Another Person Life

Another Person Life
Sosok yang Bagitu Cantik


__ADS_3

"Kau meneror Auristella hanya untuk membatalkan niat nya?" tanya Zee pada Feryun.


Feryun melepaskan pelukannya lalu melihat kearah Zee " benar, selama ini nenek berniat mencari Auristella hanya untuk menjodohkan ku dengan nya, aku berusaha mencari informasi Auristella agar bisa mengajaknya bekerja sama untuk melawan nenek, itulah tujuanku yang sebenarnya" ucap Feryun dengan serius.


"Kenapa jadi berantakan seperti ini?, Arcy mati dan sekarang anak nya juga ikut mati" gumam Andrea sambil memegang kepalanya.


Ia sungguh terlihat binggung dengan perkataan Quirin, banyak pertanyaan yang muncul di kepala Andrea tapi ia tidak bisa mengeluarkannya sedikit pun.


Harapan Andrea untuk menjodohkan cucunya pun semakin pupus, ia bahkan tidak menyangka bahwa ada kejadian aneh dengan keluarganya.


Quirin terlihat jengah mendengar perkataan Andrea, ia pun mulai mendekati Andrea "Hei nenek tua, Quirin belum mati, dia berada di dalam tubuhku yang sedang terbaring koma di suatu tempat, jadi jaga mulut busuk mu itu" ucap Quirin dengan kesal sambil menendang wajah Andrea


Brukk


Arrgghh


Zee menghampiri mereka dan menatap tajam kearah Andrea "Semua karena mu dan anakmu , jika dia tidak mati, maka kami semua tidak akan pernah bertemu denganmu dengan cara seperti ini" ucap Zee dengan datar.


Semua orang kini menatap kearah Zee, karena mereka semua tidak mengerti dengan perkataan Zee.


"Sekarang kalian boleh masuk" ucap Zee yang berbicara sendiri.


Pintu kembali terbuka, di sana terlihat Amber, Jay, Xia, serta keempat orang bodyguard dan para bawahan lainnya tengah berdiri di depan pintu.

__ADS_1


Tatapan mereka menunjukkan kesedihan, ketiga orang itu melangkah masuk kedalam ruangan, diikuti oleh Vano, Staren, Arnius dan Gavin.


"Ibu" ucap Jay dengan mata yang sedang menahan cairan bening itu.


Andrea yang melihat Jay merasa sangat terkejut, ia pun mulai menetralkan wajah keterkejutannya.


"Cih, aku tak sudi melihat mu, untuk apa kau datang kemari?, sampai anti pun aku tidak akan pernah memaafkan perbuatanmu itu" teriak Andrea


Semua orang terkejut dengan perkataan Andrea, mereka semua telah mendengarkan seluruh perkataan orang-orang itu melalui panggilan suara.


Panggilan suara itu berasal dari Zee, saat melakukan perjalan ke rawa, setelah Xeno memerintahkan mereka untuk datang, Zee diam-diam melakukan panggilan melalui ponsel Vano, sedangkan Vano yang mengerti kode darurat itu langsung menghubungkan suara itu ke mobilnya.


Di dalam mobil, terdapat Vano, Jay, Amber, Xia, Gavin, Staren dan Arnius.


Xia yang baru pertama kali mendengar suara tembakan langsung menutup telinganya, Amber pun terkejut melihat reaksi Xia, ia membantu menenangkan Xia hingga membuat wanita itu sedikit lebih sedikit menjadi tenang.


Begitulah cara mereka bisa sampai ke lokasi Zee dan mengetahui seluruh fakta yang telah di tutupi selama ini.


Zee tidak ingin Jay, amber serta yang lain mendengar cerita itu dari orang lain dan kecewa dengan keponakan mereka, jadi ia pun memilih untuk melakukan hal itu agar semua orang bisa mendengar rahasia itu dari mulut Quirin sendiri.


Quirin melihat kearah Jay, terlihat jelas Jay sangat sedih mendengar perkataan Andrea.


Quirin yang tidak suka melihat Jay bersedih langsung menoleh kearah Andrea yang sedang terduduk di lantai "Menyebalkan sekali wanita tua ini, aku ingin sekali menginjak lehermu itu agar kau tidak bisa mengeluarkan suara lagi" ucap Quirin sambil mengangkat kaki nya.

__ADS_1


Namun kaki Quirin tertahan oleh satu tangan "Tunggu, kau tidak boleh membunuhnya secepat ini" ucap Zee yang tengah menghentikan Quirin.


Zee melihat kearah pintu, dan tiba-tiba saja seorang yang tidak di kenal berjalan masuk kedalam, tatapan semua orang tertuju padanya.


Tak ada satu pun orang yang mengenal dirinya, selain Zee.


Zee melihat itu dan langsung mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya "Bibi Rosdi, bisakah kau membuat wanita itu muncul di hadapan kami semua?" tanya Zee sambil melihat kearah paranormal itu.


"Tidak mungkin" tolak Rosdi sang paranormal.


Zee menggeretakkan giginya dan menatap kearah Rosdi "Aku tidak ingin mendengar sebuah penolakan bibi, dia telah melibatkan semua orang demi kepentingannya itu, kau harus memperlihatkan wanita itu di hadapan kami semua" ucap Zee yang sudah sangat kesal, bahkan aura dingin mulai terasa hingga ke seluruh ruangan.


Rosdi pun terkejut, ia tidak menyangka bahwa Zee bisa mengeluarkan aura yang begitu menakutkan.


Rosdi melihat sebuah keteguhan di mata Zee, ia pun mulai tersenyum tipis, ia memilih mengalah dan menuruti perkataan Zee "Baiklah, tapi ini akan memakan waktu yang lama" ucap paranormal itu.


Semua orang tidak mengerti dengan perkataan wanita itu, setelah wanita itu mengucapkan beberapa kata, munculah seorang yang transparan di depan semua orang.


Sosok itu begitu sangat cantik, hanya beberapa orang yang mengenal wanita itu.


Mereka semua bahkan terkejut melihat orang itu tengah berada di depan mereka.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2