Another Person Life

Another Person Life
Kematian Vini


__ADS_3

Ketika Vini ingin menghunuskan pisau ke arah Quirin, Quirin langsung melepaskan tangannya dari lengan Alpha dan langsung mendorong tubuh Alpha ke belakang.


Ia pun langsung menggenggam tangan Vini dan mengambil pisau itu lalu dengan cepat Quirin menggoreskan pisau itu ke lengan Vini dan langsung menendang nya.


"Haha ... apa hanya ini saja kemampuan mu?, kau ingin melawan ku dengan itu?" gumam Quirin sambil mengayunkan tangan nya dengan kuat agar darah yang ada di pisau itu tidak menempel di sana.


"Menjijikkan" gumam Quirin dengan wajah mengejek.


Kiryu yang melihat itu bahkan memegang tengkuk nya. "bos, adik mu sungguh sangat menyeramkan" bisik Kiryu yang sudah merinding.


"Mungkin bibi yang mengajari dia bertindak seperti itu" gumam Feryun yang masih dapat di dengar oleh Zee.


Ketiganya berdiri berdampingan, hanya Alpha yang berdiri di depan mereka, dan di depan Alpha terdapat Quirin yang sedang memegang pisau.


"Bagaimana jika dia tau semua nya?, apa yang akan terjadi?, apakah tuan Grizo akan berakhir?" batin Zee.


Wajah Vini tampak merah padam, saat Vini ingin bangun, Quirin langsung maju dan menginjak tangan nya.


Arrgghhhh


"Lepaskan!" teriak Vini dengan air mata yang mulai mengalir.


Bagaimana mungkin dirinya tidak berteriak, Quirin menginjak lengan yang sudah tersayat dengan pisau. Dan butiran debu yang ada di sepatu Quirin masuk ke dalam luka itu, karena itulah Vini berteriak kesakitan.


"Kau berteriak dengan rasa sakit yang tidak seberapa ini. Apa kau pernah berpikir seperti apa rasa sakit yang Xura rasakan saat kau memerintah Cassi untuk membunuhnya?" ucap Quirin sambil menekan lengan Vini.


Arrgghhhh


Darah terus mengalir bersama butiran debu itu, Vini tidak menjawab perkataan itu, air matanya bahkan menetes dengan sangat deras.


"Kaki dan tangan ini sudah membunuh orang-orang seperti mu, mereka juga menjerit seperti ini ... " ucap Quirin sambil menginjak lebih kuat lengan Vini.


Arrgghhhhh


"Tapi apa kau tau?, aku bahkan menambah luka mereka dengan membuat luka yang baru, seperti ini .... " lanjut Quirin sambil memegang pisau itu dan memotong hidung Vini yang mancung.


Arrgghhhh

__ADS_1


Tangan yang masih utuh itu awalnya memukul kaki Quirin, tapi sekarang tangan itu memegang hidung yang sudah tak terbentuk lagi.


"Kenapa kau lakukan ini padaku!" teriak Vini sambil menangis dengan air mata yang sudah mengalir dengan deras.


"Lalu kenapa juga kau melakukan hal yang sangat mengerikan itu pada Xura?. Kau akan merasakan akibat nya karena telah ikut campur dengan urusan orang ku" ucap Quirin yang melepaskan kaki nya lalu mengayunkan tangannya kembali.


Arrgghhhh


Lagi-lagi Vini berteriak, kali ini Quirin memotong telinga nya, darah sudah keluar dengan sangat deras.


Feryun dan Kiryu bahkan merinding melihat keganasan Quirin "bibi, apa kau yang mengajari nya seperti itu?, dia sungguh sangat mengerikan" batin Feryun


Vini melihat orang-orang itu, reaksi mereka berbeda-beda, hanya Alpha yang menatapnya dengan marah, namun Vini. sangat yakin bahwa Alpha akan memaafkannya.


"Tu-an, tolong bantu aku, aku sungguh tidak bersalah tuan" ucap Vini yang menyeret tubuhnya dan memegang kaki Alpha.


Alpha langsung menendang Vini dan guratan-guratan amarah tampak sangat jelas di mata Alpha "aku menganggap mu sebagai temanku, tapi ini kah balasan yang harus aku terima?" tanya Alpha dengan mata yang sudah memerah.


