Another Person Life

Another Person Life
Penawaran Tidak Biasa


__ADS_3

"Sudahlah, mau dia membunuh atau tidak itu bukanlah urusanku, yang terpenting sekarang bagaimana caranya aku keluar dari ruangan kotor ini" batin Clamy sambil menatap Quirin


Clamy melihat Quirin mampu mengubah ekspresinya dengan sangat cepat. ia benar-benar merasa tidak percaya, karena menurutnya hanya seorang aktris dan aktor yang mampu mengubah ekspresi mereka secepat itu.


"Apa dia seorang artis?"batin Clamy menatap Quirin dengan intens


Yang membuat Clamy terkejut adalah Quirin yang menampilkan wajah datar serta menyeramkan, kini dalam sekejap merubah menjadi senyum yang sangat manis.


"Jika dia masuk kedalam dunia akting, maka sudah di pastikan yang mendapatkan piala Oscar adalah dirinya" batin Zee


Biarpun Zee tidak melihat ekspresi Quirin, tapi ia langsung dapat mengetahui dari reaksi yang di buat oleh Clamy, karena siapapun yang melihat perubahan tiba-tiba yang di tunjukkan Quirin, maka dia akan menampilkan wajah yang sama seperti Clamy sekarang ini.


Quirin membutuhkan waktu yang lama untuk berfikir "aku mempunyai tawaran yang menarik untukmu" ucap Quirin sambil memegang dagunya


Clamy hanya menatap Quirin dari kejauhan "aku telah berfikir cukup lama, karena kita sangat cocok, maukah kau menjadi temanku?" tanya Quirin dengan santai


"Apa aku tidak salah dengar?, benar, sepertinya aku salah" batin Clamy


Ketiga pria itu sangat terkejut, mereka menatap Quirin dengan penuh tanda tanya, sedangkan orang yang di tatap hanya menghiraukan tatapan menusuk dari ketiga pria itu.


Clamy cukup tercengang mendengar perkataan Quirin, ia mematung cukup lama dan merasa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Quirin mengerutkan dahinya ketika melihat ekspresi Clamy "aku bertanya sekali lagi, maukah kau menjadi temanku?" tanya Quirin lagi dengan cukup santai


"Nona!" tegur Vano merasa tidak terima, namun Quirin mengabaikan teguran itu. ia tetap menunggu jawaban dari Clamy.


Setelah cukup lama terdiam, ia menjadi semakin yakin jika dirinya tidak salah mendengar, karena awalnya ia memang tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Quirin pertama kali, namun ucapan kedua cukup membuat Clamy sangat terkejut dan heran.


Ia tidak habis pikir, orang seperti apa yang ada di hadapannya ini, temannya telah di celakai oleh orang, namun dirinya justru mengajak sang pembunuh itu untuk menjadi temannya.


"Apa dia tidak waras?, tidak mungkin dia mengajakku berteman, saat pertama kali aku melihatnya, dia seperti ingin menghabisi ku, dan sekarang sepertinya dia berniat untuk menjebakku" batin Clamy

__ADS_1


Quirin melihat Clamy menatapnya dengan tatapan heran "aku akan memberitahumu sesuatu, banyak keuntungan yang bisa kau dapatkan jika berteman denganku, pertama, aku bisa membawamu keluar dari sini, kedua, aku akan memberikanmu hak berbelanja dengan bebas, ketiga, kau akan tinggal di rumah yang sangat mewah, keempat, kau mendapatkan fasilitas lengkap seperti mobil mewah, dan yang terakhir, kau bisa mendapatkan Al kembali, penawaranku sangat bagus bukan?" ucap Quirin sambil menghitung jari-jarinya


Zee, sang dokter, serta Vano sangat terkejut mendengar tawaran yang di berikan oleh Quirin. ini benar-benar diluar perkiraan mereka.


Clamy yang mendengar penawaran itu langsung berbinar, ia sungguh tergiur dengan tawaran yang sangat besar itu, tapi Clamy tidak mudah mempercayai perkataan Quirin, karena Quirin adalah teman dari orang yang sudah dia tabrak.


Clamy menatap Quirin dengan lekat, rasa curiga terbesit di hatinya bahkan wajahnya juga menunjukkan kalau dirinya belum sepenuhnya percaya.


"Kau tidak percaya?, aku bisa membuktikannya" ucap Quirin


"Ethan, tolong buka pintu ini" ucap Quirin Tampa menoleh


Sang dokter sangat terkejut ketika namanya telah di sebutkan oleh Quirin "bagaimana dia bisa mengetahui namaku?" batin sang dokter


"Ethan Sonnei, apa kau tidak mendengarkan ucapanku!" tegas Quirin tanpa menoleh


sang dokter yang lebih terkejut lagi mendengar namanya di sebut dengan sangat lengkap, namun ia tidak ingin ambil pusing dan segera melangkah maju untuk membuka jeruji.


