
Quiran melihat satu persatu wajah keluarga Vermilion "Kenapa?, kalian menyesal?, bukankah kalian ingin balas dendam pada nenek tua itu?, lalu kenapa raut wajah kalian seolah tidak terima dengan perbuatanku?" ucap Quiran sambil tersenyum dan memiringkan kepalanya.
Semua orang kini menatap Quiran dengan air mata yang sudah mengalir, kini Quirin melihat kearah Feryun, dan benar saja Feryun tengah menatapnya dengan tajam.
Quiran mengernyitkan dahinya, lalu ia tersenyum lebar "Kenapa?, kau ingin menjadi orang selanjutnya?" ucap Quiran sambil membunyikan leher dan tangannya.
Feryun tetap tidak menurunkan pandangannya ia terus menatap Quiran dengan tajam "Dasar menyebalkan, jika bukan karena Xura pasti sejak awal temanmu itu sudah mati, tapi jika kau ingin temanmu mati ... maka boleh saja, aku akan melakukannya dengan sukarela" ucap Quiran sambil tersenyum lebar.
Quiran mengambil senapan sambil tetap menatap Feryun tapi dengan senjata yang sudah siap mengarah keluar jendela.
Dor.
Arrgghhh
Teriakan itu membuat Feryun terkejut, Feryun tidak mendengar suara pecahan kaca, matanya kini mengarah ke jendela.
Betapa terkejutnya Feryun ketika Quiran bisa membidik tepat di tempat lubang bekas tembakan yang dilakukan oleh Xura tanpa harus melihat kearah jendela itu.
Lagi-lagi orang-orang melototkan matanya, mereka seakan sudah tidak bertenaga lagi, tubuh mereka pun mulai bergetar hebat karena Quiran benar-benar seperti seorang psikopat.
Bagaimana bisa orang terlihat biasa saja setelah membunuh orang lain, Quiran jelas taampak berbeda, dia bahkan tersenyum bahagia dan sekarang dia mampu menembak tepat di lubang yang sama.
Jika itu orang biasa, maka sudah pasti tidak akan seakurat itu, hanya orang-orang yang memiliki jiwa psikopat yang bisa melakukan hal gila itu.
Feryun tampak khawatir dengan keadaan Kiryu, ia mengira bahwa Kiryu sudah berada di tempat yang aman, tapi ternyata Kiryu masih berada di luar rumah itu.
"Terkejut?, kalian tidak perlu memperlihatkan wajah menyebalkan itu. Apa sekarang kalian sudah berpikir bagaimana kehidupan Xura di dalam tubuh lemah ini?, jadi kalian tidak perlu merasa tersakiti, lagipula aku bukan alter ego yang baik. Aku baru memperlihatkan sedikit kemampuanku, tapi raut wajah kalian sudah tampak pucat pasi, Lalu bagaimana dengan Xura yang hidup berdampingan denganku?," ucap Quiran sambil memutar senapan itu.
Lagi dan lagi, mereka memikirkan perkataan Quiran, mereka yang baru saja melihat Quiran sudah merasa takut dan tak bertenaga, lalu bagaiman dengan Xura yang hidup berdampingan dengannya?.
__ADS_1
Arcy tertunduk dan menghela nafas pelan "lalu apa mau mu?, kau ingin aku mengembalikan jiwa kalian?" tanya Arcy yang masih menunduk.
Quiran mengernyitkan dahinya, orang - orang terkejut dengan pertanyaan Arcy.
"Tidak!, jangan lakukan itu" ucap Alpha sambil memegang tangan Quirin yang sudah tertunduk karena tidak kuat melihat kenyataan yang begitu mengerikan.
"Jika kau melakukannya aku berjanji akan membunuh seluruh keluargamu" ucap Zee dengan dingin.
Kedua perkataan orang itu sungguh membuat Arcy binggung "Lalu apa yang harus aku lakukan?!, kalian terus memojokkan ku!" teriak Arcy yang sudah kehilangan akal.
