
"Permainanmu sungguh sangat mengesankan, beruntung saat itu aku terbangun dan berdiri di atas balkon, jika saja pada waktu itu aku tidak mendengar pembicaraan bibi Leva dan Zee, tentu aku tidak akan tau masalah yang terus menganggu kehidupan Zee" gumam Xura sambil menatap lurus kedepan.
#Flashback On
Sebenarnya, sejak dalam perjalanan, Xura sudah tersadar tapi ia enggan untuk bangun dan tetap berpura-pura tertidur.
Xura bahkan terkejut mendengar pembicaraan Vano dan Zee saat mereka masih di dalam mobil.
Setelah Vano mengantar Xura, ia pun langsung keluar dari kamar itu. Xura membuka matanya sambil menggeretakkan gigi.
"Kau akan melakukan hal itu padaku?" gumam Xura dengan kesal.
Lalu Xura bangkit dan berniat untuk menghirup udara segar, tanpa di sengaja, ibu dan anak itu berbicara tepat di bawah balkon kamar Xura.
Merasa ada yang janggal, Xura tetap mendengarkan percakapan mereka sampai selesai. Lalu Xura langsung masuk kedalam kamarnya dan mencari seluruh data mengenai Gilan dan Gilma.
Ia pun langsung mencari tau tentang kecelakaan yang menimpa Gilan, Xura bahkan perlu beberapa usaha untuk mengembalikan seluruh rekaman itu seperti semula, setelah semua rekaman itu kembali, Xura menontonnya dan ia tidak menyangka bahwa orang itulah dalang di balik semua kejadian yang menimpa Gilan.
#Flashback Off
Xura mengetahui seberapa keras Zee mencari tau mengenai kecelakaan mobil yang menimpa Gilan, yang hanya Zee ketahui adalah, bahwa mobil itu mengalami kerusakan aliran listrik.
Xura juga melihat, bahwa Gilan masih sempat di bawa kerumah sakit, dan sampai di rumah sakit Xura melihat seseorang telah menyabotase alat bantu yang terpasang pada Gilan.
Di sana Gilan terlihat mengetahui siapa orang tersebut, lalu orang itu kembali memasang alat bantu Gilan dan menyuruh melakukan sesuatu.
__ADS_1
Sedangkan Zee tengah sibuk menyelidiki mengenai kecelakaan itu, tapi Zee tidak mengetahui apapun selain masalah kerusakan itu. Bahkan sudah bertahun-tahun terlewati, Zee masih tetap tidak menemukan petunjuk apapun.
Kini Xura memikirkan bagaiman membuat Zee mengetahui fakta yang sudah di dapatnya, tapi setelah berpikir kembali, ternyata Xura memilih untuk tidak memberitahukan fakta itu pada Zee.
"Aku ingin kau mengetahuinya sendiri, itu hukuman yang pantas untukmu" ucap Xura sambil tersenyum smirk.
Saat Zee memperkenalkan dirinya sebagai pacar Vano, sejak itu pula Xura benar-benar kesal, bagi Xura tidak memberitahu fakta tentang kecelakaan itu pada Zee adalah hukuman yang pantas di dapatkan olehnya.
"Lagi pula, aku sangat suka bermain dengannya jika tidak ada dia, maka hari-hari ku di mansion ini akan sangat membosankan" gumam Xura sambil tertawa keras.
Vano terkejut mendengar tawa itu, padahal, jaraknya dengan Xura lumayan jauh, tapi tawa keras Xura bahkan terdengar begitu nyaring.
"Satu menit yang lalu dia seperti sedang bersedih, satu menit kemudian dia justru tertawa begitu keras, nona benar-benar sangat unik" ucap Vano sambil menggelengkan kepala nya dengan pelan.
Lalu Xura membawa laptopnya dan berjalan mendekati Vano, "sudah saatnya kita menjenguk wanita menyebalkan itu" ucap Xura sambil memegang lengan Vano.
