
Mereka semua keluar dengan sangat terburu-buru.
Karena sangat bersemangat, kedua nya bahkan lupa untuk memberitahukan dimana mereka akan bertemu.
Quirin pun langsung menghubungi Alpha, ia langsung memasang earphone nya, setelah panggilan itu tersambung, tanpa basa basi lagi, Quirin hanya mengucapkan satu kalimat "Kita bertemu di jembatan" ucap Quirin lalu mematikan panggilan itu melalui earphone nya.
Ketiga nya bertemu dan mereka keluar dari mobil masing-masing. setelah ketiganya saling bertatapan Alpha langsung memberikan informasi tentang wanita itu pada Quirin.
"Nona, dari postur tubuhnya, dia sepertinya adalah bawahan ku yang bernama Vini." jelas Alpha.
Quirin yang mendengar itu langsung memegang kerah baju Alpha "Bawahan mu?, lalu apa urusan nya dengan Xura?, apa jangan-jangan ..." ucap Quirin dengan melototkan mata nya.
Alpha melototkan matanya, "Tunggu nona ... aku tau bahwa nona berfikir bahwa itu adalah perintah ku, tapi aku bersumpah nona, aku tidak mengetahui apapun tentang rencana nya. Aku bahkan terkejut ketika nona mengirim sebuah video itu pada ku. dan juga aku tidak tau bahwa dia berada di kota ini" bantah Alpha.
Quirin yang mendengar perkataan itu langsung melepaskan kerah baju Alpha. "jika aku tau bahwa dia adalah orang suruhan mu, detik itu juga aku akan membunuh mu" ucap Quirin dengan melototkan mata nya.
"Aku akan mencari informasi nya sekarang juga, tapi aku telah meninggalkan laptop ku di atas tempat tidur Zee," ucap Quirin sambil menepuk jidat nya.
Alpha yang mendengar perkataan itu justru terkejut, kalimat terakhir dari Quirin mampu membuat Alpha terdiam.
Quirin yang tidak mendengar suara kedua pria itu langsung menoleh ke kanan dan ke kiri. "Hei!, dia mengambil laptop ku, dan ketika aku teringat akan pesta, aku langsung pergi ke kamar Zee" ucap Quirin sambil melihat kearah sungai yang mengalir dengan deras.
Alpha mengangguk dan ia teringat akan sesuatu, ia berjalan kearah mobilnya dan langsung mengambil laptop.
"Nona, aku membawa nya" ucap Alpha sambil menyerahkan laptopnya.
Quirin menoleh dan tersenyum "bagus, kita bekerja sekarang" ucap Quirin sambil meraih laptop itu.
Quirin pun menyandarkan tubuhnya di depan mobil lalu membuka semua cctv seluruh kota.
Mereka bertiga pun menyandarkan tubuh ke mobil. Quirin di apit oleh kedua pria tampan, sedangkan orang yang lewat sangat iri dengan posisi Quirin.
Zee tampak membiarkan Alpha berada di samping Quirin, ia juga mengerti bahwa Alpha sangat menyukai Xura, jadi wajar saja jika pria itu ingin melihat seluruh kejadian yang menimpa Xura.
Zee melirik kearah Xura "Aku berpikir, jika mereka bertukar kembali, maka, apa yang akan kami berdua lakukan?, apa aku tetap akan bersama dengan tubuh Quirin atau dengan tubuh Xura, tidak menutup kemungkinan Alpha bersama dengan Xura asli, karena aku yakin Alpha sangat menyukai wajah baru Xura" batin Zee.
Dan seperti dengan dugaan Zee bahwa Alpha sangat teliti dan fokus melihat seluruh kejadian yang terus menimpa Xura.
Di pagi hari, mereka keluar dengan sebuah mobil, lalu setelah sampai di tujuan, saat Xura keluar dari mobil, Alpha kebetulan melihat kearah belakang, tiba-tiba saja dari arah belakang terlihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Alpha langsung masuk kedalam mobil dan menarik Xura ke dalam. Pintu mobil yang terbuka lebar itu pun patah dan hancur.
Quirin yang melihat itu pun langsung terkejut, karena bunyi yang di timbulkan. lalu kejadian itu terus berulang, hingga akhirnya terlalu lah hal yang sangat mengerikan.
"Apa wanita bernama Vini itu gila?, dia menyuruh Cassi untuk membunuh Xura?, bahkan kejadian ini telah berulang beberapa kali" ucap Quirin kesal.
Setelah kejadian yang menimpa Xura terlihat jelas di sana, Alpha menutup matanya dan mengalihkan pandangan nya ke jalanan "Nona, aku sungguh tidak mengerti kenapa dia ingin melakukan ini pada Xura" ucap Alpha dengan melihat mobil yang lewat.
Quirin yang mendengar itu mengerutkan dahi nya "apa kau bodoh?, tentu saja itu karena dia menyukai mu." ucap Quirin sambil menoleh kearah Alpha.
"Tidak mungkin nona, aku tidak memiliki perasaan pada nya, bahkan aku selalu menghindarinya setiap kali dia mendekatiku" ucap Alpha lagi.
"Ah ... kau terlalu pintar dengan bisnis tapi kau terlalu bodoh dalam hal cinta, jadi lupakan saja. Kita akan mengetahuinya setelah kita menangkap wanita itu" ucap Quirin sambil menutup laptop nya dan berjalan ingin memasuki.
Alpha melihat Quirin seolah tidak memperdulikan masalah ini, Zee yang mengerti tatapan itu langsung menepuk pundak Alpha "Dia akan mengurus nya, sekarang kita sudah tau keberadaan wanita itu, sebaiknya kau ikuti kami" ucap Zee yang ingin masuk kedalam mobil.
