
Quirin beralih melihat kearah Calis dan menatapnya dengan intens,
Calis tersentak kaget ketika ditatap oleh Quirin, ia langsung memalingkan wajahnya dan melahap makanannya
Lura melihat semuanya berhenti mengobrol, ia tidak melihat orang disekelilingnya takut akan tatapan Quirin "Apa aku memberitahukan sekarang saja?, kebetulan ada nenek, ini waktu yang sangat tepat" pikir Lura
"Ibu, hari ini aku akan keluar bersama teman-teman ku" ucap Lura sambil menatap sang ibu
Lura sedikit takut meminta izin pada sang ayah, karena itu membuatnya mencari suasana yang bisa menguntungkannya
Calis menoleh kearah Lura "Baiklah, kau boleh pergi, ibu akan memberimu uang" ucap Calis dengan lembut sambil mengusap kepala Lura
"Tidak" jawab Grizo tanpa menoleh sambil mengunyah makanannya
Lura tersenyum senang, tapi senyuman itu kini memudar saat Grizo mengucapkan satu kata yang tidak ingin ia dengar
Sang nenek melihat kearah Lura, wajah ditekuk itu membuat sang nenek merasa kasihan "Nenek akan memberimu uang tambahan" ucap sang nenek sambil tersenyum
Senyum yang memudar itu kini terbit kembali "Benarkah nenek?, terimakasih nenek" ucap Lura sambil berdiri dan memeluk sang nenek
Grizo menghela nafas panjang, ia tidak bisa berkata-kata jika sang ibu sudah membuka mulutnya.
Grizo tidak sengaja melihat kearah Quirin "Apa dia sangat kelaparan?" batin Grizo
Ia sesekali melirik Quirin yang sedang melahap makanannya dengan serius.
Sedangkan Quirin hanya mendengar apa yang diucapkan oleh mereka, dan ia pun memiliki ide yang bagus untuk membalas mereka "Bersenang-senanglah, karena ini hari terakhirmu tersenyum manis" batin Quirin
__ADS_1
Quirin melirik Calis dengan sorot mata yang tajam, ia melihat Calis tersenyum karena Lura mendapat kasih sayang yang melimpah dari sang nenek "Kau sangat menyayanginya bukan?, mari kita lihat bagaimana hancurnya anak gadismu itu, aku akan membuatnya menjadi gila dan mati dengan cara mengenaskan, serta aku ingin lihat apakah senyum itu masih ada diwajahmu?" batin Quirin tersenyum smirk, lalu melahap makanannya kembali
Lura kembali duduk dan melahap makanannya dengan tersenyum manis.
"Aku akan membalas perbuatan mu dengan ibu, Quirin asli dan juga diriku, karena perbuatanmu lah aku berpindah jiwa" batin Quirin sedikit kesal dengan mengunyah makanan itu dengan kasar
Quirin baru merasakan ada yang menatapnya, ia melirik kekanan, ternyata sang ayah yang menatapnya dengan intens "Ada apa ayah?, kenapa menatapku seperti itu?" tanya Quirin dengan mengernyitkan dahinya
Grizo tersentak kaget "Tidak, lanjutkan saja makananmu" ucap Grizo sambil mengalihkan pandangannya dan menunduk
"Baiklah" ucap Quirin dengan datar
"Jika dilihat dia adalah Quirin tapi dari Tatapannya itu seperti bukan Quirin yang dulu" batin Grizo sedikit binggung
"Bu, sudah waktunya aku berangkat" ucap Lura yang sudah menghabiskan makanannya, ia beranjak lalu berpamitan dengan Grizo dan juga neneknya
Quirin menghabiskan makanannya dengan cepat lalu bangkit dari kursinya, saat dirinya hendak melangkah, sebuah suara menghentikan langkahnya
"Mau kemana kamu?" tanya Calis dengan lembut
Quirin berbalik lalu melihat kearah Calis "Membasmi hama" ucap Quirin tersenyum smirk
Semua orang yang berada dimeja makan melihat kearah Quirin, mereka sedikit merinding dengan senyuman yang terbit di wajah Quirin
"Apa maksudmu?, dirumah ini tidak ada hama" ucap Calis dengan binggung
"Ada, bibi tidak bisa melihatnya, karena hama itu terdapat didalam hati" ucap Quirin dengan datar
__ADS_1
Sang nenek dan juga Grizo membulatkan mata mereka, setau mereka selama ini Quirin memanggilnya dengan sebutan ibu, sekarang panggilan itu berubah hingga membuat semua orang terkejut
Sedangkan Calis hanya diam mematung, ia tidak menyangka jika Quirin mengganti panggilan untuk dirinya
Grizo mulai berdiri dari kursinya sekaligus memukul meja makan, Calis dan nenek tersentak kaget karena perbuatan Grizo
"Kenapa kamu memanggilnya bibi?, dia itu ibumu!" ucap Grizo dengan meninggikan volume suaranya
Calis tersenyum melihat kemarahan Grizo "Bagus Quirin, kau selalu memancing amarah ayahmu, sudah dipastikan kau akan keluar dari rumah ini , akulah pemenangnya dan kau harus mati ditangan ku" batin Calis
Bersambung ...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1