
Zee keluar dari kamar dan menunggu Quiran diruang tengah, sedangkan Xeno baru saja selesai dengan pencariannya.
Xeno bahkan terlihat sangat lelah karena mencari Quirin di seluruh tempat. Xeno melirik kearah Zee, ruan muda itu tampak begitu tenang, itu artinya dia sudah menemukan di mana keberadaan Quiran.
"Apa dia berada di kamar yang sudah kamu siapkan?" tanya Xeno penasaran.
Zee mengangguk dan membuat Xeno kesal "hah, aku sudah mengelilingi rumah ini tapi dia justru ada di kamar itu?, bukankah kau sangat kejam padaku?," ucap Xeno sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan menghirup udara dengan rakus.
Zee tampak tidak ingin menjawab pertanyaan yang tidak penting itu, tapi Xeno terus menggerutu kesal "benar-benar menyebalkan, aku sangat ingin tidak terlibat dengan wanita itu lagi" gerutu Xeno dengan keras.
"Wanita mana yang kau maksud?" tanya Quirin yang baru saja berdiri di belakang Xeno.
Xeno terkejut ketika Quirin tiba-tiba muncul di belakangnya, ia yang sudah sangat kesal langsung mengutarakan isi hatinya "kau!, wanita kejam!" ucap Xeno dengan acuh tak acuh.
Quirin terlihat binggung karena Xeno mengatakan rasa tidak sukanya secara langsung "aku?" kejam?" tanya Quirin dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Apa kau tidak menyadari jika yang kau lakukan itu terlalu berlebihan?" ucap Xeno dengan mendongakkan wajahnya dan menatap Quirin dengan tajam.
Quirin menurunkan alisnya, ia mengerti kemana arah pembicaraan Xeno "apa maksudmu?" tanya Quirin dengan nada datar.
"Selama ini aku berpikir kau adalah wanita terpintar, tapi ternyata kau masih tidak mengerti arah pembicaraanku, baiklah, aku akan memperjelas nya. Kau sangat kejam karena membunuh nenekmu yang tidak bersalah" ucap Xeno sambil membenarkan kepalanya dan menatap lurus kedepan.
Didepan Xeno, terdapat Zee yang sudah menatapnya dengan tatapan dingin.
"Kalian mengetahuinya?" tanya Quirin yang sudah mengepalkan kedua tangannya, tapi Xeno dan Zee tidak melihat itu karena Quirin berada tepat di belakang Xeno dan setengah tubuhnya tertutupi oleh sofa.
__ADS_1
"Tentu saja kami tau, apa kau pikir hanya kau yang bisa menjadi hacker?, kami bahkan tau bahwa kau adalah orang terkaya se-Asia bernama Auristella" ucap Xeno yang sudah tidak tahan dengan pertanyaan-pertanyaan Quirin.
"Xeno!" sentak Zee dengan tatapan tajam, ia bahkan tidak menyangka Xeno membocorkan hal itu dengan sangat mudah.
Quirin yang mendengar itu menggeretakkan giginya, ia tidak menyangka seluruh rahasianya telah terbongkar di hadapan Zee.
Siapa sebenarnya Zee?, kenapa dia bisa menggali informasi dirinya dengan sangat detail, bahkan bisa mengetahui rahasia yang sangat tertutup rapat itu.
Pertanyaan itu muncul di benak Quirin, tapi bukan hanya itu saja akar dari masalah ini, melainkan kenapa Xeno mengatakan dia kejam?.
"Kalian sudah mengetahui semuanya?, tapi kenapa kalian tidak memberitahuku?, bahkan kau dengan berani menghakimi ku!" Quirin mengatakannya dengan sorot mata yang tajam.
Zee yang berada di depan Xeno bisa melihat ekspresi di wajah Quirin, ia sedikit takut akan Quirin yang berubah menjadi Quiran. Tapi jika itu terjadi, maka Zee tidak akan menghentikan nya, karena menurutnya Xeno sudah sedikit keterlaluan. Biarlah Xeno mendapatkan pelajarannya sendiri.
"Xeno, kau tau aku bisa melakukan apapun padamu kan?" tanya Quirin dengan nada dingin dan sorot mata yang tajam.
Xeno yang mendengar itu mulai merinding ketika merasakan aura intimidasi dari Quirin. matanya menatap Zee yang menampilkan wajah tidak berdosa.
