Another Person Life

Another Person Life
Singa Tua Yang Terlihat Baik


__ADS_3

"Theo, bergeraklah lebih cepat sebelum semuanya terlambat" ucap Alpha sambil berdiri dan menatap Theo dengan dingin


Theo sangat terkejut melihat tatapan Alpha, ia langsung membungkuk "baik tuan muda" ucap Theo sambil pergi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu


Selama beberapa hari ini, ia mengawasi semua pergerakan Carlos, bahkan di dalam kamar Carlos terdapat Cctv yang telah dipasang oleh Theo, sehingga semua rencana yang sudah di susun dengan rapi kini diketahui oleh Theo.


Theo mengambil barang itu dan melihat dengan seksama "selamat, karena sudah membangunkan singa tua yang terlihat baik itu" ucap Theo tersenyum smirk, ia berjalan menghampiri Alpha yang sedang menunggunya


"Tuan muda, semuanya sudah ada disini" ucap Theo sambil menunjukkan benda yang ada di tangannya


Alpha melihat kearah tangan Theo "bukankah saat ini dia akan keluar?, segeralah panggil semua bawahanmu dan kerjakan dengan rapi, serta bawalah si mungil bersamamu" ucap Alpha tersenyum smirk


"Benar dia memiliki janji dengan orang itu dan saya juga akan membawa si mungil, kalau begitu saya permisi tuan" ucap Theo sambil membungkuk dan berjalan kebelakang mansion untuk mengambil si mungil, namun saat ingin keluar melalui pintu belakang, Theo malah melihat Carlos keluar dengan cara mengendap-endap


Theo yang melihat itu langsung bersembunyi, sedangkan Carlos melihat kekanan dan kekiri untuk memastikan tidak ada seorangpun yang melihatnya "sudah aman, aku akan bertemu orang itu dan memberikannya informasi tambahan mengenai nona Xura dengan begitu aku akan mendapatkan uang yang lebih banyak dan tidak akan menjadi bawahan seperti ini lagi" ucap Carlos sambil tersenyum licik


Carlos keluar melalui tanah yang sudah ia gali, bahkan untuk penutupnya telah dipasang besi, sedangkan diatas besi itu terdapat rerumputan hijau, sehingga tidak ada seorangpun yang menyadarinya.


Theo yang melihat itu menggelengkan kepalanya "beberapa hari ini aku bertanya-tanya bagaimana dia bisa keluar tanpa di ketahui oleh siapapun, setelah melihat semua yang dia lakukan sekarang, aku semakin tidak menyangka dia bisa berbuat seperti ini pada penyelamatnya, benar-benar membuatku kesal" gumam Theo sambil mengepal kedua tangannya


"Aku juga sangat beruntung, karena tidak perlu menunggunya hingga sore hari" gumam Theo, ia dengan cepat mengeluarkan ponsel untuk menghubungi para bawahannya, setelah telepon itu bersambung, Theo berbicara dengan cepat "bersiaplah, saat ini dia sudah keluar, aku tidak mau mendengar adanya kegagalan" ucap Theo yang langsung mematikan panggilan itu dan berjalan kebelakang mansion untuk membawa simungil


Setelah berhasil keluar, Carlos bergegas berlari keujung jalan dan masuk kedalam mobil hitam yang sudah terparkir disana


Theo dengan cepat berlari kearah mobilnya, ia mengemudi dengan kecepatan penuh agar bisa mengejar Carlos


"Sial!, siapa yang ada didalam mobil itu" gumam Theo sambil menyetir


Alpha sedang bersiap-siap untuk pergi keluar mansion, ketika membuka pintu langkahnya terhenti karena melihat Xura berada di depan kamarnya


"Ada yang ingin aku bicarakan?, apa kamu punya waktu?" tanya Xura dengan pelan

__ADS_1


"Masuklah" ucap Alpha mempersilahkan Xura masuk


Xura sedikit ragu untuk melangkah "tidak, kita berbicara disini saja" ucap Xura dengan menunduk


"Tidak aman berbicara disini, aku mengerti kamu ingin membicarakan tentang perusahaan" ucap Alpha melihat kekiri dan kanan


Akhirnya Xura mengangguk setuju, ia melangkah masuk "saat aku keluar, aku bertemu dengan Cassi ... " ucap Xura


