
Quirin asli hanya bisa menunduk dan menangis, ia tidak memikirkan dampak yang akan terjadi setelah membicarakan informasi penting itu, ia sangat merasa bersalah pada Xura asli karena membongkar rahasia itu dengan sangat mudah.
"Jangan karena kau menangis aku merasa kasihan padamu, air mata itu tidak berlaku padaku" ucap Xura asli dingin, sorot matanya sangat tajam
"Maafkan aku, aku hanya membicarakan rahasiamu pada Alpha dan juga bodyguard bernama Theo" ucap Quirin sambil menunduk dan menangis
Xura asli kini menatap tajam Quirin asli, ia tidak habis pikir wanita dihadapannya ini masih membicarakan pada orang lain "Aku sudah mengatakan, jika aku tidak butuh kata maafmu, kau bahkan sudah menceritakan informasiku pada dua orang?, wahhh hebat sekali kau!" ucap Xura asli dengan mendekatkan wajahnya pada Quirin asli
"Apa kau tidak bisa berfikir untuk apa aku menggunakan topeng?" tanya Xura asli dengan nada penuh penekanan
Quirin asli hanya bisa diam dan menunduk ia sudah tidak bisa berkata-kata lagi, otaknya tidak bisa berjalan dengan semestinya, ia tidak menyangka perbuatannya bisa membuat Xura asli sangat marah.
"Kau tau?, jika kau menjual informasiku atau menjual tubuhmu, maka lebih berharga Informasi pemilik Sterfolia dari pada tubuhmu itu" ucap Xura lagi dengan sangat pedas
Alpha yang mendengar semua ucapan Xura asli kini sudah mengepalkan kedua tangannya, ia sangat tidak suka jika Quirin asli dihina seperti itu oleh Xura asli.
"Sudah cukup!" teriak alpha dengan lantang
Xura asli kini memutar lehernya dan menoleh kearah Alpha dengan mata yang seperti ingin keluar dari tempatnya.
Xura berjalan mendekati Alpha "Kenapa?, kau ingin membelanya?" tanya Xura dengan datar
Alpha sedikit gemetar ketika Xura asli mendekatinya, ia merasakan aura dingin disekelilingnya, namun dirinya mencoba memberanikan diri "Jangan menghinanya lagi, dia bahkan lebih menderita daripada dirimu" ucap Alpha dengan menurunkan volumenya
"Huh, kau bahkan tidak tau jika aku sudah mengeluarkan semua curahan hatiku. dan kau mengatakan dia lebih menderita dari pada aku?, kau mengatakan itu seolah-olah kau sangat mengenalku serta semua penderitaan ku, sehingga kau bisa beramsumsi jika dia lebih menderita dari pada aku" ucap Xura asli dengan nada sinis
"Kau ingin mendengar penderitaanku?, baiklah, aku dengan senang hati menceritakannya" ucap Xura sambil tersenyum menyeringai
Xura asli menceritakan bagaimana ia sudah terbangun dirumah sakit, dan berhutang pengobatan pada seorang tuan muda yang kaya raya, sekarang ia harus melawan monster yang ada dirumah keluarga Alister.
Quirin asli mendongakkan kepalanya, ia dan Alpha terperangah mendengar cerita Xura asli.
"Aku tidak mau melanjutkan cerita penderitaanku, karena itu akan sia-sia, aku tidak seperti wanita bermulut besar yang suka menceritakan penderitaannya kepada orang asing" ucap Xura
__ADS_1
Xura asli mendekat kearah Alpha dan mendongakkan kepalanya karena dirinya lebih pendek dari Alpha "Sedangkan untukmu sendiri, karena kau sudah mengetahui jika aku pemilik perusahan Sterfolia, maka kau juga pasti mengetahui pembangunan pertama pemilik Sterfolia dan aku juga memegang kendali perusahaan keluarga Xavier secara bersamaan, sekarang aku ingin bertanya padamu siapa yang lebih menderita disini?" tanya Xura sinis dengan menekan semua perkatannya sambil menunjuk dan menekan dada Alpha
Alpha menatap Xura asli dengan dalam, benar dia mengetahui pembangun pertama Sterfolia, sejak pertama membangun perusahaan itu, banyak penghinaan serta cacian yang diterima oleh Sterfolia.