Saat itu Quirin berjalan ingin memasuki mobil, lalu tiba-tiba saja, Seseorang tengah memanggil nya "Quirin!" teriak orang itu.
Orang itu langsung menghamburkan pelukan nya pada Quirin.
Zee dan Alpha terkejut melihat pria itu memeluk Quirin, pasalnya Zee dan Alpha sangat mengenal siapa pria itu.
"Ini aku, Feryun" ucap Feryun sambil melepas pelukan nya dan memegang pundak Feryun.
Seketika saja wajah Quirin menegang "dia adalah bos dari pria itu" batin Quirin sambil berjalan.
"Aku tidak mengenal mu" ucap Quirin sambil lepaskan kedua tangan Feryun dari pundak nya.
Zee dan Alpha pun langsung menghampiri kedua nya "Ah ... kenapa tuan muda Zee dan tuan muda Alpha berada di sini?" tanya Feryun yang terkejut melihat keberadaan kedua nya.
Wajah Zee tampak sudah masam, ia tidak menjawab dan justru kembali bertanya pada Feryun "Kenapa kau memeluk pacar ku?" tanya Zee dengan tatapan tajam.
Feryun pun langsung menoleh ke arah Quirin dan Zee "Pacar?, kau pacar tuan muda Zee?" tanya Feryun yang terkejut.
Quirin yang melihat itu terlihat sangat kesal "Hei, bukan kah kau seharusnya memperkenalkan diri terlebih dahulu?" tanya Quirin dengan wajah dasar.
Feryun tampak linglung, seketika ia langsung tersadar "Ah ... maafkan aku. Perkenalkan, Aku Feryun Vermilion kakak dari Rea" ucap Feryun sambil tersenyum.
Zee, Alpha dan juga Quirin terkejut dengan perkataan Feryun "Kakak?" ucap Quirin spontan.
__ADS_1
"Setelah di lihat dari dekat ia tampak seperti Rea, apakah benar dia kakak Rea?, tapi kenapa Rea tidak menceritakan tentang hal ini padaku?" batin Quirin
"Tunggu, bukankah nama belakang mu Ridmon?" tanya Zee dengan binggung.
Pasal nya, Ridmon adalah nama samaran yang di buat oleh feryun, bahkan ketika Zee mencari data pria itu, memang benar ada keluarga Ridmon. Setelah mengetahui bahwa semuanya sesuai, akhirnya Zee pun langsung menerima kerja sama itu.
"Maaf tuan, itu hanya nama samaran agar aku bisa lari dari sesuatu" ucap Feryun menghela nafas pelan.
"Tolong rahasiakan identitas ku dan Quirin dari siapa pun. Aku mengatakan padamu karena kau adalah pacar adik ku. Dan itu juga berlaku untuk tuan Alpha" ucap Feryun dengan sopan.
Feryun tidak sembarangan memberikan informasinya pada orang, faktanya, dirinya sangat mengenal kedua tuan muda itu.
"Lalu, untuk apa kau mencari ku?" tanya Quirin dengan nada datar.
"Kau tidak boleh berada di sini, segeralah kembali dan jangan pernah menunjukkan wajah mu di sini" ucap Feryun dengan wajah serius.
"Apa hak mu melarang ku untuk berada di sini?" tanya Quirin kesal. Ia sedikit sulit untuk mempercayai perkataan orang yang memeluknya secara tiba-tiba.
Feryun pun menarik Quirin menjauh dari Alpha dan Zee "dengar Quirin, ada kejadian yang tidak pernah kamu ketahui. tapi yang jelas nenek pasti akan memperlakukan mu sama seperti yang di lakukan nya pada bibi Arcy. Dan asala kamu tahu, keluarga besar kita berada di kota ini, jadi kakak mohon, pergilah menjauh dari kota ini, jangan sampai nenek melihat wajahmu. kakak tidak ingin melihat hal yang sama terulang kembali" ucap Feryun sambil menitikkan air mata nya dan memeluk tubuh Quirin.
Quirin tampak mematung, walau sedikit bingung dan tidak mudah mempercayai perkataan Feryun, tapi ketika Feryun menyebutkan nama ibunya, Quirin pun baru bisa mempercayai pria itu.
"Tapi kak, aku masih memiliki pekerjaan di sini" ucap Quirin sambil membalas pelukan Feryun.
"Kakak akan membantu mu, tapi tolong, setelah pekerjaan ini selesai, maka kembali lah ke tempatmu" ucap Feryun dengan serius.
Quirin mengangguk "benar-benar menyebalkan, kenapa rahasia pemilik tubuh ini datang secara bertubi-tubi?, bagaimana jika kak Feryun tau bahwa aku lah yang menghancurkan perusahaan kecil nya itu?" batin Quirin kesal.
Namun mau bagaimana pun Quirin harus tetap berhadapan dengan kakaknya itu. Zee tidak menunjukkan ekspresi apapun, nyatanya dirinya semakin pusing karena harus berhadapan dengan 2 orang dari keluarga tersembunyi.
Alpha tidak memikirkan hal tersebut, baginya Xura adalah yang terpenting.
Mereka pun kembali kedalam mobil masing-masing dan menuju ke tempat tinggal wanita bernama Vini.
Mobil Quirin memimpin jalan, mereka tampak memarkirkan mobil mereka jauh dari rumah itu. Lalu mobil kedua ada Alpha, dan mobil ketiga berisikan Feryun dan Kiryu.
"Dia tidak pernah memiliki rumah di negara ini, lalu ini rumah siapa?" gumam Alpha sambil membuka kaca mobil dan melihat rumah itu terlihat sangat mewah.
Bersambung ...
__ADS_1