"Dia mainan yang sangat aku sukai, tentu saja aku harus melihat kondisinya, jika tidak ada anggota tubuhnya yang patah, maka aku dengan suka rela bisa mematahkan bagian tubuhnya itu" ucap Xura sambil tersenyum.
"Nona, kau benar-benar menyeramkan, aku bahkan tidak bisa melampaui kecerdasan mu itu, lakukan saja apa yang nona inginkan, lagipula kami semua tidak ada yang menyukai wanita itu. Selama ini, jika kami melakukan hal yang membuat Gilma tidak senang, maka tuan muda otomatis akan menghukum kami, tapi jika nona yang melakukan itu padanya, maka tuan muda pasti tidak akan berkutik seperti saat nona mendorongnya tadi" ucap Vano yang terlihat senang
"Benarkah?, bukankah Zee benar-benar keterlaluan?, bisa-bisanya dia memelihara wanita yang hanya mencintai hartanya saja"ucap Xura sambil berjalan beriringan dengan Vano.
Vano yang mendengar itu mulai mengingat bagaimana Xura mengintimidasi Gilma dengan kata-katanya "Nona, apakah nona sudah mengetahui masalah ini?" tanya Vano dengan heran.
Faktanya, tidak ada seorangpun yang memberitahukan masalah Zee dan Gilma pada Xura, tapi bagaimana wanita itu mengetahuinya?.
__ADS_1
"Tentu saja, jangan lupa dengan julukan ku, bahkan aku sudah mengetahui penyebab dari kecelakaan Gilan" ucap Xura dengan sombong.
"Apa?!" teriak Vano dengan keras sambil menoleh kearah Xura.
"Berhenti berteriak seperti itu, telingaku ini masih berfungsi dengan baik" ucap Xura sambil mencubit lengan Vano.
Aaawww
"Tapi nona, tuan muda saja tidak pernah tau tentang kecelakaan itu, hasil penyelidikan itu mengatakan bahwa Mobil itu murni mengalami kerusakan" ucap Vano lagi sambil mengelus lengannya karena ia merasa cubitan Xura sangatlah menyakitkan.
"Tidak Vano, dari awal mobil itu telah di sabotase, dan tujuan awal nya adalah ingin mencelakakan Zee, tapi ... " perkataan itu menggantung dan Xura tidak ingin melanjutkan perkataannya.
"Aku tidak ingin mengatakannya, yang jelas, saat itu cctv itu telah di rekayasa sehingga Zee tidak menemukan celah apapun" ucap Xura dengan serius.
Vano yang mendengar itu merasa sangat terkejut, ia tidak menyangka bahwa Xura sudah mengetahui kejadian itu, bahkan ia juga mengetahui bahwa mobil itu telah di sabotase "Jika seperti itu, aku harus segera memberitahu tuan muda" ucap Vano dan dengan cepat ingin langkahkan kakinya.
Tapi, langkah Vano terhenti ketika Xura menarik lengan Vano "jika kau memberitahunya, maka aku akan menembak kepalamu" ucap Xura sambil menatap Vano dengan tajam.
"Kenapa nona?" tanya Vano dengan heran.
"Ini urusan ku, jadi ku peringatkan untuk tidak ikut campur, jika dia sampai mengetahui hal ini dari mu, maka aku tidak segan-segan melakukan apa yang baru saja aku ucapkan" ucap Xura dengan mata yang sudah melotot dengan sempurna.
Vano merasakan takut melihat tatapan itu, yang jelas ia harus menutupi rahasia itu agar dirinya bisa selamat dari ancaman Xura.
Tapi berbagai pertanyaan sudah menumpuk di dalam kepala Vano, namun ia tidak bisa bertanya karena Xura seperti berada dalam mode on.
__ADS_1
"Baik nona, aku akan menuruti perkataan mu" ucap Vano sambil menghela nafas pelan.
Bersambung ...