
Beymi tidak mendengar perkataan Lura, ia menunduk dan terus memohon pada Quirin, "nona muda, mohon maafkan aku, tolong jangan sentuh anakku" Beymi memohon dengan berderai air mata.
Quirin yang melihat Beymi memohon hanya mengembangkan senyum licik "lucu sekali, kau tidak ingin orang lain menyentuh anakmu, tapi apakah kau boleh sesuka hati menyentuh anak orang lain?, dimana otakmu itu?"
Beymi tampak tersentak kaget, sekarang ia mengetahui kenapa Quirin bersikap kejam padanya, ternyata wanita di hadapannya ini akan membalaskan dendamnya, ia bahkan melakukan hal serupa dengan yang dia alami dulu.
Beymi yang mengingat perbuatannya dulu, ia tak sanggup membayangkan jika itu terjadi pada putrinya.
"Nona, aku tau aku telah salah padamu, tapi aku mohon padamu untuk melepaskan anakku" ucap Beymi dengan memohon sambil berderai air mata.
Quirin sangat tau, wanita tua yang sedang berlutut itu pasti sudah mengingat perbuatan yang dia lakukan pada Quirin dulu.
"Kau tidak perlu memohon padaku, aku hanya mengembalikan cara yang sama dengan yang kau lakukan padaku. Bagaimana perasaanmu?, lalu apa kau berpikir bagaimana perasaan ibuku jika tau orang yang sudah dia selamatkan justru berkhianat padanya, bahkan dengan berani mencelakai dia hingga tewas" ucap Quirin dengan menggeretakkan giginya.
Beymi terpaku, ia dengan jelas mengingat dimana saat dirinya sedang putus asa, lalu tiba-tiba seorang wanita membantunya untuk menyadarkan betapa pentingnya sebuah keluarga dan kehidupan kita tidak akan lepas dari kata keluarga.
#Flashback On
Beymi berdiri tepat di penghalang sungai "aku sudah tidak sanggup lagi menerima ini" gumam Beymi dengan tangisan tiada henti.
Siapapun yang mendengar tangisan itu pasti akan merasa kasihan padanya, tapi siapa sangka, jalanan itu cukup sepi bahkan tidak ada satupun kendaran yang lewat.
Tapi ketika Beymi memanjat penghalang itu, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat berada di belakangnya, seorang wanita keluar dari mobilnya dan menarik Beymi hingga mereka berdua jatuh secara bersamaan.
"Apa yang kau lakukan!" teriak wanita itu dengan marah sambil memegang kedua pundak Beymi dan menggoyangkannya dengan kuat.
"Aku ingin pergi dari dunia ini, hidup di dunia yang kejam ini membuatku tidak bisa bertahan" gumam Beymi dengan air mata mengalir dengan deras.
"Apa kau seorang ibu?" tanya wanita itu.
__ADS_1
"tidak ada hubungannya aku seorang ibu atau bukan, semua ini membuatku sangat lelah, aku bahkan tidak bisa bernapas dengan normal, mereka bahkan seenaknya menghinaku hanya karena aku miskin" gumam Beymi sambil menunduk dan menangis terus menerus.
"Jika kau berbuat seperti ini, lalu bagaimana nasib anakmu?, apa kau memikirkan nasibnya?" tanya wanita itu dengan keras.
Seketika Beymi tersentak kaget dan mulai mengangkat wajahnya "benar, bagiamana aku bisa melupakan nasibnya, dia bahkan tidak memiliki siapapun disisinya" gumam Beymi dengan air mata yang masih membasahi pipinya.
"Hidup ini sungguh sangat berharga, anak yang kau lahirkan dengan susah payah juga berhak mendapatkan kebahagiaan, kehidupan kita juga tidak jauh dari kata keluarga, kau beruntung memiliki dia sebagai anggota keluarga yang tersisa. Aku akan memberikan mu sebuah pekerjaan, gunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin." ucap wanita itu sambil mengangkat tubuh Beymi dan membawanya kedalam mobil.
Beymi mengangguk dan menghapus air mata yang tersisa di pipinya "terimakasih nyonya sudah menyadarkan ku" ucap Beymi dengan terharu.
"Panggil saja aku Arcy, aku akan membawamu ke rumah ku" ucap Arcy sambil tersenyum.
#Flashback Off
Quirin melihat Beymi terdiam "lalu sekarang kau memohon untuk melepaskan putrimu?, kau pikir aku wanita tidak waras yang akan menuruti perintah seorang penghianat begitu saja?" tanya Quirin dengan menatap Beymi dengan tajam.
Lura yang mendengar itu sangat terkejut, bagaimana bisa kakaknya yang dulu penurut dan baik, kini berubah menjadi orang yang tidak berperasaan.
