Another Person Life

Another Person Life
Mengganti Panggilan


__ADS_3

Quirin beralih melihat kearah Calis dan menatapnya dengan intens,


Calis tersentak kaget ketika ditatap oleh Quirin, ia langsung memalingkan wajahnya dan melahap makanannya


Lura melihat semuanya berhenti mengobrol, ia tidak melihat orang disekelilingnya takut akan tatapan Quirin "Apa aku memberitahukan sekarang saja?, kebetulan ada nenek, ini waktu yang sangat tepat" pikir Lura


"Ibu, hari ini aku akan keluar bersama teman-teman ku" ucap Lura sambil menatap sang ibu


Lura sedikit takut meminta izin pada sang ayah, karena itu membuatnya mencari suasana yang bisa menguntungkannya


Calis menoleh kearah Lura "Baiklah, kau boleh pergi, ibu akan memberimu uang" ucap Calis dengan lembut sambil mengusap kepala Lura


"Tidak" jawab Grizo tanpa menoleh sambil mengunyah makanannya


Lura tersenyum senang, tapi senyuman itu kini memudar saat Grizo mengucapkan satu kata yang tidak ingin ia dengar


Sang nenek melihat kearah Lura, wajah ditekuk itu membuat sang nenek merasa kasihan "Nenek akan memberimu uang tambahan" ucap sang nenek sambil tersenyum


Senyum yang memudar itu kini terbit kembali "Benarkah nenek?, terimakasih nenek" ucap Lura sambil berdiri dan memeluk sang nenek


Grizo menghela nafas panjang, ia tidak bisa berkata-kata jika sang ibu sudah membuka mulutnya.


Grizo tidak sengaja melihat kearah Quirin "Apa dia sangat kelaparan?" batin Grizo


Ia sesekali melirik Quirin yang sedang melahap makanannya dengan serius.


Sedangkan Quirin hanya mendengar apa yang diucapkan oleh mereka, dan ia pun memiliki ide yang bagus untuk membalas mereka "Bersenang-senanglah, karena ini hari terakhirmu tersenyum manis" batin Quirin

__ADS_1


Quirin melirik Calis dengan sorot mata yang tajam, ia melihat Calis tersenyum karena Lura mendapat kasih sayang yang melimpah dari sang nenek "Kau sangat menyayanginya bukan?, mari kita lihat bagaimana hancurnya anak gadismu itu, aku akan membuatnya menjadi gila dan mati dengan cara mengenaskan, serta aku ingin lihat apakah senyum itu masih ada diwajahmu?" batin Quirin tersenyum smirk, lalu melahap makanannya kembali


Lura kembali duduk dan melahap makanannya dengan tersenyum manis.


"Aku akan membalas perbuatan mu dengan ibu, Quirin asli dan juga diriku, karena perbuatanmu lah aku berpindah jiwa" batin Quirin sedikit kesal dengan mengunyah makanan itu dengan kasar


Quirin baru merasakan ada yang menatapnya, ia melirik kekanan, ternyata sang ayah yang menatapnya dengan intens "Ada apa ayah?, kenapa menatapku seperti itu?" tanya Quirin dengan mengernyitkan dahinya


Grizo tersentak kaget "Tidak, lanjutkan saja makananmu" ucap Grizo sambil mengalihkan pandangannya dan menunduk


"Baiklah" ucap Quirin dengan datar


"Jika dilihat dia adalah Quirin tapi dari Tatapannya itu seperti bukan Quirin yang dulu" batin Grizo sedikit binggung


"Bu, sudah waktunya aku berangkat" ucap Lura yang sudah menghabiskan makanannya, ia beranjak lalu berpamitan dengan Grizo dan juga neneknya


Quirin menghabiskan makanannya dengan cepat lalu bangkit dari kursinya, saat dirinya hendak melangkah, sebuah suara menghentikan langkahnya


"Mau kemana kamu?" tanya Calis dengan lembut


Quirin berbalik lalu melihat kearah Calis "Membasmi hama" ucap Quirin tersenyum smirk


Semua orang yang berada dimeja makan melihat kearah Quirin, mereka sedikit merinding dengan senyuman yang terbit di wajah Quirin


"Apa maksudmu?, dirumah ini tidak ada hama" ucap Calis dengan binggung


"Ada, bibi tidak bisa melihatnya, karena hama itu terdapat didalam hati" ucap Quirin dengan datar

__ADS_1


Sang nenek dan juga Grizo membulatkan mata mereka, setau mereka selama ini Quirin memanggilnya dengan sebutan ibu, sekarang panggilan itu berubah hingga membuat semua orang terkejut


Sedangkan Calis hanya diam mematung, ia tidak menyangka jika Quirin mengganti panggilan untuk dirinya


Grizo mulai berdiri dari kursinya sekaligus memukul meja makan, Calis dan nenek tersentak kaget karena perbuatan Grizo


"Kenapa kamu memanggilnya bibi?, dia itu ibumu!" ucap Grizo dengan meninggikan volume suaranya


Calis tersenyum melihat kemarahan Grizo "Bagus Quirin, kau selalu memancing amarah ayahmu, sudah dipastikan kau akan keluar dari rumah ini , akulah pemenangnya dan kau harus mati ditangan ku" batin Calis


Bersambung ...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2