Another Person Life

Another Person Life
Memberi Syarat


__ADS_3

Semua orang yang mendengar ucapan Zee tampak terdiam, hanya tersisa satu orang saja yang berteriak keras.


Rea berdiri mematung, ia tidak berani melangkah ataupun bersuara, baginya Zee lebih menyeramkan daripada Andrea.


Sedangkan Xeno semakin tidak berkutik, ia bahkan tidak percaya dengan apa yang di lihat, ini lah kemarahan Zee yang sesungguhnya, selama ini dirinya hanya melihat Zee berkata dingin, tapi kali ini sangat jauh berbeda, tatapan itu seolah tidak melihatnya seperti atasan dan sahabat, melainkan bisa diartikan bahwa sekarang Xeno adalah musuhnya.


"Ini peringatan terakhir dariku, tetap di tempat kalian, karena aku tidak memiliki kesabaran, jika kalian berani bergerak, maka kalian harus menerima semua peluru yang ada di pistol mereka" ucap Zee sambil menoleh kearah Quirin kembali.


Sama seperti Zee. Vano dan yang lainnya sekarang sudah menganggap Xeno sebagai musuh, karena bagi mereka bos yang sesungguhnya adalah Zee bukan Xeno.


Xeno bahkan terkejut ketika melihat tatapan Vano, Gavin, Staren dan Arnius. Baru kali ini dirinya mendapat tatapan tajam dari keempat bawahannya itu, biasanya mereka selalu bercanda ria tapi sekarang wajah keempatnya benar-benar tampak serius.


Andrea yang melihat ketegangan itu seketika tertawa "Haha ... lihat lah Arcy, kau mencegahku menggunakannya tapi kau sendiri juga menggunakan dia untuk kepentingan mu sendiri" ucap Andrea di sela tawanya.

__ADS_1


Arcy tampak tertegun, ia juga mulai memikirkan perkataan Andrea.


Sedangkan Quirin melirik kearah Andrea "jika sekali lagi kau membuka mulutmu maka aku akan memasukkan semua racun ini ke dalamnya" ucap Quirin dengan menatap tajam Andrea.


Seketika saja Andrea terdiam, racun yang mengenai kakinya begitu sangat menyakitkan dan sekarang Quirin mengancam untuk memasukkan kedalam mulutnya?.


Andrea menggelengkan kepalanya dengan pelan dan ia pun mulai menutup mulutnya dengan rapat.


Melihat kebungkaman Andrea, Quirin kembali melihat ke semua orang yang tengah menunduk sambil berpikir.


Rasa sakit itu akan terasa jika kita mengalami kejadian itu secara langsung, walau tak merasakannya, tapi ketika Quirin mengutarakan isi hati nya, pikiran semua orang tampak kacau oleh perkataan itu.


Jay dengan berani mengangkat wajahnya dan melihat kearah Arcy "Kakak, apa benar kau dalang dari semua ini?" tanya Jay dengan cairan bening yang sudah berada di pelupuk mata.

__ADS_1


Arcy tampak terkejut ketika adiknya membuka suara, mau tidak mau ia harus menjawab dengan jujur ."Benar" jawab Arcy secara langsung.


"Kenapa kau melakukan ini pada kami semua kak?, bukan kah kau dulu tidak seperti ini?" tanya Jay lagi.


Ia sangat mengenal kakaknya itu, kakak yang berhati lembut serta tidak pernah kasar pada siapapun, tapi sekarang sifat itu seolah tidak terlihat sama sekali.


Seketika cairan bening yang sudah tertahan itu mulai mengalir "Maafkan aku, aku tidak bisa berbuat apapun, aku hanya ingin melindungi anakku, aku ingin menebusnya agar dia hidup dengan layak" ucap Arcy dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


Quirin mengernyitkan dahinya, menurutnya alasan Arcy tidaklah masuk akal "Aku juga anak dari seseorang, apa kau pikir aku selalu hidup dengan layak?, Aku mengurus diriku sendiri sejak kecil, aku bahkan membangun 2 perusahaan sekaligus, serta aku belajar menjadi hacker nomor 1 di dunia, ketika aku berada di puncak, seluruh dunia mengejar ku, termasuk keluarga mu, hari-hariku terus berlari sambil memainkan tak-tik agar mereka tidak bis menemukanku. apa kau pikir aku tidak menderita dengan itu?!, Kami sama-sama menderita tapi dengan cara berbeda!, camkan itu!" teriak Quirin dengan amarah menggebu-gebu.


"Tapi dengan mudahnya kau ingin anakmu hidup dengan layak dengan menggunakan anak orang lain sebagai boneka"teriak Quirin lagi.


Arcy menunduk sambil meneteskan air matanya, ia benar-benar menyesali perbuatannya "Sungguh maafkan aku" ucap Arcy.

__ADS_1


Quirin mulai tersenyum smirk "Baiklah, aku akan menerima permintaan maafmu dengan syarat, aku harus membunuh Quirin asli"


Bersambung ...


__ADS_2