Another Person Life

Another Person Life
Perkataan Mengandung Makna Tersembunyi


__ADS_3

Quirin dan Zee sudah berada diatas, keduanya telah menyaksikan bagaimana Clamy terjatuh, bahkan mereka mendengar semua perkataan antara dokter Ethan dan juga Clamy


"Kau harus bisa melewati permainanku, jika kau tidak bisa melakukan itu semua, maka aku tetap memaksamu untuk bisa melalui rintangan yang telah kupersiapkan" batin Quirin tersenyum tipis


Clamy terdiam sesaat, ia sedang memikirkan hal yang tidak akan mungkin terjadi "Aku sangat iri dengan wanita itu, bagaimana jika aku merebut semua yang dimiliki olehnya?" batin Clamy


Dokter Ethan melihat Clamy termenung, ia sangat jengah melihat Clamy "kau tidak perlu berangan-angan, aku sudah bosan menunggumu jadi cepat berdiri dan mulailah naik!" perintah Dokter Ethan dengan meninggikan suaranya


Clamy terperanjat kaget mendengar suara dokter Ethan "apa dia bisa menebak isi pikiranku?" batin Clamy


Melihat Clamy kembali mematung, kekesalan dokter Ethan terus bertambah "kau benar-benar sudah tidak bisa mendengarku?, jangan karena nona tidak ada disini kau malah seenaknya membuatku menunggu!" teriak dokter Ethan dengan kesal


Dengan spontan Clamy berusaha berdiri dan mencari pegangan agar tidak terjatuh lagi.


"Percepat langkahmu!, dasar Lambat!" timpal dokter Ethan


"Ingin sekali aku menjahit mulutnya itu!, dia mangataiku lambat tapi dia tidak berniat untuk membantuku" batin Clamy kesal dan mulai berjalan perlahan


"Jangan mencoba mengumpat ku!" ucap dokter Ethan


"Apa dia bisa membaca semua pikiranku?, benar-benar menyebalkan" batin Clamy


Setelah menaiki satu persatu tangga, mereka telah berada di atas "kau terlalu lama, aku sangat bosan menunggumu disini" ucap Quirin dengan datar


Clamy kembali terkejut, pasalnya yang ia tau Quirin telah pergi meninggalkannya, dan Clamy tidak menyangka jika Quirin masih menunggunya.


"Aku sudah muak berada diantara mereka, mereka selalu saja memarahiku hanya karena masalah sepele, tapi aku harus bersabar, karena sebentar lagi aku akan menggantikan wanita itu dan mendapatkan semua yang dimilikinya, lalu aku akan membuatnya berlutut dibawah kakiku, lihat saja!, aku akan membalas penghinaan ini pada kalian semua!" batin Clamy


Clamy mengambil napas panjang "maaf nona, aku tidak bisa melihat apapun, maka dari itu aku tidak bisa berjalan dengan cepat" ucap Clamy pelan


Quirin tersenyum tipis "itu hanya alasanmu saja karena kau ingin aku menunggumu, kita berteman tapi kau malah ingin memanfaatkan ku?" ucap Quirin sedih


"Apa dia gila?, tidak ada orang yang bisa berjalan dengan normal tanpa menggunakan penglihatan, dan anehnya, dia bahkan dia bisa menebak isi hatiku ..." batin Clamy kesal


Di setiap perkataan Quirin selalu terdapat makna yang tersembunyi sehingga dapat menyudutkan Clamy.

__ADS_1


Quirin ingin menyerangnya dengan perkataan maka perlahan akan mengakibatkan kerusakan mental pada diri Clamy.


Quirin tersenyum tipis melihat Clamy menggeretakkan giginya.


"Ti-tidak, tidak mungkin aku memanfaatkanmu sedangkan kamu adalah penyelamatku" ucap Clamy gugup


Quirin mengangguk "baiklah, kalian semua tolong tunggu diluar, aku akan membersihkan tubuhku" ucap Quirin sambil mengusir ketiganya


Xeno telah tiba di rumah sakit dengan membawa perlengkapan wanita "untuk apa mereka berada disini?, menjenguk Darla atau Clamy?, entahlah aku sangat pusing memikirkannya" gumam Xeno sambil berjalan di lorong rumah sakit.


