
Xeno bergegas keluar dari rumah sakit saat Zee memerintahkannya, ia melajukan mobilnya ke perusahaan Hollisae group, untuk mencari informasi mengenai Quirin secara detail
Saat Xeno memasuki perusahaan dengan gaya cool dan berwibawa, para bawahan yang berlalu lalang dengan cepat membungkuk untuk memberi hormat padanya, lalu Xeno memasuki lift pribadinya dan menuju lantai tiga
"Ting"
Sesampainya Xeno di depan pintu sebuah ruangan, ia langsung memasuki ruangan yang berisikan beberapa orang yang ahli dalam pencarian data, dengan cepat para bawahan berdiri dari tempat duduknya dan membungkuk
"Aku mempunyai tugas untuk kalian" ucap Xeno santai dan berjalan mendekati meja yang diduduki oleh 3 anak buahnya
"Wahhh.. akhirnya, sudah beberapa hari ini aku tidak memiliki tugas, aku jadi merasa bersemangat kali ini" ucap salah satu dari mereka yang sangat antusias, ia kemudian merenggangkan jari tangannya dan membunyikan lehernya
"Carikan informasi nona dengan detail" ucap Xeno memberikan sebuah berkas yang berisikan data Quirin yang baru sedikit ia kumpulkan
"Kak, siapa wanita ini?" tanya salah satu dari mereka heran melihat foto Quirin yang sangat cantik
Xeno tidak langsung menjawab, sedangkan kedua temannya yang mendengar langsung berkumpul mengelilinginya, mereka membolak-balikkan berkas itu, dan melihat informasi yang akan mereka cari
"Calon nyonya muda" ucap Xeno santai dengan mantap mereka yang sedang kebingungan
Ketika mendengar apa yang Xeno ucapkan, mereka menghentikan tangan mereka, ekspresi yang dipasang pun terlihat lucu, mereka menganga sambil menoleh kearah satu sama lain dengan tatapan penuh tanda tanya, lalu serentak menatap Xeno karena ingin mendengar ulang apa yang barusan Xeno ucapkan
"Jangan menatap ku seperti itu" ucap Xeno dengan tatapan tajam
"Ugh... menakutkan" ucap mereka serempak
Dengan tatapan tajam Xeno, mereka langsung kembali ketempat duduk masing-masing dan mencoba mencari informasi Quirin
Tanda tanya yang dipenuhi di kepala mereka dengan cepat di tepis karena Xeno sudah menghunuskan tatapan yang mematikan, membuat nyali mereka menciut walaupun hanya sekedar untuk bertanya
"Benar kata pepatah Diam itu emas"
Mereka semua berkutat dengan komputer, sedangkan Xeno hanya berdiri menyandar disudut meja dan melipat tangannya melihat mereka sangat fokus dengan pekerjaannya
"Tidak sia-sia, aku mengajari mereka" batin Xeno tersenyum tipis
"Kak, aku sudah menemukannya" ucap satu dari ketiga orang itu dengan sangat antusias
"Bagus, perlihatkan padaku" ucap Xeno sambil memutar badannya dan membungkuk sedikit untuk melihat layar komputer dengan sangat fokus membaca data-data Quirin
"Wow, ini akan jadi pertunjukan yang menarik" ucap Xeno yang sudah membaca semua data sambil tersenyum smirk
__ADS_1
"Kak, boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya salah satu dari mereka
"Hmm.. apa itu?" tanya Xeno santai
"Senyummu yang barusan itu, terlihat sangat menakutkan" ucap salah satu dari mereka
"Oke, jadi apa masih ada yang mau dikatakan?, atau kau ingin aku benar-benar menjahit mulutmu?" tanya Xano dengan melihat kearahnya
"Ti...tidak kak" ucapnya gemetar
"Santai saja, aku tidak akan menghukummu hanya masalah sepele" ucap Xeno lagi sambil mengambil data Quirin yang sudah di printnya
