidak percaya.


Jari-jari Quirin terus menari-nari atas di atas keyboard itu, ia ingin memastikan penemuan nya itu.


Tiba-tiba saja, sosok Zee muncul dari arah belakang Quirin. "Apa yang kau lakukan?" tanya Zee sambil menarik kursi yang ada di samping Quirin lalu ia pun langsung menduduki nya.


Quirin menoleh dan ia bersyukur Zee datang di waktu yang tepat. "Apa kau tau siapa yang tinggal di sini?" tanya Quirin yang sudah membuka cctv lalu menyodorkan laptopnya ke hadapan Zee.


Zee melirik layar laptop Quirin, ia melihat orang yang ada di cctv seperti orang yang di kenal nya.


"Dia rekan bisnis ku, bagaimana bisa kau membuka cctv rumah mereka dengan cara ilegal seperti ini?" ucap Zee sambil menatap kearah Quirin.


Padahal diri nya juga sama, tapi Zee bahkan melupakan itu.


Quirin tidak menanggapi perkataan Zee yang terakhir, ia justru membalas perkataan Zee yang pertama "Apa kau yakin Zee?, karena saat aku sedang memeriksa data perusahaan Sterfolia, mereka mencoba meretas nya, walau aku tau bahwa mereka tidak akan berhasil melakukan itu, tapi ketika aku melacak mereka, dan inilah yang terjadi" ujar Quirin sambil menatap ke arah Zee.


Zee menatap Quirin dengan mengerutkan dahi nya, ia terkejut mendengar perkataan Quirin "bagaimana mungkin mereka mengincar data perusahaan mu?, sedangkan perusahan mereka juga tidak lah besar." tanya Zee.


Quirin mencoba menerobos cctv mansion yang ingin meretas perusahaannya. Dan terlihat di sana seorang hacker yang terus mengotak-atik laptop nya, serta di dampingi oleh seorang pria yang tampan yang sedang menyeruput segelas kopi.


Jelas-jelas Quirin telah menggagalkan usaha seorang hacker itu, tapi ia bahkan tidak mundur dan terus berusaha untuk menerobos. "Mereka bahkan tidak menyerah dengan semudah itu" gumam Quirin.


Zee melihat kehebatan Quirin, wanita itu terlihat sangat fokus sambil tersenyum smirk. "dia benar-benar pintar mempermainkan orang." batin Zee


Quirin memiliki ide yang bagus untuk membalas perbuatan mereka. "Kau ingin bermain?, maka aku akan menerimanya." gumam Quirin sambil tersenyum smirk.


Layar laptop itu kini membuka 4 ikon, pertama data perusahan sterfolia, kedua alamat yang di cari, ketiga cctv rumah dan yang ke empat Quirin akan membuka sebuah chat.


[Hai] sapa Quirin melalui chat.


Quirin melihat melalui cctv, bahwa orang yang di depan laptop cukup terkejut dengan sapaan Quirin.

__ADS_1


[Siapa kau?] jawab hacker itu.


[Hanya orang lewat yang tidak suka di ganggu, tapi anehnya orang-orang terus saja mengganggu ku ] ketik Quirin


Quirin kembali membuka cctv itu, ternyata mereka tengah saling pandang memandang. Keduanya bahkan tidak merasa telah mengganggu Quirin.


"Kapan kita mengganggu nya bos?" tanya anak buah itu yang bisa di dengar oleh Quirin.


[Kau tidak perlu melihat dan bertanya pada bos mu seperti itu] ketik Quirin sambil tersenyum smirk.


Lagi-lagi keduanya tampak terkejut, mereka bahkan langsung bisa menebak bahwa cctv rumah mereka telah di retas.


[Bagaimana bisa melakukan nya?] ketik orang itu.


[Tentu saja bisa, apa kau lupa bahwa aku seorang hacker nomor 1?, Hal ini sangat mudah untuk ku] balas Quirin.


Orang itu terlihat sangat terkejut, pasalnya selama ini sang hacker sudah tidak menunjukkan batang hidung nya lagi, tapi sekarang kenapa dia muncul dengan begitu mudahnya?.


Keduanya saling memandang dan ia langsung mematikan seluruh cctv yang ad di mansion nya. sehingga 1 ikon yang di buka oleh Quirin tampak gelap gulita.


Quirin yang melihat itu tampak tertawa geli "Haha ... mereka bahkan takut pada ku" ujar Quirin sambil tertawa keras.


Zee yang melihat itu merasa ada yang tidak beres, bagaimana bisa mereka ingin meretas perusahan nomor 1 se-Asia, tapi dengan identitas perusahaan yang tidak besar.


"Ada yang tidak beres" batin Zee sambil pergi begitu saja meninggalkan Quirin sendirian di dapur.


Quirin melihat Zee berdiri dari tempat duduk, ia pun tidak mengehentikan Zee, lalu Quirin menoleh kebelakang dan ia melihat punggung Zee semakin menjauh. "Ada apa dengannya?" gumam Quirin sambil mengernyitkan dahi nya.


Sejak dulu, setelah Xura di nobatkan menjadi hacker nomor 1, sejak itu pula Xura berhenti dari dunia hacker dan memutuskan untuk fokus membangun perusahaan Sterfolia dan menjalankan perusahaan Xavier.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2