Karena sudah terlanjur, Xeno tetap melanjutkan kata-katanya "lalu kau mau apa?, bukankah sebuah fakta bahwa kau adalah wanita kejam?" ucap Xeno dengan berani yang berusaha menetralkan rasa takutnya.
"Haa ... bisa-bisanya orang miskin sepertimu mengatakan hal yang tidak kau ketahui" ucap Quirin sambil menengadahkan kepalanya untuk membuang nafas lalu menatap Xeno kembali.
Xeno terkejut karena mendengar kata Miskin dari mulut Quirin "miskin?, apa kau tidak tau total kekayaanku?" ucap Xeno dengan kesal sambil memutar tubuhnya agar bisa melihat Quirin.
Xeno bahkan lebih terkejut karena aura intimidasi yang dikeluarkan Quirin sangatlah kental "dalam hal kekayaan, kekayaanmu itu bahkan tidak bisa melampaui kekayaanku yang ada di Asia, jadi jangan melewati batasan mu, Xeno" ucap Quirin dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
"Kau pikir siapa dirimu?!, kau hanya mengelola perusahaan sterfolia, kau pikir kekayaanku bisa kau lewati dengan hanya mengandalkan perusahan itu?" ucap Xeno dengan kesal.
"Haha ... Aku sangat menantikan kata-kata itu keluar dari mulutmu, ternyata kau hanya tau sebagian kecil dari rahasiaku," ucap Quirin sambil tertawa dengan keras.
"Kenapa kau tertawa?!"
"Aku tertawa karena kebodohanmu"
"Apa maksudmu?"
"Kau dengan mudahnya mengatakan kekayaanku tidak bisa melampaui mu, lalu kai mengatakan aku orang kejam, tapi nyatanya kau tidak tau hal apa saja yang sudah aku lewati," ucap Quirin menatap mata Xeno dengan tajam.
Benar yang di katakan oleh Quirin, Xeno hanya mengetahui bahwa Quirin adalah orang terkaya se-Asia tapi Xeno tidak mengetahui kekayaan dibalik keluarga Xavier, seluruh aliran dana keluarga Xavier masuk kedalam rekening pribadi Xura karena hal itulah jika kekayaan Auristella dan Vixura semua di gabungkan maka Xura akan menjadi orang yang lebih kaya, bahkan bisa menerobos julukan orang ter kaya di dunia.
Xeno juga tidak tau asal muasal kenapa Quirin menyiksa Jean, baginya menyiksa seperti itu dengan keluarga sendiri adalah tindakan kejam.
Xeno tampak terdiam sambil menatap Quirin "jika kau tidak mengetahui apapun, jangan pernah mencoba menghakimi orang, kehidupan yang aku jalani tidak semulus bokong bayi, aku juga yakin di balik kekayaanmu ini pasti memiliki kisah, tapi dengan mudahnya kau mengritik ku, bukankah sungguh lucu, Xeno? " ucap Quirin dengan menatap Xeno dengan tajam.
Xeno yang mendengar itu terpaku, tidak bisa dipungkiri, Quirin memanglah benar "jika kau ingin menghakimi orang, sebaiknya kau memeriksa kisah mereka terlebih dahulu, kau hanya tau mengritik orang melalui isi pikiran mu, jika kau terus seperti ini, aku khawatir kau akan mati dengan sangat mudah, karena orang yang kau hakimi secara tidak adil itu tentu tidak akan tinggal diam, termasuk aku. jangan katakan padaku kalau kau berpikir aku akan diam saja dengan curahan hatimu itu ... " ucap Quirin menjeda perkataannya lalu memajukan wajahnya sehingga keduanya saling bertatapan.
Xeno yang melihat tatapan dingin itu merasa bergidik ngeri, bahkan saat ini ia tidak bisa mengeluarkan suaranya lagi.
"Aku bisa saja membunuhmu di tempat ini, tapi aku terlalu banyak berhutang pada Zee, jadi kali ini aku melepaskan mu demi menghormatinya. Jika kau bukan teman Zee, aku pasti sudah mengeluarkan seluruh organ dalam mu dengan paksa. Tapi bukan berarti aku akan melepaskan mu begitu saja, aku akan membalaskan dendam ini di lain waktu, ingat itu!" ucap Quirin pergi meninggalkan Xeno yang tengah mematung.
Bersambung ...
__ADS_1