"Aku pergi, tolong kalian tetap jaga perusahan tuan besar" ucap Xeno sambil berjalan keluar ruangan
"Baik kak" ucap mereka bertiga serempak
Xeno turun menggunakan lift dan memasuki mobilnya meninggalkan perusahaan
"Heh... Zee, sepertinya kau sangat menyukai nona, aku yakin kau akan bertindak lebih jauh kalau sudah menyangkut nona, apa yang akan kau lakukan setelah melihat datanya" gumam Xeno sambil menyetir mobilnya
Xeno melewati pantai sambil melihat-lihat ke arah pantai karena baginya hal itu terasa sangat menyenangkan, lalu ia berhenti untuk menikmati indahnya pemandangan kala itu, sambil mengingat masa lalu yang kelam
Xeno berjalan-jalan di pinggiran pantai tanpa melihat kedepan, hingga membuatnya berakhir dengan menabrak seseorang
"Maaf" ucap Xeno serempak dengan orang yang menabraknya
"Tidak apa apa" ucap mereka bersamaan lagi, membuat mereka heran
Mereka berdua pun langsung berdiri dan sibuk menyibakkan pasir yang menempel di celana serta baju mereka, karena mereka selalu mengucapkan kata secara bersamaan, mereka jadi penasaran dan saling mengangkat kepala
"Nona Vermilion?" ucap Xeno yang terkejut sangat kebetulan
"Tuan Xeno?" ucap nona Vermilion dengan terkejut
"Kenapa nona selarut ini masih berada di pantai?" tanya Xeno datar yang mengalihkan pandangannya ke pantai
"Aku hanya ingin jalan-jalan saja" ucap nona Vermilion yang melihat kearah pantai juga, angin yang kencang menyibakkan rambutnya yang panjang
Xeno yang tiba-tiba melihat kearahnya, langsung terpana dengan kecantikan nona Vermilion, lalu ia pun menyadari bahwa nona Vermilion seperti kedinginan
"Nona, ini sudah larut, angin malam semakin dingin, sebaiknya nona pulang" ucap Xeno datar, kemudian dengan sigap memasangkan Jassnya kepada nona Vermilion
__ADS_1
Nona Vermilion seketika terkejut akan sikap lembut Xeno namun dengan menampilkan wajah datar, hal itu justru membuatnya sedikit malu
"Bagaimana bisa dia mengucapkan itu dengan wajah datar" batin nona Vermilion
"Ah, terimakasih tuan Xeno, aku akan segera memanggil taksi" ucap nona Vermilion menghilangkan keterkejutannya
Xeno malah terkejut mendengar ucapan nona Vermilion, ia hanya mengetahui bahwa anak orang kaya selalu memakai mobil untuk bepergian, namun gadis di depannya justru menggunakan taksi
"Mari saya antar nona, tidak baik menggunakan taksi larut malam" ucap Xeno tetap memasang muka datar dan memberi tumpangan
Mereka berdua berjalan kearah mobil Xeno dan memasuki mobil Xeno
"Ini aku kembalikan jass tuan" sambil melepas jass yang terpasang di tubuhnya
"Tidak apa-apa nona, nona bisa memakainya" ucap Xeno sambil menyetir
Suasana mobil terasa sangat canggung, dari mereka berdua tidak ada yang memulai percakapan
"Sudah sampai nona" ucap Xeno sambil melihat kearah nona Vermilion yang termenung
"Nona" ucap Xeno lagi.
"Eh, iya, iya... tapi tunggu, bagaimana kau mengetahui alamat rumahku" ucap nona Vermilion bingung dan melihat kearah Xeno
"Mengenai hal itu, sebaiknya jangan ditanyakan" ucap Xeno datar
Melihat wajah datar Xeno dan mendengar ucapannya, justru membuat nona Vermillion degdegan dan berniat untuk mendekatinya
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