Clamy tampak takut untuk keluar, karena ketiga pria itu menatapnya dengan tajam "tidak usah pedulikan mereka, aku akan menjamin keselamatanmu" ucap Quirin dengan santai


Vano mulai mengepalkan tangannya, kedua tangan itu sudah terkepal dengan sempurna, guratan-guratan pun muncul di kedua tangan Vano, ia sangat tidak terima jika Quirin membiarkan Clamy pergi begitu saja.


"Tung .... " ucap Vano sambil melangkahkan kakinya akan tetapi Zee dengan cepat menghentikan Vano.


"Ini adalah urusannya, kau tidak perlu ikut campur" ujar Zee, ia sendiri sedikit binggung dengan sikap Quirin tapi dirinya tau jika Quirin tidak semudah itu untuk melepaskan lawannya.


Zee juga hanya berpura-pura tampak tidak perduli, namun sangat berbeda dengan isi kepalanya, didalamnya sudah dipenuhi dengan berbagai pertanyaan.


Vano menoleh kearah Zee, ia tidak terima jika dirinya dikatakan tidak boleh ikut campur "tuan muda, ini sangat keterlaluan, Xia terbaring koma di rumah sakit, tapi nona justru membebaskan wanita itu dengan sangat mudah, bahkan dia memberikan wanita itu fasilitas lengkap, aku tidak terima ini tuan muda" ujar Vano dengan nada tinggi


Mendengar nada tinggi itu, Zee langsung melirik tajam kearah Vano.

__ADS_1


Vano yang mendapat tatapan itu langsung terkejut dan menunduk.


Quirin mendengar semua ucapan vano "kau tidak terima?, baiklah, aku akan mengingatkanmu, kau sama sekali tidak punya hak untuk ikut campur dalam urusan ini, karena kau sama sekali tidak memiliki hubungan dengannya" ucap Quirin tanpa menoleh


Mendengar ejekan Quirin, Vano menunduk sambil mengeratkan keempat jarinya, hingga kuku yang tidak terlalu panjang itu menembus kulit dan mengeluarkan banyak darah.


"Lalu untuk apa nona berbuat seperti ini?, bukankah Xia teman nona?" tanya Vano dengan marah


"Ya, dulu dia masih temanku, tapi sekarang dia sedang koma dirumah sakit, aku sudah tidak ingin melihatnya lagi, aku sangat membutuhkan teman yang bisa memberiku kebahagiaan, seperti yang telah kalian duga, dia sangat cocok dengan hobiku yang sekarang" ucap Quirin dengan santai dan tersenyum tipis


Clamy mendengar perdebatan mereka, ia tersenyum tipis ketika Quirin lebih memilih meninggalkan temannya dan malah melindungi Clamy"dia bisa aku manfaatkan, lebih baik sekarang aku berpura-pura ingin menjadi temannya saja, keuntungan yang dia tawarkan cukup bisa membuat namaku semakin melenjit di dalam dunia model" batin Clamy


Zee awalnya tidak mengerti ucapan Quirin, namun ketika dirinya mendengar ucapan terakhir yang di lontarkan Quirin justru membuat Zee tersenyum tipis "kedepannya akan ada kejadian luar biasa yang dapat kau nikmati" ucap Zee dengan pelan


Namun Vano masih tidak bisa mencerna ucapan Quirin dan juga Zee, ia tetap menatap tidak suka kearah Quirin, rasa kesalnya menumpuk hingga mencapai ubun-ubun, tapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.


"CK" decih Vano "nona, jika kau melakukan ini, aku sungguh tidak akan memaafkanmu" ujar Vano dan berlalu pergi dari tempat itu.


Saat Vano meninggalkan mereka, hanya dokter Ethan yang menyadari jika tangan Vano telah mengeluarkan banyak darah.


"Aku sama sekali tidak mengerti perkataan mereka, masalah apa yang di hadapi Vano hingga membuatnya berubah sebanyak itu" batin dokter Ethan


Sejak mereka berteman, dokter Ethan sama sekali tidak pernah melihat Vano meninggikan suaranya pada tuan muda Zee, karena dulu saat tuan muda menyelamatnya, ia telah berjanji tidak akan pernah mengeluarkan emosinya di hadapan tuan muda, tapi sekarang ini sangatlah berbeda, Vano dengan mudah melanggar janji itu.


"Aku harus bertanya padanya" batin dokter Ethan


Quirin berbalik dan melihat kepergian Vano "nikmati saja hasil dari keegoisanmu itu, aku tidak akan memberitahumu apapun, anggap saja ini sebagai pelajaran untukmu" batin Quirin, ia menatap Vano sampai punggung itu menghilang.


Quirin kembali menoleh kedalam jeruji "apa kau sangat nyaman tinggal disini?, ayo sekarang kita keluar, aku akan membawamu berbelanja dan mengganti pakaian kumuhmu ini, aku sudah tidak tahan dengan aroma yang kau keluarkan" ucap Quirin sambil menutup hidungnya


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2