"Apa sekarang kau sudah mengingatnya dengan jelas?, lain kali gunakan otakmu sebelum berbicara padaku" ucap Xura asli sambil menunjuk kepalanya didepan Alpha
Alpha sama seperti Quirin asli, ia hanya diam seperti patung, tidak menjawab semua perkataan Xura asli
Menurutnya, penderitaan Quirin asli tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penderitaan Xura asli
Xura asli membalikkan tubuhnya dan mendekati tempat tidur Quirin asli "Aku bahkan berpura-pura menjadi karakter yang lemah lembut untuk menjalankan rencanaku, karena aku terus berpura-pura, aku merasa kehilangan diriku yang sebenarnya" ucap Xura dengan tatapan tajamnya pada Quirin asli
Quirin asli hanya bisa diam, Quirin asli hanya diam mematung, dari segi manapun dia kalah dengan Xura asli.
"Sekarang aku bertanya padamu, apa saja yang sudah kau perbuat dengan musuhku serta seperti apa kau menjalankan keseharianku?" tanya Xura asli dengan Sinis
Keduanya hanya bisa diam, karena mereka belum berbuat apapun.
"Kau bahkan belum berbuat apa-apa, apa kalian tau?, tangan ini sudah membunuh satu orang. dan membuat satu orang lainnya menjadi gila" ucap Xura sinis
Quirin asli membulatkan matanya melihat Xura asli dengan tatapan tidak percaya, ternyata wanita didepannya sudah mencapai tahap membunuh.
Berbeda dengan Alpha, ia sangat tidak percaya Xura yang tegas dikenal didunia bisnis kini bisa membunuh.
"Jangan melihatku seperti itu, karena semua ini adalah kesalahanmu" ucap Xura asli
Xura asli berfikir sejenak, ia tidak mungkin membunuh seseorang disini karena bisa menimbulkan masalah untuknya sendiri, mengingat Quirin asli selalu menceritakan kepada orang tentang perpindahannya dan jika Quirin asli berada diinggris maka semua rencananya tidak akan berjalan dengan mulus.
"Ini peringatan dariku, Aku akan melepaskanmu kali ini, kembalilah ke Singapura, tinggal di sana dan jalankan Sterfolia tanpa membongkar informasiku untuk yang ketiga kalinya, jika kau tidak bisa melakukan itu, percayalah!, aku akan membunuhmu dengan cara yang menyakitkan bahkan aku bisa membunuh keluargamu termasuk ayahmu" ucap Xura dengan melihat Quirin asli dengan tatapan tajam
Quirin asli sangat terkejut stelah mendengar sang ayah menjadi target balas dendam Xura asli "Jangan lakukan itu pada ayahku, aku mohon, ini semua adalah kesalahanku" ucap Quirin asli dengan menangis, ia langsung menjatuhkan tubuhnya dan terduduk di depan kaki Xura asli sambil memohon
"Lakukan apa yang aku perintahkan, kemasi barangmu dan kembali ke singapura sekarang!" ucap Xura asli dengan penuh penekanan
__ADS_1
Xura asli tidak memperdulikan permohonan Quirin asli, ia langsung berbalik dan melihat Alpha yang masih berdiri mematung.
Xura asli berjalan melewati Alpha "Tunggu, untuk apa kau menyuruh kami kembali?" ucap Alpha tanpa menoleh kebelakang.
Xura asli menghentikan langkahnya "Jangan membuatku berbicara untuk yang kedua kalinya, lakukan apa yang aku perintahkan, jika tidak?, maka tanggung sendiri penderitaan yang datang padanya" ucap Xura asli dengan meninggalkan keduanya.
Quirin asli terduduk dengan berderai air mata "Aku harus menemui ayah, jika tidak Xura asli membalaskan ya pada ayah" gumam Quirin asli yang masih terduduk
Alpha tidak percaya Quirin asli masih nekat untuk menemui sang ayah, padahal Xura asli baru saja memperingatkan mereka berdua.
Alpha mendekati Quirin asli dan berjongkok dihadapan Quirin asli, ia memegang kedua pundak Quirin asli sambil mengangkat wajah Quirin asli "Tidak bisa, kita harus kembali ke Singapura sekarang, jika tidak, Xura asli tidak akan mengampuni mu, apa kau tidak mendengar apa yang sudah dia ucapkan, kau juga mengetahui semua ucapannya tidak main-main!" ucap Alpha menatap Quirin asli dengan sedih
Quirin asli mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Alpha "Aku sangat takut jika dia membalaskannya pada ayah, aku masih ingin disini dan menemui ayah" ucap Quirin asli tetap pada pendiriannya
"Tolong dengarkan aku kali ini, kita harus kembali ke Singapura" ucap Alpha dengan mengguncang pelan tubuh Quirin
Bersambung....
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1