"Tuan, aku sungguh tidak melakukan apapun" bantah Vini sambil menangis.


Vini bahkan tidak perduli dengan rasa sakit yang ada di tubuh nya, baginya kepercayaan Alpha sangatlah berharga.


Vini yang mendengar itu tersentak kaget, ia bisa merasakan tubuhnya mulai sakit. tapi hal itu juga yang membuat Vini merasa kesal.


"Ya!, aku yang melakukannya!, aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu!, tapi ketika kau berjumpa dengan Miria, saat itu juga kau justru langsung memilih nya menjadi pendamping mu!, padahal aku orang yang selalu memberi dukungan!, tapi kau justru tidak pernah memandangku!, karena itulah aku membunuhnya!" teriak Vini dengan nafas tersengal-sengal


"Aku sudah pernah katakan bahwa aku tidak menyukaimu!, apa kau tidak bisa mendengar dengan jelas?!" teriak Alpha lagi.


Aarggghhhh


Quirin yang tidak sanggup mendengar teriakan mereka langsung melepas pisau itu tepat di punggung Vini.


"Terlalu berisik!" ucap Quirin dengan menatap tajam Vini.


Quirin berjalan dan langsung menendang wajah Vini. Vini pun kembali terjatuh dan membuat pisau yang masih tertancap di punggung tertekan hingga mengenai tulang pundak nya.


Arrgghhh

__ADS_1


"Aku akan membuat mu sangat menderita dengan penyiksaan yang ku berikan" ucap Quirin sambil tersenyum smirk.


Vini terus meneteskan menahan air mata nya, ia sungguh sudah tidak sanggup dengan penyiksaan yang de berikan Quirin.


Dalam pikiran Vini, ia harus memohon maaf agar wanita yang sangat mengerikan itu tidak menyiksanya lagi.


"Nona, maaf kan aku, " ucap Vini dengan menangis dan bersimpuh di kaki Quirin.


Quirin memutar bola matanya dengan malas. "Permainan ini sungguh tidak seru, sudah lah, aku akan mengakhiri nya saja" ucap Quirin sambil mencabut pisau yang ada di punggung Vini.


Lalu Quirin berjongkok di hadapan Vini, ia mengibarkan senyumnya yang membuat Vini salah paham.


Saat Vini ingin tersenyum, ternyata Quirin langsung menusuk perut Vini dengan pisau yang sama.


Vini melototkan mata dan mengeluarkan darah dari mulut nya, Quirin yang terkena darah itu bahkan sama sekali tidak perduli.


"Apa kau berpikir aku akan memaafkan mu?, berhentilah bermimpi wanita rendahan" ucap Quirin dengan nada dingin.


Setelah itu Quirin memutar pisau itu di perut Vini, dan lagi-lagi Vini memuntah kan darah dari mulut nya.


"Inilah yang harus kau terima ketika mengusik orang ku" ucap Quirin lagi lalu menendang wajah Vini.


Vini terjatuh dan matanya terus menatap Alpha, sedangkan Alpha membuang wajahnya ke segala arah, ia bahkan tampak tak perduli dengan Vini.


"Saat aku seperti ini, kau bahkan tidak menatapku, aku menyesal tidak membunuh wanita iblis itu" batin Vini lalu secara perlahan menutup mata nya.


Quirin berbalik dan melihat Feryun dan Kiryu masih tercengang melihat nya "kak, bisakah kau membantuku untuk membereskan mayat nya?" tanya Quirin dengan nada memohon.


"Ba-baiklah, kakak akan mengurus nya, lebih baik kita pergi dari sini dulu dan kau harus membersihkan diri" ucap Feryun dengan gugup.


Tapi Feryun berusaha untuk tidak memperlihatkan ke gugupan nya di depan Quirin karena ia takut Quirin akan berfikir yang tidak-tidak.


Feryun langsung menatap kearah pria yang sedang melihat Quirin tanpa berkedip "Zee bawa lah adikku pergi dari sini".


"Baik," jawab Zee sambil mengangguk.


Quirin, Zee dan Alpha meninggalkan Feryun dan Kiryu, mereka keluar dengan kembali memanjat.

__ADS_1


Sedangkan Kiryu memanggil anak buah mereka, lalu menyuruh semua anak buah itu melewati gerbang utama dan menghabisi penjaga yang ada disana.


Bersambung ...


__ADS_2