Di satu sisi Arcy berpikir untuk mengembalikan jiwa kedua orang itu kedalam tubuh masing-masing, tapi ia juga takut Quiran akan membunuh anaknya. Di sisi lain jika Arcy melakukan hal di atas maka keluarganya akan berada di ambang kehancuran.
"Kau menukar jiwa Xura sesuka hatimu, lalu sekarang kau ingin menukarnya kembali tanpa meminta persetujuannya?, apa kau pikir dia akan menerima perbuatan mu ini?" ucap Quiran dengan kepala miring sambil menatap Arcy.
Dor
Arrgghhh
Darah sudah mulai mengelilingi Alpha, tapi alpha tetap tidak perduli jika dirinya terus di bidik, baginya Quirin sangatlah berharga daripada apapun.
"Lagipula, aku juga tidak sudi jika aku hidup berdampingan dengan jiwa yang tidak tau malu sepertinya, memikirkannya saja sudah membuatku ingin muntah" cerca Quiran sambil membuat gestur ketidaksukaannya.
Quirin yang mendengar itu semakin gemetar, ia tidak menyangka bahwa sang alter ego juga membenci dirinya.
Feryun yang biasanya berkarisma kuat, kini hanya diam tak berkutik di hadapan Quiran, sedangkan Rea yang begitu keras kini hanya bisa menunduk takut i belakang punggung Xeno.
Untuk Amber dan Jay, keduanya terjatuh terduduk karena mereka tidak kuat untuk menahan kaki yang terus bergetar itu.
Jay menutup matanya dan mulai berbicara "Kakak, kali ini kau harus mengurusnya sendiri tanpa melibatkan keluarga kita" ucap Jay sambil menatap Arcy dengan tegas.
__ADS_1
Sikap yang di berikan Jay membuat Arcy tersentak kaget, Karena perbuatannya itu seluruh keluarganya kini dalam bahaya.
"Aku dengan tulus meminta maaf, jika kalian tidak ingin kembali maka, aku tidak akan memaksa kalian, aku juga akan memberikan Asetku pada anakku" ucap Arcy dengan menatap Quiran.
Quirin yang berada di balik tubuh Alpha kini mulai tersenyum mendengar perkataan Arcy.
"Satu syarat yang harus kau penuhi, aku akan mengambil seluruh harta Xura dan sebagai permohonan maafmu, aku mengajukan agar kau juga harus memberikan seluruh asetmu pada Xura, termasuk bagian mu dari keluarga V, Vermilion serta Alister" ucap Quiran sambil tersenyum sumringah.
"Apa?!" ucap Feryun dan Rea
"Itu tidak mungkin!" ucap Jay
Seketika saja senyuman yang ada di wajah Quirin memudar sempurna "Haha .... Aku tau kau sedang tersenyum di balik punggung Alpha, tapi aku tidak akan membiarkan mu menggunakan aset-aset itu Quirin" lanjut Quiran sambil tertawa keras.
"Jangan ambil bagian ku, bukankah kau akan mengambil milik Xura, maka ambil saja itu" ucap Quirin yang mulai memunculkan wajahnya.
"Setelah mendengar aset-aset itu kau baru berani memunculkan wajahmu, tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi, semua aset Arcy akan menjadi Xura, ingat itu!" ucap Quiran yang langsung membidik jari tangan Quirin yang sedang memegang pundak Alpha.
Dor
Arrgghhh
Arrgghhh
Arcy semakin tidak percaya dengan tindakan yang di lakukan oleh Quiran, Arcy pun mulai ketakutan, jika ia tidak menyetujuinya maka nasib keluarganya akan di pertaruhkan, ia bisa melihat bahwa Quiran tidak pernah main-main dengan perkataannya.
Alpha dan Quirin berteriak keras, Alpha mulai terjatuh karena kehilangan banyak darah. Sedangkan Quirin melototkan mata karena melihat satu jari tangannya telah hancur.
"Jangan berpikir aku tidak berani menembak mu, di sini aku yang memimpin, kau tidak ada hak untuk berbicara!, manusia lemah!" cibir Quiran sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Bersambung ...