"Kakak, apa yang telah kau lakukan pada anak Beymi?, lepaskan dia!, kenapa kau berubah menjadi seperti ini?" teriak Lura sambil memegang dahinya yang berdarah, sejak terbentur ia sedikit tidak fokus karena rasa sakit yang kepalanya.
Quirin menoleh kearah Lura "siapa yang mengijinkan anak haram sepertimu berbicara pada nona satu-satunya keluarga alister?, jika aku tidak berubah maka kau, ibu, nenek dan pelayan ini bisa terus menyiksaku, karena kalianlah aku menjadi seperti ini" ucap Quirin dengan sorot mata yang tajam.
"Nona satu-satunya keluarga Alister?" batin Lura mengeram marah, namun Lura tidak bisa menampik hal itu, karena dirinya benar-benar anak haram.
Tapi keberuntungan sedang berpihak pada Lura, ia tidak menyangka Quirin membeberkan hal itu, namun ia sangat beruntung dan merasa lega karena Grizo sedang tidak berada ditempat mereka.
Quirin yang melihat ekspresi lega itu tersenyum smirk "jangan senang dulu, mungkin sekarang dia tidak mendengarku, tapi aku memiliki seluruh bukti-bukti yang bisa membuat kalian menjadi gelandangan, bahkan aku tidak membiarkan kalian begitu saja, karena aku akan menyiksa kalian sehingga kalian akan lebih memilih mati daripada hidup" batin Quirin
"Bukankah dulu kau sangat suka melihatku dimarahi ayah, kau selalu merebut apa yang bukan menjadi hak mu, ah satu lagi ... bukankah kau juga yang membuatku diusir dari rumah?, jangan lupakan itu, setiap perlakuan kalian aku sangat mengingatnya dengan jelas" ucap Quirin dengan sorot mata yang tajam.
__ADS_1
Lura tampak terdiam, ia tidak bisa berkata-kata, kali ini Quirin mengeluarkan uneg-uneg yang selama ini dipendamnya.
"Merawat ku dengan baik?, ibu yang baik?, adik yang baik?, konyol sekali, bahkan kalian tidak pantas mendapat gelar baik itu, yang bisa kalian dapatkan adalah satu ibu ja*lang, satu anak haram dan satu lagi penghianat. Rumah ini penuh dengan aura jahat" ucap Quirin sambil mengibas-ngibas tangannya seperti kepanasan.
Padahal dirinya menyalakan AC sampai 16°C, suhu ruangan itu bahkan terasa sangat dingin, tapi Quirin seolah membuat kamar itu terasa sangat panas.
Ekspresi yang dikeluarkan Quirin beragam macam, Lura yang melihat itu bahkan tidak tau yang mana wujud asli sang kakak. Baginya sang kakak yang sekarang benar-benar jauh dari kakak yang lemah lembut dan mudah di tindas.
"Seumur hidupku ini, kalian terus menyusahkan ku, tentu saja aku akan membalas perbuatan kalian satu persatu, jadi jangan lupakan itu. Mulai hari ini aku akan menjadi ketakutan dalam hidup kalian, aku tidak akan membiarkan kalian hidup dengan damai. jika ingin menyalahkan maka salahkan diri kalian yang tidak pernah puas akan sesuatu" ucap Quirin sambil menatap tajam kearah Beymi lalu kearah Lura.
Lura mengepalkan satu tangannya, ia tidak bisa terima, ternyata ada waktu dimana dirinya diinjak oleh sang kakak.
"Ini sebagai peringatan untuk mu!. Kau pikir aku hanya menggertak mu saja?, aku membiarkan mu lolos sekali tapi tidak untuk yang kedua kalinya. Bahkan aku tidak akan pernah mengampuni kalian, mengingat apa yang telah kau lakukan pada ibuku dan aku, maka kau harus menanggung semua kesalahan yang sudah kau lakukan. Dulu mungkin kau memiliki peran penting dari permainan ini, tapi sekarang tidak lagi, karena mulai detik ini aku yang memegang kendali atas seluruh cerita permainan ini" ucap Quirin dengan lantang.
Quirin mengambil sebuah gelas yang ada di atas mejanya lalu melempar kearah Lura.
Tukkk
Arghhhh
Lura yang sedang menatap Quirin tidak menyangka, jika Quirin bergerak sangat cepat dan melempar gelas itu padanya.
Dirinya tidak sempat mengelak karena terlalu pusing, akhirnya gelas itu tepat mengenai dahi Lura hingga membuat luka sebelumnya semakin terbuka dengan lebar.
"Keluar!" teriak Quirin dengan cepat.
Beymi yang mendengar teriakan itu tetap tidak bergeming, ia dengan tubuh bergetar masih terus berlutut dibawah tempat tidur Quirin.
Bersambung ...
__ADS_1