Another Person Life

Another Person Life
Beban Yang Harus di Pikul


__ADS_3

Quirin terkejut mendengar Alpha menyebut nama Yvon "Apa Yvon tau mengenai Quirin asli yang masuk kedalam tubuhku?" tanya Quirin sambil menatap Alpha.


Alpha mengingat-mengingat kembali bahwa reaksi Yvon tidak menunjukkan apapun "Sepertinya tidak nona, Xura tidak menceritakan apapun, ia juga hanya bercerita bahwa Yvon terkejut karena wajahmu telah berubah, dan beruntung sikap Quirin asli berubah ketika berada di depan Yvon, jadi mungkin dia tidak menyadari apapun" jawab Alpha.


Quirin mengerutkan dahi nya "Apa kau yakin?, Yvon orang yang tidak mudah percaya dengan orang baru, apalagi tiba-tiba Xura menjadi dekat dengan tuan Alpha hanya karena kau menolongnya" ucap Quirin sambil memicingkan mata nya pada Alpha.


Xeno yang mendengar itu memutar bola matanya dengan malas "apa dia tidak sadar bahwa posisinya sama dengan nona Quirin asli?" batin Xeno.


Namun Xeno tak berani nyeletuk karena ia sungguh takut pada Quirin, apalagi ia terbayang-bayang dengan perbuatannya yang lalu, "yang kemarin saja belum nona balas kan pada ku, jadi mana mungkin aku menambah masalah baru" batin Xeno menggelengkan kepala nya.


"Bukan kah kau sudah menanam saham di perusahaan Xavier?," tanya Quirin pada Alpha.


"Sudah nona, tapi masalahnya sekarang adalah aku tidak tau ternyata Cassi bisa bertahan sampai sejauh ini, padahal, guncangan yang kami berikan juga terlalu besar" ucap Alpha sambil mengingat.


Alpha mulai menceritakan kejadian dimana mereka bertiga membuat saham menurun, Setelah mendengar kabar bahwa saham perusahaan menurun, ke esokan paginya, Walau dalam keadaan lelah, Alpha tetap pergi ke perusahaan.


Setelah diri nya sampai di perusahaan Xavier, ternyata para pemegang saham sudah berkumpul semua.


"Bagaimana bisa saham perusahaan anjlok seperti ini nona Cassi?, bukankah dulu anda pernah berjanji, jika nona yang menjabat pasti kn membawa keuntungan untuk perusahaan, tapi lihatlah hasilnya, semua nya bahkan hancur di tangan anda"


"Benar, jika saja nona Xura masih hidup, dia langsung bisa menanganinya"


"Nona Xura bahkan sangat cekatan dalam menghadapi masalah yang ada di perusahaan ini"


Cassi yang sedari tadi mendengar perkataan itu merasa sangat geram. Ia bahkan terlihat telah mengepalkan kedua tangan nya.


Alpha dan Yvon yang melihat raut wajah kesal Cassie hanya bisa tersenyum tipis.


Yvon sangat tau bahwa Cassi sangatlah kesal, ia juga tau bahwa Cassi sangat tidak suka bila orang lain menyebut nama kakaknya, apalagi mereka membandingkan dirinya dengan kinerja kakak nya.

__ADS_1


Hal itu sangat fatal untuk di ucapkan, namun Alpha dan Yvon memilih diam dan tidak berkata apapun.


"Bagaimana kalau nona turun dari jabatan itu?, sepertinya kursi itu sangat tidak cocok untuk nona" ucap Salah satu pemegang saham itu.


"Apa kalian sudah selesai berpendapat?" tanya Cassie dengan menatap mereka satu persatu.


Mereka semua langsung terdiam karena tatapan Cassi begitu tajam, bahkan mereka bisa ketakutan karena aura Cassi terlihat menyeramkan.


Alpha dan Yvon terkejut, mereka saling memandang satu sama lain.


"Bagaimana bisa dia mengeluarkan aura yang begitu kuat?, kalau seperti ini, dia bisa memegang kendali perusahaan ini lagi. Aku yakin dia berani berbicara seperti itu karena memiliki beckingan yang kuat" batin Alpha kesal.