#Flashback on


Xura sedang berada di cafe, karena Yvon mengajaknya keluar "bagaimana kabar bibi?" tanya Xura pada Yvon, mereka bertemu karena Yvon ingin meminta sebuah penjelasan


Yvon begitu terkejut karena untuk pertama kali Xura bertanya tentang ibunya "dia sangat baik, apa kau ingin bertemu dengannya?" tanya Yvon bertanya dengan ramah


"Tidak, aku tidak ingin bertengkar dengannya, itu membuatku pusing" ucap Xura santai sambil menggeleng pelan


"Aku berharap dia tidak menemukan hal yang aneh pada diriku" batin Xura


"Setelah kepergian ku, apa dia tidak berubah?" tanya Xura spontan


"dia tidak berubah, tapi kau yang telah berubah" ucap Yvon serius


Saat menyesap minumannya, Xura terkejut sehingga minuman yang ada ditangannya tumpah


"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Yvon yang khawatir sambil berdiri dari duduknya


"Tidak apa-apa, hanya mengenai pakaianku, aku ketoilet sebentar" ucap Xura sambil berdiri sambil membungkuk dan mengibas-ngibaskan pakaiannya


"Apa dia menyadari perubahanku?" batin Xura sedikit takut


Saat berjalan, Xura tidak sengaja menabrak seseorang "Hei!, kau!, apa tidak punya mata?" teriak orang itu hingga membuat mata semua pengunjung mengarah padanya

__ADS_1


"Maaf!, maafkan aku, aku tidak sengaja" ucap Xura masih mengibas-ngibaskan pakaiannya


Orang itu terlihat kesal karena Xura berbicara tanpa memandangnya "apa kau tidak mempunyai etika saat berbicara pada seseorang?, lihat aku dan bicaralah dengan keras" ucap orang itu dengan nada kasar


Xura pun berdiri tegak dan mengangkat kepalanya, ia melihat kedua orang yang ada dihapannya "Cassi dan Kailash, kebetulan sekali" batin Xura menatap keduanya dengan tajam dan mengepalkan kedua tangannya


Cassi dan Kai melihat wanita yang ada dihadapan mereka, mereka sangat heran karena Xura menatap mereka dengan tatapan tidak biasa


Setelah beberapa menit, tangan yng terkepal mulai terbuka "bagaimana aku harus bersikap, dia pasti akan mengenaliku, tapi melihat reaksinya, dia seperti tidak mengenaliku, benar juga, aku sudah merubah wajahku jadi itu sangat tidak mungkin" batin Xura


Namun, Xura menenangkan dirinya, mereka sama-sama termenung, hingga suara Xura membuyarkan lamunan Cassi dan Kai "aku sudah meminta maaf padamu, apa kau tuli?" tanya Xura dengan menatap Cassi


Cassi terlihat heran, setelah beberapa menit ia menjadi kesal "kau!, minta maaf saja belum cukup!" ucap Cassi dengan sombong


Kai sedari tadi diam, kini membuka sura untuk menengahi keduanya "sudahlah, tidak perlu di perpanjang, sekarang kita pergi saja dari sini" ucap Kai dengan pelan


"Tidak mau!" teriak Cassi pada Kai


Mendengar penolakan itu, Kai hanya bisa diam dan tidak ingin ikut campur dengan kedua orang yang ada dihadapannya. Biarpun ia merasa malu, ia tetap berdiri disamping Cassi


"Pasangan yang sangat cocok" batin Xura


"Lalu apa maumu?" tanya Xura sambil melipat kedua tangannya


Cassi memiliki ide licik, ia ingin mempermalukan wanita yang ada didepannya "berlututlah dan minta maaf padaku" ucap Cassi sambil menunjukkan kaki jenjangnya


"Apa kau bercanda?, jika aku tidak mau lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Xura dengan santai


"Kau tidak tau siapa aku?" tanya Cassi dengan nada sombong


Xura menaikkan sebelah alisnya "tidak perlu kau katakan, aku bahkan sangat mengenalmu dan juga keluargamu itu, ah satu lagi, aku juga mengenal pacarmu ini" ucap Xura sambil melirik kearah Kai

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2