Saat berjalan, Xeno berhadapan dengan Vano, ia melihat raut wajah yang tidak bersahabat dari vano "ada apa dengannya?" batin Xeno


Mereka saling melewati tanpa adanya tegur sapa, setelah sampai area terlarang, Xeno langsung mengerti mengapa wajah Vano terlihat sangat kusut dan juga mengerikan.


"Clamy masih hidup?, pantas saja wajahnya seperti itu" batin Xeno


"Aku sudah membawa perlengkapannya tuan muda" ucap Xeno sambil memberikan sebuah paperbag besar pada Zee


"Tuan muda?, dia pasti benar-benar kaya" batin Clamy


Clamy yang mendengar itu menganga dengan lebar "bisa-bisanya dia berbicara seperti itu, jika saja dia bukan pria tampan dan kaya, aku akan membuatnya membayar ucapannya itu" batin Clamy


Setelah cukup lama, Quirin keluar dari toilet, ia hanya melilitkan pakaian yang pernah ia pakai sebelumnya "aku lupa di sini tidak ada pakaian" gumam Quirin


Quirin membuka sedikit pintu lalu mengintip keluar "Zee, mana pakaian yang kau janjikan?" tanya Quirin


Zee berbalik dan memberikan paperbag itu pada Quirin, ia langsung menutup pintu itu agar semua teman-temannya tidak melihat Quirin.


Setelah menunggu cukup lama, Quirin keluar dengan menggunakan pakaian yang di berikan oleh Zee.


Pakaian itu terlihat cantik dan juga elegan, semua mata memandang kearah Quirin tapi Quirin tidak memperdulikan tatapan mereka.


"Apa dia tidak mengganti pakaiannya?" tanya Quirin pada mereka semua


Dokter Ethan dan Xeno hanya menaikkan kedua bahunya, sedangkan Zee mengalihkan pandangannya kearah lain.

__ADS_1


"Tidak ada yang menjawabku?, dasar tidak sopan!" ucap Quirin kesal


Quirin kembali mengalihkan pandangannya pada Clamy "apa kau tidak pergi mengganti pakaian?, jika aku memberikanmu kaca besar kau akan melihat seberapa buruknya tubuhmu itu" ucap Quirin sambil melipat kedua tangannya


Clamy tersentak kaget, ia benar-benar kesal mendengar ucapan Quirin "aku tidak tau tempat ini, bahkan mataku telah ditutup, lalu bagaimana aku bisa mengganti pakaianku?" ucap Clamy dengan suara meninggi


Quirin tersenyum tipis "hei!, kau harus tau batasanmu, jangan berani-beraninya kau meninggikan suaramu itu di hadapanku" ucap Quirin dengan datar


"Mengapa dia selalu saja memarahiku?" batin Clamy kesal


Quirin menahan tawanya melihat gerakan mulut Clamy "sebagai seorang teman, kau tidak boleh meninggikan suaramu itu, telingaku akan sakit jika mendengarnya" ucap Quirin pelan


Dokter Ethan menahan tawanya "disetiap perkataannya selalu bisa membuat orang kesal" gumam dokter Ethan


Quirin menoleh kearah dokter Ethan "dokter Ethan, tolong antarkan dirinya untuk mengganti pakaian, kenakan apa saja yang ada di rumah sakit ini" perintah Quirin


Dokter Ethan mengangguk dan menarik lengan baju Clamy, keduanya berjalan dengan sangat cepat.


"Hei!, aku bukan hewan yang bisa seenaknya kau tarik!" teriak Clamy


Dokter Ethan tersenyum tipis mendengar ucapan Clamy "dari perkataan dan hatimu, kau sangat mirip dengan hewan, jadi kau pantas di perlakukan seperti ini" ucap dokter Ethan


Clamy sangat kesal mendengar ucapan dokter Ethan, namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa,


Setelah berada diluar area terlarang itu, dokter Ethan langsung mendorong tubuh Clamy masuk kedalam ruangan yang tak berpenghuni.


"Kau!"


"Kau sudah bisa melepas penutup mata itu, segera bersihkan tubuhmu, dan kau bisa menggunakan pakaian apa saja yang ada disana" ucap dokter Ethan lalu menunggu diluar


Clamy membuka penutup matanya, lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.


Saat berada didepan lemari, ia melihat beberapa stel pakaian "apa-apaan ini?, tidak mungkin aku menggunakan pakaian seperti ini, lagi pula siapa pemiliknya?, semuanya terlihat kuno dan menjijikkan" gumam Clamy


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2