Setelah Cassi melihat mereka terdiam, lalu Cassi tersenyum "Aku bisa menjamin perusahaan ini akan maju, karena aku sudah mendapat investor baru, mereka juga bisa membuat nama perusahaan kita naik, aku berjanji pada kalian" ucap Cassi sambil berdiri dari kursinya.


Ucapan tegas itu kembali membuat para pemegang saham tersenyum, mereka langsung mempercayai perkataan Cassi begitu saja.


Yvon dan Alpha tercengang mendengar perkataan Cassi, mereka berdua kini mengepalkan kedua tangan nya.


"Serah kan semuanya padaku, dan satu lagi, siapa lagi yang tau identitas Xura?," tanya Quirin pada Alpha.


Tiba-tiba saja, Alpha teringat dengan Carlos, bahwa anak buah nya itu menjual informasi pada seseorang.


Alpha menelan saliva nya, "kenapa dia harus menanyakan itu?, jika aku berbohong dia pasti akan marah padaku, tapi jika aku jujur maka dia akan marah pada kami berdua" batin Alpha bimbang.


"Ada nona, tapi aku sudah membereskan orang itu" ucap Alpha jujur.


"Kau yakin Alpha?, jika aku mengecek semua nya dan ternyata kau berbohong, aku tidak akan mengampuni mu" ucap Quirin sambil menatap Alpha dengan tajam.


"aku sungguh membereskannya nona, tapi ada satu yang belum aku pastikan, ketika dia mendapatkan informasi, maka dia akan menjualnya pada orang itu. Aku sudah mencari tau siapa mereka, tapi kami tidak menemukan identitas mereka" ucap Alpha yng sudah sedikit ketakutan.

__ADS_1


Quirin awalnya melototkan mata, tapi kali ini Zee memegang pundaknya dan saat itu juga Quirin terlihat sedikit tenang.


Alpha yang melihat Zee bisa menangkan Quirin merasa sedikit takjub.


"Sudahlah, tidak ada yang bisa kalian perbuat, kau jagalah dia, aku akan mulai bertindak" ucap Quirin sambil melangkah kan kakinya keluar dari ruangan itu.


Bahkan Quirin tidak mengucapkan selamat tinggal, juga kedua pria itu mengikuti langkah kaki Quirin.


"Mereka bertiga sama dingin nya, tapi mengapa aku tidak bisa bertindak seperti pria yang menepuk pundak nona Quirin tadi?. Dia terlihat sangat menakjubkan" gumam Alpha.


"Zee untuk sementara ini, boleh kah aku keliling terlebih dahulu, rasa nya kepalaku seakan ingin pecah" gumam Quirin yang sudah berjalan di depan keduanya.


Zee jalan berdampingan dengan Xeno, mereka bertiga memasuki lift, Xeno bahkan mendengar keluhan Quirin.


"Baru pertama kali aku mendengar nona mengeluh, tapi aku akui, nona sangatlah tegar dan sangat berani. dia bahkan berani membalaskan dendam nona Quirin asli, bahkan dia juga membunuh orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya" batin Xeno yang sangat kagum pada Quirin.


Zee menatap Quirin dengan tatapan kasihan, ia sangat tau beban yang di pukul Quirin sangatlah banyak.


"Kau harus kuat, karena musuh mu yang sebenarnya masih belum muncul, aku juga yakin bahwa mereka akan terus mencari tau sampai ke ujung dunia siapa hacker serta pemilik perusahaan sterfolia yang sebenarnya." batin Zee.


"Baiklah, kau bisa pergi sesuka hatimu" ucap Zee dengan nada lembut.


Quirin yang mendengar itu pun tersenyum lembut. Beban yang harus di pikul nya memanglah terlalu banyak.


Dulu saat menjadi Xura, beban yang harus di tanggung ya tidak sebanyak ini, sekarang ia harus membereskan semua permasalahan yang di timbulkan Alpha dan Xura.


"Aku cukup lelah untuk mau melangkah maju, tapi aku tidak bisa berhenti di tangah jalan. Zee, Xeno dan yang lainnya pasti membantuku" batin Quirin.


Bersambung ...

__ADS_1


Untuk yang bilang kenapa terlalu lama bales dendam ke Cassi, karena part Alpha dan Xura juga dikit, jadi harus di ceritakan juga secara detail, tidak mungkin langsung lompat ke balas dendam, Takutnya gak akan sampai ke pada readers 🥺 🙏


__ADS_2